Moon And Sun

Moon And Sun
Eps 32. Pertarungan Terakhir


__ADS_3

Ketika mengetahui bahwa mereka semua telah ditipu, mereka pun menjadi marah. Namun apa gunanya marah disaat seperti ini?


Jadi mereka memadamkan api kemarahan mereka, dan kembali berpikir dengan jernih.


"Lugh dan Hyuna, pergilah kalian ke Qreus Hill Mall. Tangani dan kalahkan Lucky disana! Raizel, Karin, dan detektif Joo pergi ke Albion University, dan kalahkan Melinda juga Gildan!" Dengan suara yang tegas, Asyraf memberikan arahan kepada teman-temannya.


"Lalu aku dan—" Asyraf berhenti beberapa saat. Kini dirinya melihat T.K yang sedari tadi diam.


Asyraf menatap tajam T.K yang diam, dan tak mengeluarkan suara sama sekali sejak identitas dia yang sebenarnya dibongkar oleh Lucky.


"Jangan pedulikan aku ... Selama ini aku memang telah menyembunyikan itu semua dari kalian, dan memang tak seharusnya kalian percaya padaku," ucap T.K dengan dingin sembari memalingkan wajahnya untuk tidak melihat rekan-rekannya itu.


"Jangan bodoh detektif! Aku kecewa denganmu, kami semua kecewa. Tapi bukan karena masa lalu mu, melainkan karena dirimu telah menutupi tentang hal itu selama ini. Setidaknya berilah kepercayaan kepada kami!" balas Asyraf dengan nada bicara, dan wajah yang kesal.


"Lalu aku dan detektif T.K akan pergi ke Welbion Airline untuk menangani Riu, dan juga James!" Asyraf pun kembali melanjutkan perkataannya yang sempat terhenti tadi.


"Ya!" Lugh, Hyuna, Karin, Raizel, dan Joo bersorak mengiyakan arahan Asyraf. Sementara T.K masih terdiam tak percaya.


T.K berpikir bahwa setelah semua orang tahu tentang masa lalunya, dia akan dibenci dan dijauhi.


Namun ternyata pemikirannya salah. Bukan hanya Asyraf, tapi semua orang yang ada disana, semua orang yang telah tahu masa lalu T.K, mereka semua tidak mempermasalahkan hal itu sama sekali. Mereka semua saling menerima satu sama lain.


"Baiklah! Kalau begitu aku, dan juga pasukan ku akan berpatroli ke setiap tempat, dan akan ku kirimkan satu tim juga untuk membantu kalian. Aku serahkan anggota inti organisasi itu kepada kalian!" ucap Eron, dan semuanya pun mengangguk.


......................


Saat ini ketujuh detektif sudah berada di posisi mereka masing-masing, dan kini mereka sedang mengamati target mereka.


Mereka bersembunyi, menguping, dan mengamati dari jarak yang aman. Sesekali mereka saling memberikan informasi melalui sebuah walkie talkie.


Ketika ada hal penting, atau informasi penting mereka dapatkan, maka mereka akan langsung memberitahu yang lainnya.


"Jumlah orang disini hanya sekitar 20 orang termasuk Lucky, dan masih belum ada gerak-gerik mencurigakan lainnya," ucap Lugh memberikan informasi kondisi di Qreus Hill Mall melalui walkie talkie yang dia pegang.


"Diterima!"


"Bagaimana disana? Ganti."


"Kami sudah menghitung semuanya, total ada 27 orang termasuk Riu, James, dan anggota mereka yang sengaja bersembunyi," balas Asyraf melalui walkie talkie nya.

__ADS_1


"Ada lebih banyak orang disini! Semuanya sekitar 50 orang termasuk Melinda, dan kami masih belum dapat menemukan Gildan!" Kini Karin lah yang memberikan informasi kondisi di Albion University.


Ketika mendengar bahwa Gildan menghilang, Hyuna menjadi bingung, "Gildan tidak ada? Kemana dia?" Dengan raut wajah bingungnya, dia bertanya kepada Lugh.


"Huft ... Untuk saat ini kita semua harus hati-hati, menghilangnya Gildan bisa menjadi senjata tersembunyi mereka untuk mengalahkan kita. Bagaimanapun Gildan orang yang kuat, kalian semua tetaplah waspada!" Dengan suara yang tenang namun terdengar tegas, Lugh memperingati teman-temannya.


"Baik!"


Mereka pun kembali mengamati, dan menguping setiap gerakan dan juga pembicaraan dari lawan mereka.


Hingga akhirnya 10 menit telah berlalu.


"Sesuai dengan rencana kita sebelumnya, dalam 30 detik mendatang, kita semua bergerak dan kalahkan mereka!" ucap Asyraf sembari melihat sebuah stopwatch.


"5 ... 4 ... 3 ... 2 ... Serang!!"


Ketika waktu di stopwatch berhenti bergerak, ketujuh detektif langsung berlari dan menerjang sasaran mereka masing-masing.


......................


