
Sinar mentari pagi yang baru saja timbul diiringi oleh berita menghebohkan, seluruh stasiun TV pun saat ini sedang menyiarkan nya.
Lugh yang baru saja bangun karena menerima telepon dari Raizel untuk segera menyalakan TV nya, saat ini sudah berada di depan TV nya itu. Lugh mengambil remote lalu menyalakan nya.
"Ledakan besar ini terjadi pada pukul 5 dini hari tadi, diduga ledakan berasal dari sebuah bom bunuh diri yang di lakukan oleh salah satu pengunjung misterius di dalam mall tersebut."
Saat Lugh menyalakan TV, ternyata reporter TV tersebut sudah setengah jalan menjelaskan apa isi dari beritanya itu, meskipun begitu, Lugh tetap tiba disaat yang tepat untuk mendengar apa yang terjadi.
Lugh kaget bukan main saat melihat berita tersebut, dia mencoba mengganti ke channel siaran tv lain, dan hasilnya ternyata semua siaran tv memang sedang menyiarkan berita yang sama, yaitu ledakan yang terjadi di sebuah mall.
"Dan sepertinya pengunjung itu telah berada di dalam mall sejak hari sebelumnya, kemudian pada saat mall mau tutup dia tidak keluar, sehingga meski masih jam 05.00 dia sudah berada di dalam mall tersebut padahal mall itu belum buka. Tak banyak korban dari ledakan ini karena mall yang memang masih sepi, tapi pemilik dari mall ini juga rekan bisnisnya yang merupakan pembisnis besar di Albion City tewas akibat ledakan tersebut. Diduga mereka menginap di kantor yang berada di dalam mall itu untuk membahas bisnis mereka ke depannya" Lanjut si pembawa berita.
Lugh pun mendengarkan dengan seksama juga memperhatikan dengan baik-baik kondisi mall yang sudah hancur parah itu . Lalu tiba-tiba matanya terfokus pada suatu hal yang berada di antara puing-puing reruntuhan mall itu.
Dia yakin dengan apa yang dia lihat barusan, segera di meraih ponselnya lalu menelpon ke tiga temannya yaitu Raizel, Asyraf, dan juga Karin melalui panggilan grup.
"Kalian melihatnya?" Ucap Lugh di telpon dengan nada panik, dan semuanya pun menjawab iya.
__ADS_1
"Sudah jelas ini pengeboman yang di rencanakan, dan lagi-lagi mereka sengaja meninggalkan simbol itu di tempat aksi mereka" lanjut Lugh.
"Benar, dan yang lebih mengerikan nya lagi, mereka membuat simbol itu dari puing-puing runtuhan yang sudah penuh dengan darah korban yang tewas" sahut Raizel
"Itu pasti puing-puing yang ada di sekitar korban, dan mereka memang benar-benar sudah gila! Mereka menggunakan manusia sebagai wadah bom nya? Jika orang itu adalah salah satu dari organisasi rahasia ini, maka dia benar-benar bodoh" sahut Karin juga dengan kesal.
"Tapi bisa saja itu karena dia diancam, jadi dia dengan terpaksa melakukan hal tersebut, dan jika memang dia sendiri yang mau melakukan nya, maka organisasi ini sudah seperti sekte iblis. Membunuh, bahkan juga mengorbankan diri sendiri untuk keberhasilan apa yang mereka inginkan" seru Asyraf yang sudah merinding.
"Tapi yang terpenting saat ini adalah mencari tau siapa pemimpin dari organisasi gila ini, lalu mengalahkan nya" lanjut Asyraf. Lalu yang lainnya pun menjawab "iya!" Dengan penuh tekad dan semangat. Jika tak ada orang lain yang dapat menyingkirkan organisasi gelap ini, maka mereka sendiri lah yang harus melakukan nya.
......................
Saat ini mereka pun sudah berada di rumah T.K, mereka berempat juga dengan Joo...
"Karin sudah berhasil mengirimkan permintaan bantuan kepada bagian kemiliteran, mereka pun sudah sepakat untuk membantu?" gumam Joo setelah Karin menjelaskan apa yang dia lakukan kemarin. Karin pun mengangguk mengiyakan.
"Baiklah, Asyraf dan Raizel juga sudah menemukan beberapa orang yang merupakan anggota dari organisasi ini yang tersebar di masyarakat. Lalu aku, Lugh, juga T.K sudah membahas mengenai organisasi ini kemarin. Kalau begitu bukankah kita langsung saja bergerak? jangan ke inti nya langsung, melainkan amankan dulu orang-orang yang di maksud oleh Raizel juga Asyraf, dengan begitu musuh kita tidak akan terlalu banyak" lanjutnya.
__ADS_1
"Kau yakin ingin seperti itu? kita bahkan tak tau seberapa banyak anggota dari organisasi rahasia ini, jika jumlah mereka benar-benar banyak maka mengamankan beberapa orang saja hanya akan membuang-buang waktu juga tenaga, karena itu tak akan ada gunanya. Aku sarankan untuk mengamati terlebih dahulu pergerakan mereka, baru kita bergerak" sahut T.K yang baru ikut nimbrung setelah dari dapur sembari membawa beberapa cangkir teh.
T.K pun meletakkan gelas-gelas berisi teh itu di atas meja, lalu ikut duduk bersama dengan yang lainnya. "Mengamati sampai kapan? sampai sudah banyak korbannya? atau sampai Albion City benar-benar sudah hancur?" seru Joo tak terima dengan pendapat T.K
Joo benar-benar sudah sangat geram dengan organisasi ini, dia sudah muak mendengar begitu banyak korban jiwa yang telah dihasilkan oleh perbuatan dari organisasi gila tersebut. Dia tak dapat menunggu lebih lama lagi, dan membiarkan banyak orang lagi yang akan menjadi korban.
"tenang kan dirimu! kau tak bisa mengalahkan organisasi yang sudah sangat mengerikan ini dengan kepala panas seperti itu. aku yakin bahwa alasan dari organisasi ini selalu memberikan simbol di setiap tempat kejadian perkara yang mereka lakukan, salah satunya adalah untuk memancing emosi kita agar lebih mudah masuk ke perangkap mereka" tutur T.K memperingati dengan tegas.
Semuanya terdiam mendengar perdebatan antara T.K juga Joo. Sampai akhirnya Lugh membuka suara, "huft..Lalu apa yang harus kita lakukan? karena sejujurnya aku setuju dengan detektif Joo, jika kita menunggu terlalu lama maka akan ada lebih banyak korban nantinya."
"sudah ada bagian kemiliteran kan? minta mereka untuk melakukan patroli di tempat-tempat umum yang ramai dengan pengunjung, juga selalu amati orang-orang yang ada di foto ini, kemungkinan merekalah target selanjutnya dari organisasi rahasia itu" balas T.K sambil menunjukkan beberapa foto yang ada di sakunya tadi.
"siapa mereka?" gumam Karin bingung.
"Para penemu, pendiri dari kampus ternama, juga para pemimpin yang bersih dari kasus suap atau hal negatif lainnya. Ada kemungkinan 80% mereka adalah target selanjutnya dari organisasi ini jika dilihat dari korban-korban mereka sebelumnya" jawab T.K dan kelima orang itu pun mengamati setiap foto yang diberikan.
setelah beberapa saat akhirnya mereka menyepakati untuk melakukan apa yang dikatakan oleh T.K sebelumnya, jadi Karin segera mengirimkan surat permintaan baru kepada para bagian kemiliteran.
__ADS_1