Moon And Sun

Moon And Sun
Eps 27. Ketegasan Karin


__ADS_3

"Aish kenapa orang-orang ini tidak ingin pergi?! Tempat yang akan diledakkan justru menjadi tempat paling ramai saat ini." Gerutu Karin yang kesal karena orang-orang di Qreus Hill Mall itu tidak ingin keluar juga.


Karin berjalan menghampiri seorang wanita yang memakai aksesoris berlebihan ditubuhnya, mulai dari kalung, gelang, bahkan sampai wajah nya dilapisi oleh makeup yang teramat tebal. Wanita itu berjalan bolak-balik dari satu toko ke toko lainnya dengan gaya bagaikan seorang model.


"Permisi nyonya yang terhormat, saya dari tadi melihat anda mengelilingi mall ini tanpa henti, apa anda tidak mendengar pengumuman mengenai status darurat yang komandan Eron umumkan tadi?" Ucap Karin dengan tenang, meski dalam hatinya sudah sangat kesal.


Wanita itu menatap Karin dengan tajam, lalu beberapa saat kemudian dia melanjutkan aktifitas dia sebelumnya, yaitu berbelanja. Dia tidak memperdulikan omongan Karin barusan.


"Apa nyonya tidak mendengar apa yang saya katakan? Tolong keluar sekarang juga atau anda akan mati karena meledak disini!" Lanjut Karin yang sudah mulai kesal.


Wanita itu menghentikan aktifitas berbelanja nya tersebut, lalu menatap Karin dengan kesal, "Apa mau mu hah?! Dan siapa kau?! Berani-beraninya kau menyuruhku untuk pergi, apa kau ingin bertanggung jawab jika aku tidak mendapatkan barang-barang limited edition ini?!" Bentak Wanita itu dengan suara yang keras.


Mendengar hal tersebut membuat kesabaran Karin benar-benar habis, dia mundur selangkah kemudian mengeluarkan sesuatu dari saku dibalik jaketnya.


DDOOORRRR ....


Karin menembak ke udara menggunakan pistol yang baru saja dia keluarkan dari saku dibalik jaketnya itu, tembakan Karin barusan membuat atap Mall yang terbuat dari kaca sedikit bolong, tembakan itu juga membuat kaget seluruh pengunjung mall, membuat Karin kini menjadi pusat perhatian semua orang.

__ADS_1


Karin pun menodongkan pistolnya ke satu persatu pengunjung mall tersebut, "Aku tau ini tidak sopan, dan melanggar peraturan, namun kurasa ini satu-satunya cara untuk membuat kalian semua mau keluar dari mall ini!" Teriak Karin masih dengan pistol di tangannya yang iya arahkan ke tiap-tiap pengunjung secara bergantian.


"Sekarang kalian takut dengan suara tembakan barusan bukan? Lalu apakah kalian juga takut ketika aku menodongkan pistol ke kalian satu persatu seperti ini?!" Lanjut Karin kembali dengan suara yang keras agar semua orang dapat mendengarnya, semua orang yang mendengar itu hanya diam tak berkutik.


"Aku yakin sekarang, kalian semua takut dengan kematian! Kalian gemetar dan tak berani berbicara saat aku telah mengeluarkan pistol ku, kalian takut jika aku akan menembak kalian. Namun mengapa kalian masih ada disini?! Tak dengar kah kalian pengumuman tentang status darurat yang diumumkan tadi? Apa kalian masih ingin mementingkan barang-barang mewah itu yang jelas tidak akan berguna jika kalian mati meledak disini? Atau kalian menganggap pengumuman tadi hanya candaan? Kalian hanya akan takut jika memang hal yang berbahaya itu sudah ada di depan mata kalian, seperti pistol ku saat ini? Bodoh!!" Teriak Karin lagi, kini suaranya semakin lantang, saat ini suaranya bergema keseluruh penjuru mall.


Semua pengunjung yang mendengar perkataan Karin langsung menghentikan aktifitas berbelanja mereka, mereka diam sejenak untuk memikirkan apa yang telah Karin katakan, kemudian langsung menjadi heboh dan berbondong-bondong untuk keluar dari mall.


