
Setelah hampir dua hari Lugh dan Hyuna berada di rumah sakit, akhirnya kini mereka berdua di perbolehkan pulang setelah dokter memeriksa bahwa mereka telah baik-baik saja.
Dan saat ini Asyraf, Raizel, Karin, Joo, juga T.K sedang berada di ruang rawat Lugh dan Hyuna, mereka berlima datang kesini hanya untuk melihat kondisi Lugh, juga sekalian membantu Lugh untuk mengemasi barang-barangnya, karena dia akan segera kembali bekerja. Jadi selepas dari rumah sakit, Lugh akan ikut dengan yang lainnya untuk membicarakan kembali mengenai penangkapan dari organisasi rahasia yang selama ini mereka hebohkan.
Ya, mereka datang hanya untuk Lugh, meski di dalam ruangan itu juga ada Hyuna namun mereka tidak memperdulikannya, mereka juga sama sekali tidak membantu Hyuna untuk mengemasi barang-barangnya. Mereka telah berpegang teguh, bahwa sebelum Hyuna terbukti benar-benar telah berada di pihak mereka, maka mereka tidak akan mau terlalu dekat dengannya.
"Lalu kemana wanita itu akan pergi selanjutnya?" Tanya Joo dengan datar ditengah-tengah pembicaraan mereka.
Hyuna yang mendengar perkataan Joo menjadi sedikit sedih, namun dia tidak menampakkan wajah sedihnya itu, dia sadar diri dan tak mau menambah masalah lagi.
Sementara Lugh malah terlihat kesal dengan omongan Joo barusan, "Hyuna akan pergi bersamaku, dia akan membantuku untuk menyelesaikan tugas-tugas, dan masalah yang akan kita hadapi selanjutnya, kalian tidak perlu takut, karena Hyuna akan selalu berada dalam pengawasan ku. Dan juga, bukankah detektif tau namanya? Mengapa memanggilnya dengan sebutan, wanita itu?" Ucap Lugh yang kesal namun tetap tenang.
"Yang mana namanya? Nama dia yang berpura-pura menjadi baik saat bersama kita, Hyuna. Atau nama asli dia yang selama ini dia sembunyikan, dan hanya orang-orang organisasi itu yang tau, Oliver. Yang mana?" Balas Joo lagi masih dengan dinginnya.
"Sudahlah detektif, biarkan Lugh sendiri yang menunjukkan Hyuna atau Oliver lah yang saat ini sedang ada di hadapan kita, berilah dia waktu untuk membuktikan keputusannya benar atau salah." Sahut Raizel mencoba menengahi keduanya yang tampaknya akan sama-sama semakin emosi jika tidak segera dihentikan.
"Huft ..." Hela napas semua orang yang ada diruangan itu, kecuali Hyuna yang merasa tidak pantas baginya untuk mengeluh, juga Raizel yang baru saja mengatakan nasihat bijak itu.
__ADS_1
Sesaat suasana menjadi hening, lalu tiba-tiba Hyuna berani untuk bersuara setelah begitu lama dia membungkam mulutnya. "Malam ini, pukul 7 malam, si pemimpin organisasi rahasia itu akan muncul di hadapan publik." Ucap Hyuna dengan sangat pelan, namun mampu membuat semua pandangan beralih dan fokus padanya.
"Apa maksud dari yang kau katakan itu?" Tanya Karin dengan begitu penasaran. "Ini sudah dia rencanakan sejak seminggu yang lalu, dia juga telah memberitahu ku bagaimana lengkapnya aksi yang akan di lakukan malam ini." Balas Hyuna lagi yang menjawab pertanyaan Karin.
Semuanya yang mendengar itu pun semakin dibuat penasaran, mereka memperbaiki posisi duduk mereka dan menunjukkan wajah yang meminta agar Hyuna melanjutkan penjelasannya.
