Mother of Monster

Mother of Monster
20. Pengungsian


__ADS_3

Ochi masih terus menangis saat mengantar kepergian ku. Gadis itu terus memelukku seakan tidak akan melepaskannya. Tapi beruntung Zodort bisa menenangkan adiknya.



Diluar teritori Dungeon aku berpisah dengan sembilan belas ribu, sembilan ratus, sembilan puluh sembilan anakku yang aku lahirkan dalam sehari.



Sebenarnya jumlah anakku mencapai 20.000, tapi saat ini satu putraku yang tercipta dari Dungeon Core tidak bisa datang karena menggantikan aku sebagai inti Dungeon.



“Hiduplah saling menjaga dan dilarang saling membunuh antar saudara. Kalian dilarang pergi meninggalkan wilayah teritorial Dungeon. Terkecuali jika bersama Elder,”



Elder adalah sebutan untuk Anak-anakku yang telah diberikan nama. Selain Zodort dan Ochi, Aku Juda memiliki tiga anak bernama lainnya.



Ra yang merupakan sebuah Core Dungeon, dia mengawasi seluruh area.



Marlin adalah seorang Witch dengan kecerdasan yang lebih baik dari anak lainnya.



Audrey diberkahi dengan kekuatan luar biasa. Dia memimpin lima ribu pasukan dibawah komandonya.



“Jika ada manusia atau monster liar yang memasuki area Dungeon, maka kalian boleh melakukan apapun pada mereka.”



Itu adalah pesan terakhirku sebelum menghilang Menggunakan teleportasi.



Skill teleportasi hanya bisa membuatku pergi ketempat yang pernah aku datangi. Karena itulah aku hanya bisa pergi sejauh negeri kilometer dari hotel, tepatnya diluar area hutan.


__ADS_1


Aku melihat ke dalam hutan untuk memastikan tidak ada yang mengikuti. Nafas berat aku hembuskan, berusaha untuk tegar aku melangkahkan kaki memulai perjalanan menuju tempat pertama yang ingin aku kunjungi.



Pengungsian Survivor.



\*\*\*



Sebuah supermarket yang dijadikan sebagai tempat pengungsian, saat ini telah ada 2.500 pengungsi yang berada di tempat itu sehingga membuatnya over kapasitas.



Untuk mengimbangi jumlah pengungsi mereka memperlebar batas wilayah hingga mencapai beberapa bangunan tinggi disekitar supermarket.



Tapi setelah masalah tempat tinggal telah teratasi. Masalah lain yang lebih krusial pun muncul, yakni masal pasokan makanan. Menyediakan makanan untuk 2.500 manusia adalah tugas yang sangat berat untuk pihak manapun yang mencoba bertahan di dunia hancur seperti saat ini.




“Aku sangat lapar.” keluh seorang penjaga di sebuah menara pengawas.



“Jatah dari hari ke hari semakin sedikit bukan?. Apa sebaiknya kita mencoba menjadi Hunter saja?.” penjaga lainnya mengatakan sebuah rencana. Tapi rekannya segera menolak.



“Itu mustahil, manusia seperti kita tidak memiliki banyak keahlian khusus. Jika saja aku tahu dunia akan menjadi seperti ini maka aku akan menjadi orang baik sebelum Outbreak terjadi.” bala penjaga itu.



“Ahaha... aku yakin banyak orang yang memiliki pemikiran seperti mu, termasuk aku.”



Hunter adalah sebutan untuk orang-orang yang berburu monster, entah itu untuk menaikan level atau untuk mendapatkan makanan.

__ADS_1



“Hey, apa kau melihat sesuatu yang berkilau di arah sana.” salah satu penjaga menunjuk kesebuah arah yang terlihat sebuah pantulan cahaya yang bergerak ke arah pengungsian.



Penjaga yang lainnya pun segera menggunakan teropong pada sniper untuk melihat apa itu sebenarnya.



“Apa itu monster?.” tanya penjaga pada rekannya.



“Tidak, tapi itu seorang wanita.” balasnya.



“Wanita?, Tck semakin banyak saja pengungsi di tempat ini.”



“Tapi ada sesuatu yang aneh.” lanjut penjaga itu yang masih mengawasi wanita yang datang melalui teropong.



“Aneh?.” rekannya mulai keheranan.



“Dia mengenakan gaun, helem dan pelindung lengan yang berwarna emas.”



Merasa penasaran penjaga itu pun mencoba melihat sendiri, dan ternyata semua yang dikatakan oleh rekannya adalah kebenaran. Wanita berambut merah yang wajahnya tertutup oleh helem semakin dekat dengan pengungsian.



Merasa ada kejanggalan, keduanya pun menghubungi atasan mereka. Haris yang mendapat laporan itu segera melihat sendiri wanita yang kini berada di depan pintu masuk pengungsian, pria itu merasakan hal yang sama seperti anak buahnya.



Beberapa penjaga pun dikerahkan untuk menangkap wanita itu, Haris berharap jika wanita itu adalah orang sama seperti yang diceritakan para survivor satu hari sebelumnya.

__ADS_1



__ADS_2