
Setelah T.K berhasil menonaktifkan bom terakhir tersebut, keenam detektif itu pun langsung pergi keluar dari tempat mereka masing-masing, dan ikut berbaur bersama para tentara juga polisi untuk mengevakuasi semua orang.
Lugh yang baru saja keluar dari tempat perbelanjaan langsung menghampiri salah satu tentara yang ada di luar, dan kemudian bertanya. "Bagaimana pak, apa ada informasi bahwa telah terjadi penembakan di suatu tempat?"
"Belum ada" jawab tentara itu singkat, dan Lugh membalasnya dengan ucapan terimakasih.
"Sepertinya karena kita berhasil menonaktifkan bom-bom itu, maka para anggota organisasi rahasia yang sedang tersebar tersebut menjadi kehilangan patokan waktu mereka. Seharusnya mereka akan menembak dan membunuh orang-orang yang ada di sekitar mereka ketika mendengar suara ledakan tersebut. Tapi karena kita telah menonaktifkan bomnya, maka penanda mereka untuk beraksi menjadi hilang" seru Lugh menjelaskan apa yang telah dia simpulkan melalui telepon miliknya.
"Baguslah jika begitu" balas Karin yang terdengar merasa lega.
Jadi akhirnya, mereka pun memutuskan untuk mencari dan mengamankan para anggota dari organisasi rahasia itu, sebelum akhirnya mereka diberikan penanda yang baru untuk beraksi.
Karena kali ini target serangan organisasi rahasia itu benar-benar luas, dan menyeluruh ke seluruh daerah di Albion City, maka lagi-lagi keenam detektif kembali berpencar ke tempat-tempat yang berbeda.
"Amankan semua anggota dari organisasi rahasia itu yang bersembunyi di antara para keramaian. Jika satu titik telah kalian amankan, maka lakukanlah di titik yang lain lagi" ucap T.K memberi arahan kepada kelima detektif yang lainnya, juga para bagian kemiliteran melalui walkie talkie yang baru saja para tentara berikan kepada mereka.
"Baik!" Balas yang lainnya serempak.
......................
Setelah sekitar satu jam keenam detektif juga para tentara serta polisi aktif bergerak, akhirnya sudah mulai banyaklah para anggota dari organisasi rahasia itu yang mereka amankan.
Sebagian polisi membawa para orang-orang yang tertangkap itu menuju ke sel tahanan besi terlebih dahulu, setidaknya itu menjadi tempat teraman yang sulit untuk dibobol saat ini.
(Memiliki teknologi canggih dan akses kunci yang dijaga sangat ketat.)
__ADS_1
Saat sedang duduk untuk beristirahat sebentar, tiba-tiba saja ada suara teriakan yang terus memanggil Lugh.
"LUGH!" teriak suara itu lagi.
"Hyuna?" Gumam Lugh yang kaget setelah berhasil menemukan pemilik dari suara yang terus memanggilnya sedari tadi itu. Suara tersebut ternyata berasal dari Hyuna, yang saat ini sedang berada di salah satu atap gedung.
Hyuna yang sudah tau bahwa Lugh telah melihatnya pun langsung melanjutkan perkataannya.
"Ayo bermain denganku!" teriak Hyuna dengan senyum mengerikannya, dia pun mengatakan kalimat singkat itu dengan ekspresi juga nada yang seolah-olah tidak dapat untuk Lugh tolak.
Hyuna pun langsung berlari, dan menghilang dari atap gedung itu. Lugh yang masih memiliki banyak pertanyaan untuk di tanyakan kepada Hyuna memutuskan untuk mengejar nya.
Hyuna yang sempat menghilang dari pandangan Lugh, kembali terlihat ketika Lugh melewati sebuah gang kecil di samping gedung tempat Hyuna berteriak tadi.
"Hyuna berhenti!" Teriak Lugh namun Hyuna tak mau mendengarkan dan terus saja berlari. Hingga akhirnya Hyuna berhenti saat telah tiba di sebuah tempat rekonstruksi bangunan.
"Apa mau mu sebenarnya?" Gumam Lugh yang bingung dengan apa maksud dari yang Hyuna katakan dan lakukan sejak tadi.
