Mother of Monster

Mother of Monster
16. Restoran


__ADS_3

Setelah puas berenang aku tiduran di kursi panjang menjemur diri dibawah sinar matahari, mereka yang di atap terus memperhatikan tapi aku tidak peduli.


Hingga beberapa saat kemudian aku mendengar kabar dari asisten perpustakaan jika anak-anakku akan pulang setelah berburu, mereka membawa beberapa hadiah yang menarik.


***


Lantai dua yang merupakan sebuah restoran kelas atas dahulu sering dijadikan tempat orang penting mengadakan pesta. Tapi sekarang tempat itu begitu berantakan setelah serangan para monster.


“What a mess...” aku cukup marah melihat kondisi hotel yang aku bangun dari nol menjadi tempat yang begitu kotor, berantakan dan tidak berkelas. Aku menggunakan telekomunikasi untuk mengambil Mayat dan menjadikannya kedalam storage.


Lalu mulai menggunakan kekutan sihir untuk memperbaiki semuanya. Dengan satu jentikan jari semua yang ada dalam ruangan itu bergerak terbalik.


Kecepatan pemutar balikan waktu berjalan begitu cepat hingga seluruh ruangan kembali pada kondisi sebelas hari lalu dalam satu menit.


“Sihir menang sangat praktis bukan?.” gumamku.


Aku duduk di salah satu meja ditengah. Sebagai sopan santun untuk menghormati tempat ini aku pun mengenakan gaun hitam yang dibuat menggunakan sihir.

__ADS_1


Tidak lama kemudian satu goblin menyalakan lilin di setiap meja sebagai penerangan, mereka telah mengenakan stelan jas hitam seperti seorang pelayan restoran.


Menggunakan sihir Creation aku menciptakan botol wine, satu goblin mengambil botol itu lalu menuangkan ke gelas ku. Aku menatap cairan merah di dalam gelas, setelah beberapa saat menatap cairan merah itu aku pun meminumnya secara perlahan.


Ini untuk pertama kalinya aku meminum anggur, tidak perlu aku menyebutkan kenapa bisa tidak pernah minum satu kali pun sebelumnya. Aku hapal bagaimana cara menikmati wine, karena sebagian pemilik hotel ini aku seringkali mengajarkan bagaimana cara untuk melayani tamu pada pelayan baru.


“Aku sama sekali tidak mengerti, apa rasa dari anggur memang seperti ini?.”


[Itu mungkin karena mulut anda belum terbiasa dengan alkohol]


“Aku tidak merasakan mabuk sedikitpun, jangan mengatakan jika tubuhku kebal dari efek mabuk?.”


[Dugaan anda benar. Mabuk diklasifikasikan sebagai efek keracunan, sedangkan tubuh anda kebal dengan efek racun]


Aku agak menyesal mendengarnya, banyak orang mengatakan merasakan mabuk adalah hal terbaik yang bisa mereka rasakan terutama sehabis bekerja maupun merasakan stress memikirkan beban hidup.


“Cukup mengecewakan, tapi aku tetap menyukai rasa ini.” membuat wine lainya, aku kembali menikmati minuman itu. Hingga akhirnya Zodort dan Oci kembali bersama pasukan mereka membawa hadiah yang aku tunggu.

__ADS_1


“Ibu, kami kembali.” Oci berlari dengan begitu gembira. Dia hendak memelukku tapi segera aku cegah, “Take a bath first.” aku meminta pada mereka untuk mandi lebih dahulu. Oci terlihat murung, namun dia tetap mengikuti perintah yang aku berikan.


Sepertinya apa yang mereka dapat dari berburu menunggu di lantai pertama.


“Tapi sebelum itu, Zodort!.”


“Ya Bu?.”


“Aku ingin kau pergi ke atas untuk menyapa beberapa manusia di sana.”


“Baik.” Zodort segera pergi bersama dengan pasukannya.


“Lalu bagaimana denganku?,” Oci marah karena hanya kakaknya yang mendapat Misi, “Oci bersama pasukannya membersihkan gedung dari monster.”


“Yeah, bertarung aku akan menyelesaikan tugas ini dengan sempurna, tidak akan ada monster lemah di tempat ini.” Orc wanita ini sangat bersemangat.


bersama pasukannya Oci segera berlari menyusul Zodort yang sudah lebih dahulu pergi ke lantai atas.

__ADS_1


__ADS_2