
Lugh, Asyraf, Raizel, Hyuna, Joo juga T.K sedang melaju menggunakan mobil mereka masing- masing untuk pergi menuju ke enam tempat berbeda yang dikatakan oleh Gildan sebelumnya.
Karena waktu yang sangat singkat itu, membuat mereka harus memutuskan untuk berpencar dan membagi tugas. Asyraf, Joo, Hyuna pergi ke ketiga bandara yang ada di Albion City. Lugh pergi menuju salah satu tempat perbelanjaan yang dimaksud oleh Gildan, sementara Raizel pergi ke tempat perbelanjaan yang satu nya lagi. Lalu T.K terlebih dahulu akan pergi ke salah satu universitas terbesar di Albion City, dan akan langsung pergi ke universitas yang satunya lagi saat sudah berhasil menonaktifkan bom di universitas pertama. Ya beruntung nya letak kedua Universitas itu cukup dekat sehingga akan menghemat waktu untuk T.K berpindah lokasi.
"Halo komandan Eron, ini saya Karin. Tolong kirimkan pasukan militer ke tempat-tempat yang telah saya tuliskan di pesan, ada bom yang telah diaktifkan di tempat-tempat tersebut, saya dan rekan-rekan saya akan segera pergi ke sana dan menonaktifkan bom itu, jadi mohon bantuannya untuk mengevakuasi seluruh orang yang ada di sekitar tempat tersebut. Juga sebarlah sisa anggota yang lainnya ke seluruh penjuru tempat di Albion City. Akan ada penyerangan besar oleh organisasi yang pernah ku sebutkan itu" ucap Karin yang memberikan pesan suara juga tulisan kepada komandan dari pasukan kemiliteran saat dia masih berkendara, hal ini dia lakukan karena dia sudah menelpon berkali-kali namun tidak diangkat juga.
......................
Keenam detektif yang telah sampai di tempat bagian mereka masing-masing langsung saling berhubungan melalui telepon mereka.
"Sepertinya pesan ku telah diterima, sudah ada para tentara juga polisi yang mengamankan semua pengunjung di bandara ini, bagaimana dengan di tempat kalian?" Ucap Karin pertama kali dalam telpon tersebut.
"Disini sudah" ucap Lugh, Joo, dan Raizel berbarengan.
"Mereka baru saja datang" sahut T.K dan Asyraf juga bersamaan.
"Baiklah dengarkan aku baik, karena bagian kemiliteran akan membantu dari segi pengevakuasian, maka kalian hanya perlu fokus untuk menonaktifkan bom yang ada di tempat kalian masing-masing. Ingat, bom memiliki gelombang suara juga getaran yang mudah untuk dikenali, gunakan alat pendeteksi yang kalian punya" seru T.K sembari memberikan arahan kepada mereka semua.
Setelah mendengar kalimat terakhir T.K, mereka pun berlari dan mencari dimana letaknya bom yang ada di tempat mereka itu, menggunakan alat pendeteksi yang T.K maksud.
Meski T.K mengatakan bahwa cukup mudah untuk menemukan bom tersebut dengan menggunakan alat deteksi mereka, namun nyatanya hal tersebut cukup sulit. Ada gelombang suara dan getaran lain yang menganggu konsentrasi mereka.
__ADS_1
Saat mereka menemukan gelombang suara dan getaran yang berasal dari bom tersebut, tiba-tiba saja akan ada gelombang suara dan getaran yang sama dari arah tempat lain, seolah-olah ada lebih dari satu bom di tempat tersebut. Tapi mereka tahu bahwa bom di tempat itu hanya ada satu, sementara gangguan suara yang lainnya hanya untuk memanipulasi mereka, dan semakin menjauhi mereka dari tempat bom yang sebenarnya.
Mereka mencari, dan terus mencari. Mereka berlari tanpa henti untuk menemukan letak bom tersebut. Hingga beberapa saat kemudian, setelah sekitar 20 menit mereka lelah mencari, akhirnya mereka berenam menemukan bom yang dimaksud dengan waktu yang hampir bersamaan.
