
Sudah satu minggu aku tinggal di dalam Dungeon. Yang aku lakukan setiap hari hanya bersenang-senang dengan monster pemberian Dungeon core.
Selain goblin, ada tambahan Orc yang muncul empat hari lalu. Perilaku Orc sangat kasar saat bercinta tapi aku menyukainya, itu merupakan rasa yang berbeda dari para goblin.
Merasakan sensasi yang berbeda saat bercinta antara goblin dengan Orc, membuatku mulai berpikir jika setiap ras memiliki kenikmatan tersendiri saat berhubungan badan.
Itu membuatku ingin merasakan semua rasa dari ras yang ada di dunia ini
Benar, aku ingin merasakan semuanya.
Begitu banyak ras baru yang muncul di dunia, aku menginginkan mereka meniduruiku dan saling berbagi kebahagiaan bersama.
Jantungku berdrbar kencang, nafasku menjadi tidak beraturan. Kondisi mental yang terganggu membuatku tanpa sadar mengaktifkan skill yang membuat kewanitaan ku menghisap cairan lawan main.
Biasanya aku menggunakan skill itu untuk mempercepat pasanganku mencapai puncak. Tapi jika digunakan terlalu berlebihan akan sangat berbahaya, seperti contohnya terjadi pada goblin yang saat ini tengah menggilir ku.
Bagaikan vakum penghisap, seluruh cairan goblin tersedot habis hingga menyisakan tulang berbalut kulit. Hanya dalam waktu dua puluh detik, skill itu membuat goblin mati dengan kebahagiaan.
Walaupun bercinta denganku telah menyebabkan jatuhnya korban, tapi tidak ada satupun dari para monster yang berniat untuk meninggalkan barisan antrian.
__ADS_1
Mereka seakan tidak peduli dengan nasib dari rekan mereka sendiri.
“Mungkin ini akan menjadi tujuan hidupku yang baru.” gumamku yang kemudian mulai bangkit dari singgasana.
Semua goblin dan Orc terlihat senang saat aku mulai meninggalkan tempat dimana aku duduk sepanjang hari. Ini merupakan rutinitas harian yang aku lakukan setidaknya satu kali dalam sehari.
Aku menyebutnya sebagai aktifitas memberi makan Ratu.
Sebuah aktifitas dimana aku akan berjalan ke tengah ruangan lalu membiarkan para monster menjamah ku secara beramai-ramai, sebagai gantinya aku akan menghisap dua puluh persen Exp yang semua monster miliki.
Kemampuan itu aku dapat setelah mendapatkan gelar [Nymphomaniac] setelah bercinta 50 kali dalam satu hari.
Empat jam kemudian seribu goblin dan Orc terkapar di lantai. Setelah terpuaskan mereka kemudian beristirahat begitu saja disembarang tempat. Itu membuat keadaan di lantai ini seperti wilayah pembantaian.
Aku kembali duduk di singgasana, menatap bosan dengan para pejantan yang telah aku kalahkan. Tidak lama kemudian beberapa goblin masuk, mereka adalah para betina yang semuanya adalah anak-anak ku.
Mereka ditugaskan untuk membersihkan tempat ini setelah waktu makan berakhir.
Sebagian besar dari anak yang aku lahirkan tidak memiliki nama seperti monster lain. Saat ini hanya dua anak yang aku beri nama yaitu Zodort yang merupakan anak pertama dari ras goblin dan Oci anak pertamaku dari ras Orc.
__ADS_1
Keduanya saat ini sedang pergi berburu, aku harap mereka mendapatkan tangkapan yang bagus.
Aku tidak tidak memiliki kegiatan lain pun melihat-lihat gudang skill yang aku miliki sambil berbincang dengan Asisten perpustakaan.
“Asisten, di mana letak Dungeon core saat ini?.”
[Dungeon core saat ini berada di lantai 7]
“Woah, bukankah itu lima lantai dari tempat kita berada. padahal satu minggu lalu Dungeon ini hanya memiliki satu lantai.”
[Sebagian besar karena emosi yang anda berikan]
“Bukankah itu artinya perkembangan Dungeon ini sebagian besar adalah karena aku? Tapi kenapa dia begitu membatasi ku sekarang?.” aku mengeluh karena jumlah monster yang diizinkan untuk bercinta denganku sekarang di batasi.
Bukan hanya itu, monster yang berasal dari rahimku alias anak-anakku pun mulai mendapatkan diskriminasi dari monster yang berasal dari Dungeon. Tentu saja semua ini membuatku kesal.
Keadaan ini bermula setelah terjadinya perkelahian antar anak-anakku dengan monster Dungeon, perkelahian itu mengakibatkan beberapa monster tewas yang berasal dari pihak Dungeon.
Tapi masalahnya bukan karena adanya monster yang terbunuh, memainkan karena sejak kejadian itu Dungeon core sadar jika monster yang aku lahirkan jauh lebih sulit untuk dikendalikan, bahkan dalam beberapa kasus mereka sama sekali tidak bisa di kontrol.
__ADS_1
“Mungkin memang sudah saatnya aku pergi dari Dungeon ini.”