"Huft ..." Karin menghela berat napasnya, napas lega sekaligus lelah. "Syukurlah mereka memahaminya, dasar wanita memang sulit jika tidak diperjelas dengan detail." Ucapnya.


"Bagus semuanya, ayo segera tinggalkan mall ini dan kembalilah ke rumah kalian masing-masing, lakukanlah apa yang seperti pengumuman itu katakan!" Teriak salah satu tentara yang ada di mall tersebut, dan kini tak ada lagi yang protes maupun tidak ingin mendengarkan, semuanya patuh setelah mendengar kalimat-kalimat panjang dari Karin tadi.


"Kerja yang sangat bagus detektif Karin, aku tidak menyangka kau akan setegas itu!" Seru salah satu tentara yang menghampiri Karin dengan wajah kagumnya.


"Hehe terimakasih pak, tapi sebenarnya itu bukanlah ketegasan ku, melainkan kekesalan ku, mungkin setelah ini aku akan segera dipecat karena menodongkan senjata juga membentak para pengunjung." Ucap Karin dengan malu.


"Hahaha kau tenang saja, kami akan menjadi saksi bahwa kau melakukan itu semua demi kebaikan jika sewaktu-waktu kau memang akan dipecat karena masalah ini." Sahut tentara yang lainnya dengan tawa.

__ADS_1


"Benar, jika saja kamu tidak melakukan hal itu, maka aku tidak yakin kalau saat ini mall sudah kosong. Kami para laki-laki memang sulit untuk memahami para perempuan-perempuan di mall itu" Lanjut yang lain.


Dan semuanya pun tertawa begitu pun dengan Karin. "Ahh sebentar aku ingin mengangkat telpon dulu," Seru Karin saat merasakan ponselnya yang bergetar dan melihat kontak bertuliskan "Hyuna" menelponnya, dia pun izin untuk keluar dari percakapan para tentara itu.


"Halo Hyuna, ada apa?" Ucap Karin dengan datar saat mengangkat telpon tersebut.


"Apa kau melihat Lugh?" Balas Hyuna yang ada dibalik telpon tersebut dengan panik.


"Hah Lugh? Bukankah dia ada di universitas Georjuz?" Jawab Karin yang mulai bingung.


"Tidak ada, aku baru saja menyelesaikan pengungsian seluruh orang yang ada di Albion University, lalu setelah itu aku langsung pergi ke universitas Georjuz, namun aku tidak dapat menemukan Lugh disini. Saat aku bertanya, salah satu tentara mengatakan Lugh pergi setelah menyelesaikan pengungsian bersama seorang wanita, dan dia bilang wanita itu mirip dengan mu." Ucap Hyuna menjelaskan panjang lebar.


"Aku bahkan baru beberapa menit menyelesaikan pengungsian di tempat ku, bagaimana bisa aku pergi ke tempat Lugh, dan untuk apa aku menemuinya?" Balas Karin bingung.


"Gawat!" Gumam Hyuna dengan pelan namun Karin dapat mendengarnya dengan jelas, "Gawat kenapa? Apa yang terjadi?!" Lanjut Karin yang semakin dibuat bingung oleh perkataan setengah-setengah Hyuna itu.


"Sepertinya Lugh telah dibawa oleh organisasi rahasia itu, jika memang bukan kaulah yang dimaksud oleh tentara tadi, maka itu pasti Melinda yang menyamar menjadi mu. Dan dia pasti disuruh oleh Lucky, aku tidak tau apa maksud dan rencana yang akan mereka lakukan dengan menculik Lugh, namun kita harus segara mencari dan menemukan Lugh sebelum hal buruk terjadi!" Jawab Hyuna membuat Karin kaget dan panik.

__ADS_1


"Astaga! Yasudah kalau begitu kita semua harus berkumpul kembali, kita berkumpul di markas, hubungi yang lainnya juga!" Seru Karin dan Hyuna menjawab "iya".


Telpon tersebut pun dimatikan, Karin pamit kepada para tentara dan segera pergi untuk melaju ke markas mereka, begitu pun dengan Hyuna. Di perjalanan Hyuna juga menghubungi Joo, Asyraf, Raizel, dan T.K untuk segera ke markas juga.


__ADS_2