"Pukul 7 malam nanti, dari ketujuh tempat yang menjadi tempat diletakkannya bom dua hari yang lalu, salah satu dari ketujuh tempat itu akan menjadi tempat munculnya si pemimpin di depan umum untuk pertama kalinya, saat itu terjadi dia benar-benar akan menunjukkan wajah aslinya itu. Sebelum dia muncul, tiga dari ketujuh tempat itu akan diledakkan terlebih dahulu, menggunakan alat yang hampir mustahil untuk kalian tangani. Jadi sebaiknya kosongkan area di ketujuh tempat itu, kita harus mengevakuasi semua orang dari sana, dari pada membuang-buang waktu untuk menghentikan ledakan yang mustahil untuk dihentikan itu. Dan tujuan si pemimpin tersebut muncul adalah untuk mengakhiri semua permasalahan ini, dia akan muncul untuk menyelesaikan apa yang ingin dia lakukan, yaitu menghancurkan Albion City. Malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk kedua kubu, kubu kebaikan juga kejahatan." Lanjut Hyuna menjelaskan panjang lebar.
"Ledakan yang tidak dapat dihentikan? Memangnya alat apa yang akan mereka lakukan sehingga ledakan tersebut tidak dapat kami tangani?" Tanya Asyraf setelah Hyuna selesai berbicara.
"Sinar laser dari satelit milik organisasi itu, mereka menyewa satu satelit antariksa untuk memudahkan mereka selama ini, seperti merusak akses sehingga mereka sulit dilacak dan sebagainya. Dan saat ini satelit tersebut telah dipasangkan sebuah laser, yang akan langsung menembakkan sinarnya pada pukul yang telah ditentukan oleh si pemimpin itu, sinar laser tersebut benar-benar akan membakar dan meledakkan semua hal yang menyentuhnya." Jawab Hyuna lagi.
Bahkan Karin juga T.K yang sangat bisa membaca pergerakan pun juga berpikir bahwa apa yang Hyuna katakan tadi itu benar, karena dia memang tidak terlihat berbohong sama sekali.
Namun sebagian diri mereka juga tidak percaya, mereka masih enggan untuk mempercayai begitu saja apa yang baru saja Hyuna katakan, jelas hal ini terjadi karena Hyuna sempat mengkhianati mereka semua. Memang sangat sulit untuk mempercayai kembali seorang penghianat.
"Apa buktinya kalau yang kau katakan itu benar?" Tanya Raizel di tengah-tengah kesunyian itu. Hyuna pun tersenyum mendengarnya, "terimakasih karena setidaknya dengan kamu bertanya, kamu mau mencoba percaya. Aku ada buktinya." lirih Hyuna masih dengan senyumnya.
__ADS_1
Hyuna mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, sesuatu berbentuk persegi panjang, dengan cahaya yang keluar dari layarnya, ya benda itu adalah ponselnya Hyuna. Hyuna membuka ponselnya lalu memperdengarkan kepada semuanya sebuah rekaman suara.
...----------------ποΈ...
Gildan, hubungi para anggota yang ada di satelit kita itu, katakan pada mereka untuk segera memasang laser yang pernah kuberikan waktu itu, dan terus awasi pekerjaan mereka. Katakan juga pada mereka untuk mengarahkan laser tersebut ketitik koordinat yang telah ku kirim pada mereka. Suruh mereka untuk cepat, karena aku akan meledakkan laser tersebut pada 9 hari ke depan.
"Baik tuan!"
Dan Hyuna, pergilah kau untuk mengecoh para detektif itu, terus halau mereka, dan buat mereka merasakan keputusasaan secara perlahan.
"Baik tuan! Maaf saya lancang, tapi mengapa anda akhirnya ingin menggunakan laser itu?"
Aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya lebih cepat sekarang, aku sudah bosan, mereka ternyata tidak mengasyikkan sama sekali untuk dipermainkan. Dan nanti setelah laser itu ditembakkan, pada pukul 7 malam aku akan muncul di hadapan semua orang dan menunjukkan wajahku, setelah aku melakukan hal tersebut, maka detik-detik kehancuran Albion City sudah sangat dekat.
...ποΈ----------------...
Dan rekaman suara pun berhenti, semua orang mencerna dan mendengarkan dengan baik. Lalu beberapa saat kemudian, wajah mereka menjadi bingung. "Itu suara Lugh?" Ucap T.K dan yang lainnya kecuali Lugh yang memang sudah tidak kaget karena dia mempercayai Hyuna, sementara kelima orang detektif yang belum mempercayai Hyuna itu begitu kaget ketika mendengar suara yang begitu sama persis dengan Lugh.
__ADS_1
"Itu Lucky, kembaran Lugh."
"APA?!"