Lugh dan Hyuna berlari di sisi yang berbeda. Mereka berlari dengan cepat membentuk setengah lingkaran sembari terus menembaki musuh yang ada.


Namun tentu saja itu tidak semudah yang dibayangkan, ketika para anggota dari organisasi rahasia itu menyadari kehadiran Lugh dan Hyuna, mereka langsung mengambil sikap untuk balik menyerang.


"Ada berapa musuh yang menyerang?" teriak salah satu dari anggota organisasi rahasia itu.


"Hanya dua orang!" balas anggota yang lainnya.


"Ckk ... Mereka terlalu menganggap remeh kita! Habisi mereka berdua!" Dengan emosi yang meluap-luap, mereka bersorak dan semakin menyerang Lugh, juga Hyuna dengan membabi buta.


Disaat Lugh dan juga Hyuna mulai terdesak karena jumlah, sebuah keberuntungan datang kepada mereka.


Satu tim yang disebutkan oleh Eron sebelumnya datang tepat waktu, dimana tim itu ditugaskan untuk membantu para detektif.


Bukan hanya ditempat Lugh dan Hyuna, namun di dua tempat lainnya juga. Mereka juga datang tepat waktu saat kelompok Asyraf maupun Raizel mulai terdesak.


"Detektif! Serahkan para keroco ini pada kami, kalian tangani lah Si Bos organisasi rahasia itu," ucap komandan dari tim divisi yang Eron kerahkan ke Qreus Hill Mall.


Mendengar hal itu Lugh dan Hyuna langsung mengangguk, lalu kemudian mereka masuk ke dalam Qreus Hill Mall, mencari Lucky yang sudah sejak tadi masuk.

__ADS_1


Sesampainya di dalam Qreus Hill Mall, Lugh dan Hyuna memutuskan untuk berpencar, hal ini dilakukan agar mereka bisa lebih cepat menemukan Lucky di mall yang luas itu.


Dan pada akhirnya sudah lebih dari 10 menit mereka mencari, dan mereka tetap tidak bisa menemukan Lucky.


Jangankan untuk menemukannya, jejak keberadaan bahwa Lucky ada disana saja tidak mereka temukan sama sekali.


"Hyuna sebaiknya kita keluar sekarang! Aku mendengar suara yang begitu ribut dari luar mall ini, kurasa Lucky sudah keluar tanpa sepengetahuan kita!" Melalui walkie talkie nya, Lugh berbicara kepada Hyuna.


"Baik, diterima!" balas Hyuna, dan setelah itu mereka berdua pun berlari secepat mungkin untuk keluar dari dalam mall tersebut.


Saat sudah dapat melihat pintu yang mereka gunakan untuk masuk tadi, mereka pun sudah dapat saling melihat.


Lugh melambaikan tangannya kepada Hyuna sembari tersenyum, begitupun dengan Hyuna yang melakukan hal serupa.


Namun baru saja mereka berada di jarak yang berdekatan, tiba-tiba saja terdengar suara ledakan dari arah luar.


Dampak dari ledakan itupun membuat kabut asap yang menghalangi pandangan mereka berdua.


"Hyuna pegang tanganku!" teriak Lugh, lalu mereka berdua pun berusaha untuk mencari, dan meraih tangan satu sama lain.


Hal ini karena kabut asap akibat dari ledakan tersebut benar-benar membuat mereka tidak dapat melihat apapun.


"Lugh?" gumam Hyuna saat dirinya merasa berhasil memegang sebuah tangan, "Ya itu aku!"


"Ahh ... Iri sekali! Dunia memang tidak adil ya, Lugh? Bahkan dunia ini telah memberikan wanitaku kepadamu!"


Suara yang cukup mengintimidasi muncul diantara mereka berdua. Mata Lugh dan Hyuna terbelalak, tangan mereka mulai bergetar.


Dan perlahan kabut asap mulai menghilang, membuat penglihatan mereka kembali dapat digunakan.


"Lucky?!"


Lugh dan Hyuna berteriak kaget berbarengan. Ternyata yang Lugh pegang bukan tangan Hyuna, dan yang Hyuna pegang bukanlah tangan Lugh.


Melainkan itu adalah tangan Lucky, dimana tangan kanan Lucky memegang tangan Hyuna, sementara tangan kirinya memegang tangan Lugh.


Mengetahui bahwa mereka telah salah memegang tangan, Lugh dan Hyuna pun langsung melompat mundur untuk menjaga jarak dari Lucky.


"Owh ... Jahat sekali! Apa aku terlihat seperti najis yang harus kalian jauhi?" ucap Lucky dengan suara dan senyum mengerikannya.

__ADS_1


"Tapi yasudah lah! Itu tidak terlalu penting ... Huft ... Saudara kembar ku! Aku menantang mu untuk berduel denganku! Jika kau menang maka aku akan pergi, tapi jika aku yang menang maka akan ku rebut semuanya darimu! Duniamu, rekanmu, dan juga kekasihmu!"


__ADS_2