
"Riu?" gumam keenam detektif secara ber- samaan karena mereka bingung, siapa lagi Riu itu? mengapa ada terlalu banyak hal yang baru mereka ketahui tentang organisasi yang mereka ingin tangkap itu.
"Riu adalah orang yang kalian kenal sebagai pembunuh berantai kedelapan mayat yang pernah menggemparkan Albion City, Riu sendiri merupakan komandan dari divisi utama yaitu penyerang. Kelebihannya adalah kecakapan dalam beladiri juga menggunakan berbagai senjata, seperti sniper, pistol, pedang, panah, tombak, ya intinya dia bisa mengubah semua hal menjadi senjata andalan nya. Dan satu lagi, Riu itu Psikopat juga loh." Sahut Gildan menjawab lebih dari yang para detektif ingin tau.
"Hai!" Seru pria yang dimaksud Riu itu, sembari melambaikan tangganya dengan senyum begitu ramah kepada para detektif. "Ada apa dengan orang itu?"
"Mungkin saat ini kalian sedang merasa bingung tentang..." ucap Gildan namun tiba-tiba di celah oleh Karin, yang langsung berbicara dengan nada kesal sekaligus bingung "tentu saja kami bingung! Apa sebenarnya yang sedang kalian lakukan sih?!"
"Kurang ajar! Beraninya kau memotong pembicaraan ku!" Seru Gildan yang menjadi sangat marah karena tingkah Karin itu.
"Bisakah kalian untuk diam terlebih dahulu?" sahut Hyuna lagi-lagi dengan datar juga sangat dingin namun begitu mengintimidasi.
"Biar aku yang akan menjelaskan lebih rinci lagi" lanjutnya, yang kemudian dengan sangat memaksa menyuruh para detektif itu untuk duduk terlebih dahulu, dia juga mengancam akan melakukan hal yang merugikan bagi para detektif jika tak mau duduk dan mendengarkan apa yang akan dia sampaikan itu.
"Bos kami, pemimpin dari organisasi rahasia yang sedang kalian bicarakan ini meminta kami untuk membeberkan sedikit informasi kepada kalian. Informasi ini mungkin penting, sangat penting malahan, namun aku tidak yakin apakah informasi ini akan berguna bagi kalian, masalah nya mau diberikan informasi sepenting apapun, kalian tetap tidak akan bisa mengalahkan kami." Ucapnya mulai menjelaskan.
__ADS_1
"Langsung saja masuk ke inti informasinya, jadi pasang kuping kalian baik-baik dan dengarkan. Yang pertama, aku Oliver orang yang selama ini kalian kenal dengan sebutan Hyuna, sama seperti yang tadi kukatakan, aku adalah tangan kanan dari pemimpin organisasi rahasia ini, kelemahan ku hanya satu, yaitu tak ada kekurangan. Lalu Gildan, posisi dia adalah sebagai tangan kiri pemimpin dalam organisasi ini, Gildan hampir unggul dalam setiap bidang sama seperti ku, namun satu kelemahannya dia mudah ditipu apalagi oleh seorang wanita cantik. Kemudian Riu yang sudah dijelaskan oleh Gildan sebelum nya" jelas Hyuna panjang lebar, kemudian meminta Gildan untuk melanjutkan nya.
"Melinda, ketua divisi dari tim informasi dan data, Melinda cerdas, mampu memanipulatif orang di sekitarnya, kemampuan menguasai teknologi nya juga sangat baik, kelemahan dia adalah tidak bisa sama sekali menggunakan semua senjata kecuali pistol. Dan yang terakhir yaitu James, James merupakan ketua divisi dari tim intai yang bertugas untuk memasukkan anggota-anggota dari organisasi ini ke posisi-posisi penting yang ada di masyarakat, yang nantinya akan menjadi sumber informasi kami juga, untuk James dia memiliki banyak kelemahan, mungkin dia orang yang paling muda bisa kalian bunuh, dia hanya bisa menggunakan pisau kecil sebagai alat bertarung nya, tembakannya juga selalu meleset, maka kalian tak perlu takut dengannya." Lanjut Gildan yang menjelaskan sama panjangnya.
Kalimat yang begitu panjang itu pun dijelaskan dengan cukup cepat, meski bingung namun para detektif tersebut tetap berusaha untuk mendengar kan apa yang dikatakan oleh Hyuna juga Gildan, karena menurut mereka itu memang lah informasi penting.
"sudah jelas? mulut ku sudah mulai berbusa karena mengatakan hal panjang itu. Jika saja ini bukan perintah maka aku sendiri pun malas" Sahut Hyuna lagi disaat para detektif itu masih terdiam bingung.
"Aku benar-benar tak mengerti dengan maksud dari pemimpin kalian itu, apakah maksud dari semua penjelasan tersebut agar kami bisa mengalahkan kalian?" tanya Lugh.
Saat perasaan bingung, kesal, marah, sampai malu mereka menjadi satu, tiba-tiba saja suara deringan telepon milik Hyuna membuat mereka semua beralih ke telepon tersebut.
"sudah siap" ucap suara dari balik telpon itu, Hyuna pun juga sengaja membesarkan volume telpon itu agar semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut dapat mendengarnya, termasuk para detektif.
Hanya dua kata yang keluar dari telepon itu, kemudian telpon itu pun dimatikan oleh orang yang menelpon tersebut.
__ADS_1
Hyuna mengatakan bahwa itulah suara dari pemimpin mereka, mendengar hal itu sontak keenam detektif dibuat semakin kaget.
Gildan pun melanjutkan, dan mengatakan bahwa maksud dari yang bos mereka katakan di telepon tersebut barusan adalah, "7 bom sudah di aktif kan di 7 tempat berbeda, ketiga bandara di kota ini, 2 tempat perbelanjaan, juga 2 universitas terbesar. Para anggota kami pun juga sudah tersebar ke seluruh penjuru tempat di Albion City ini. Sebentar lagi, kurang dari 1 jam, yaitu hanya 55 menit, kota Albion City benar- benar akan hancur, saat bom itu meledak, disaat itu juga lah para anggota dari organisasi rahasia ini akan menghabisi orang-orang tak berguna yang tersisa di kota ini"
"Pergilah, kalian tak punya banyak waktu untuk menyelamatkan semua orang itu jika kalian memang ingin melakukannya" seru Melinda.
Kelima Jenderal itu pun mempersilahkan dan memberikan waktu untuk para detektif agar bisa menangani bencana besar yang akan terjadi dalam waktu 55 menit lagi itu.
Hal seperti ini pun juga atas perintah dari pemimpin organisasi rahasia itu, orang tersebut memang sengaja memberikan waktu agar bisa melihat apakah keenam detektif yang juga dibantu oleh para pihak kemiliteran dapat menangani bencana besar tersebut.
Tanpa menunggu waktu berlama-lama lagi, saat mendengar kalimat terakhir dari Melinda itu, para detektif pun langsung berlari dan keluar dari ruangan tersebut, termasuk Raizel yang masih dengan luka fatal di tubuhnya akibat tembakan beberapa waktu lalu.
Para detektif itu pun menahan semua rasa sakit juga lelah mereka, mereka tak ingin telat sedetik pun untuk menyelamatkan Albion City, itu sebab nya tanpa memikirkan diri mereka lagi, mereka langsung pergi menuju tempat-tempat yang disebutkan oleh gildan tadi.
......................
__ADS_1
"Lugh, kau begitu mirip dengan nya, wajah kalian pun sama persis. Namun mengapa sifat kalian begitu bertolak belakang?" ucap seseorang di dalam hatinya saat melihat Lugh yang pergi berlari.