Setelah semua memberi tahu bahwa telah berada tepat di depan bom itu, T.K pun kembali memberikan arahan. "Carilah kabel kecil berwarna kuning terlebih dahulu yang letaknya sedikit di bagian dalam, kabel kuning yang paling kecil. Itu akan sedikit memperlambat waktu bom" ucap T.K dan langsung dilakukan oleh yang lain nya.
"Sudah" ucap mereka berlima setelah beberapa saat mencari kabel yang dimaksud dan langsung memotongnya.
"Sudah dipastikan itu kabel yang benar? Liat waktunya apakah melambat" ucap T.K lagi karena tak ingin ada kesalahan, mereka pun membalas "iya" menandakan bahwa mereka yakin itu kabel yang benar.
"Baiklah, selanjutnya cari kabel berwarna hitam yang bentuknya selebar 1 centimeter, dan ukuran nya setipis 0,7 centimeter. Pastikan ukuran kalian tepat, karena ada dua kabel yang berukuran hampir mirip" lanjut T.K
Jika hanya membutuhkan waktu kurang dari 2 menit untuk memotong kabel yang pertama, maka butuh waktu sekitar 7 menit untuk menyelesaikan pemotongan kabel kedua ini.
"Ini yang terakhir, potong kabel berwarna putih juga hijau secara bersamaan!" Seru T.K sambil menekankan kata terakhirnya, yaitu "bersamaan" karena jika tidak maka bom tersebut akan gagal di nonaktifkan.
Mereka pun menggunakan dua alat pemotong kabel, dan menghitung waktu mereka masing- masing agar tepat dalam memotongnya.
"1...2...3..."
"Huft..huft..BERHASIL!!!" Teriak mereka semua setelah berhasil menonaktifkan bom yang ada di hadapan mereka. Mereka pun mencoba sambil mengatur napas mereka yang sudah tak karuan sejak tadi karena saking takut nya akan melakukan kesalahan.
__ADS_1
"Detektif T.K tinggal 14 menit, bom yang satunya lagi!" Seru Lugh yang baru saja tersadar bahwa mereka belum sepenuhnya berhasil.
Mereka semua pun yang awalnya sudah larut dalam tawa keberhasilan, langsung serius dan terlihat panik kembali. T.K pun langsung memutuskan untuk segera pergi menuju universitas yang satunya lagi.
T.K berlari begitu cepat keluar dari universitas pertama itu, dan segera masuk ke mobilnya untuk pergi ke Universitas kedua.
dalam pikiran mereka semua mengatakan "akankah cukup waktu 14 menit untuk pergi kesana dan menonaktifkannya? padahal mereka membutuhkan waktu lebih dari 12 menit hanya untuk mematikan bom tersebut"
Namun beruntungnya, jalan menuju ke Universitas tersebut sudah diamankan oleh para militer sehingga jalan itu sepi dan memudahkan T.K untuk melaju.
Membutuhkan waktu sekitar 3 menit untuk sampai ke Universitas kedua tersebut, lalu membutuhkan waktu lebih dari 5 menit untuk menemukan bom itu. Hanya tinggal tersisa 5 menit lagi.
Mereka yang sebelumnya membutuhkan waktu 12 menit untuk mematikan bom yang ada di keenam tempat itu, tapi kini T.K hanya punya waktu 5 menit untuk mematikan bom di tempat terakhir tersebut.
"Sialan kenapa aku harus terbawa suasana tadi!" Gerutu T.K tapi masih fokus dengan bom yang ada di hadapannya.
10...9...8...7...6...5...4...3...2....
Dalam detik-detik terakhir itulah T.K akhirnya berhasil memotong dua kabel terakhir secara bersamaan, dengan begitu maka bom terakhir tersebut pun berhasil di nonaktifkan.
"ARRGGHH AKHIRNYA!!" teriak T.K meluapkan semua rasa kepuasaan juga kelegaannya.
__ADS_1