"2 per 3 dari anggota organisasi tersayang ku telah kalian tangkap. Jumlah kami hanya tinggal sedikit, mungkin jika dihitung kurang lebih akan sama dengan jumlah kalian. Jadi mulai detik ini lah pertarungan sesungguhnya antara kebaikan juga kejahatan dimulai. Kini jumlah orang kita telah seimbang, sekarang adalah saatnya untuk kita melihat dari jumlah yang seimbang itu, kekuatan siapa yang lebih besar. Apakah kebaikan yang kau junjung, atau kejahatan yang memberikanku banyak uang?" Ucap Hyuna panjang lebar.
"Dan, karena sebentar lagi kekacauan ini akan berakhir, entah itu berakhir dengan kemenangan kalian atau berakhir dengan kemenangan kami. Maka aku yang tak terlalu peduli dengan hasil itu ingin bertarung dan melawanmu di sini, Aku ingin tahu apakah dirimu yang luar biasa itu dapat menandingi ku." Lanjut Hyuna.
Lugh masih terdiam dan begitu sulit untuk mengerti dengan apa yang baru saja Hyuna katakan...
"MARI KITA BERTARUNG SAMPAI KEMATIAN MENJADI PENANDA BERAKHIRNYA" teriak Hyuna dengan menggila. Kemudian secara membabi buta dia menerjang, menusuk, mundur kembali, dan menembak Lugh secara bertubi-tubi.
Beruntungnya Lugh karena dapat menghindari semua serangan mengerikan dari Hyuna itu, yang dia targetkan langsung untuk menyerang bagian-bagian vital Lugh.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan? Kau sudah gila?!" seru Lugh sembari terus menghindari serangan dari Hyuna itu.
"YAA!! aku sudah gila, maka serang lah aku untuk menghentikan kegilaan ku ini" balas Hyuna disertai dengan serangan yang semakin sulit untuk dihindari.
Melihat hal tersebut, Lugh pun berpikir bahwa dia memang tidak bisa untuk menghentikan Hyuna sebelum dia mengalahkannya. Jadi Lugh yang sedari tadi terus menghindari serangan Hyuna, langsung mengambil senjatanya dan balik menyerang.
"Jika itu mau mu, maka akan ku terima!" Ucap Lugh dengan nada suara yang sudah membara-bara. Lugh menyerang Hyuna mengikuti kegilaan wanita itu, dia juga menyeimbangi senjata yang Hyuna gunakan, dan menggunakan dua senjata juga.
"Hahaha..ini menyenangkan! Ayo serang aku!!"
Hyuna semakin menggila dan terus menyerang tanpa henti, saat ini dia benar-benar sudah terlihat seperti seorang psikopat wanita yang begitu ingin membunuh mangsanya.
Lugh pun juga terus menyerang Hyuna, namun dia berusaha untuk memberikan serangan yang tidak akan terlalu fatal dampaknya, serangan yang hanya cukup untuk melumpuhkan pergerakan Hyuna.
Lugh tidak ingin Hyuna mati, masih banyak hal yang ingin dia tanyakan, masih banyak hal yang ingin dia tau, jadi sebisa mungkin Lugh tidak menyerang bagian-bagian vital yang dapat langsung merenggut nyawa Hyuna.
Pertarungan yang amat sengit antara Lugh juga Hyuna terus berlanjut. Mereka saling memberi luka satu sama lain, dan menerima luka di tubuh mereka. Sudah ada begitu banyak darah yang menetes dari tubuh mereka masing-masing, namun masih tak terlihat di antara keduanya niat untuk mengakhiri semua ini.
Mereka terus bertarung hingga 20 menit lamanya, gerakan cepat penuh tenaga dari Lugh membuat dia dapat memberikan luka tusukan yang cukup dalam di area lengan Hyuna, membuat Hyuna kehilangan tenaganya untuk menyerang.
"Aku yang menang" seru Lugh dengan sebuah pistol yang sudah dia arahkan ke Hyuna. Bukannya takut atau merasa gelisah akan hal ini, Hyuna justru tersenyum sangat lebar.
"Kau benar-benar kuat yaa! Baiklah mari bunuh aku" ucap Hyuna dengan tangan yang meraih pistol di tangan Lugh dan mengarahkan pistol tersebut ke kepalanya sendiri.
"Aku tidak akan membunuh mu, namun sebagai gantinya kau harus mau menjawab semua pertanyaan dari ku" balas Lugh.
"Hmm..baiklah, lagi pula aku sudah kalah, jadi aku memang harus mematuhi apa yang pemenang inginkan" seru Hyuna yang sudah menyerahkan dirinya itu.
__ADS_1