Mother of Monster

Mother of Monster
18. Sudah Terbayarkan


__ADS_3

Lantai dua menjadi begitu gaduh lantaran pesta yang sedang terjadi. Para monster dengan pesta makan mereka, dan pesta lendir yang berpusat pada seorang wanita berambut merah.


Roland yang baru terbangun tidak mengerti apa yang sedang terjadi di depannya. Dia terus bertanya dalam hati apakah ini saat yang tepat untuk meninggalkan hotel? Jika dia menyelip ke lantai bawah Rolan bisa keluar.


Tapi dia segera mengurungkan niatnya ketika melihat satu goblin meninggalkan meja makan lalu menuju pesta yang lainnya.


“Bu... apa aku boleh memiliki yang ini?.” goblin besar itu menarik salah satu wanita yang mengerumuni rambut merah.


“Tentu, bersenang-senang dengannya.”


Mendapatkan ijin dari wanita yang dipanggil ibu, goblin itu segera menarik salah satu perempuan dengan seragam. Dia bukan salah satu dari survivor.


“That so big, That so big.... oooh... you will break me.” wanita itu meronta kesakitan saat kejantanan goblin itu mulai memasukinya. Namun yang terlihat aneh seakan wanita itu sama sekali tidak melakukan penolakan, justru semakin lama dia terlihat menikmatinya.


“Hey, pria hijau. Bisakah aku juga ikut?.” wanita lainnya yang merupakan seorang survivor datang pada goblin dengan suka rela.


Walaupun wanita itu sudah memiliki anak, tapi dia tidak peduli sana sekali karena saat ini anaknya sedang dirawat dengan begitu baik oleh Wanita berambut merah.


Goblin pun menarik wanita itu lalu merawat keduanya secara bergantian. Sebelum akhirnya para monster yang sudah kenyang mulai ikut berpesta.

__ADS_1


Di depan mata Roland keadaan menjadi begitu kacau. Dia tidak berani bergerak dan terus pura-pura pingsan. Entah karena takut atau dia menikmati apa yang ada didepannya.


***


Monster dan manusia tidur bersama, mereka tergeletak dilantai setelah pesta yang berlangsung selama berjam-jam semalaman.


Aku bangkit dari tengah para monster. Beberapa hal telah aku dapatkan setelah menyerap semen para monster yang dibawa oleh anak-anakku.


Berdiri di balkon aku menatap bulan purnama. Tiba-tiba gigi taring memanjang, bulu lebat tumbuh begitu cepat di seluruh kulit dan kuku setajam silet. Seakan aku akan berubah menjadi sosok manusia serigala. Ini adalah kekuatan dari monster Kbold yang baru aku serap.


Aku kembali mencoba kekuatan lainnya.


Tanganku berubah menjadi keras seperti kayu, akar tanaman keluar dari telapak tangan. Kekuatan ini aku dapatkan dari monster pohon bernama Treant. Melihat kekutan Treant membuatku teringat bagaimana aku bercinta dengan monster itu.


Sruuup... “Aaah... Yap ini nikmat.” aku menikmati air seniku sendiri.


Selanjutnya aku mencoba kekuatan monster lainnya.


Sisik ular, kakiku berubah menjadi ekor ular. Aku memiliki sensor panas yang merupakan keahlian para reptil.

__ADS_1


Sayap burung, kedua kakiku memiliki cakar unggas. Sekarang aku bisa bebas terbang di langit, yah walaupun tanpa sayap aku pun bisa terbang dengan sihir.


Lalu mataku bertambah menjadi delapan dan delapan kaki laba-laba tumbuh di belakang punggungku. Aku bisa memproduksi benang laba-laba sekarang, aku pikir itu cukup keren.


Aku terus mencoba berbagai hal dengan kekutan itu.


“Mengoleksi seluruh kekuatan ini cukup menyenangkan. Aku penasaran apakah ada efek samping saat semakin banyak kekuatan yang aku miliki?.” tatapanku kembali tertuju pada bulan yang bersinar terang.


[Anda tidak perlu khawatir. Tubuh makhluk agung akan mampu menampung kekutan yang tidak terbatas]


“Itu melegakan, aku pikir jika terlalu banyak mendapatkan kekuatan bisa membuat pikiranku terkikis.”


[Konsep dari mana itu?]


“Sebagian besar cerita film dan manga yang aku lihat selalu memiliki konsep seperti itu.” Ku duduk bersantai sambil mulai menyalakan rokok, “Jika menginginkan kekuatan besar, makan pengorbanan yang besar pun diperlukan. Lalu pengorbanan apa yang harus aku berikan untuk kekuatan ini?.”


Untuk pertama kalinya aku menghisap rokok, dan hasilnya batuk-batuk parah aku alami. Aku samasekali tidak mengerti kenapa orang-orang suka menghisap rokok yang jelas-jelas tidak enak dan menghabiskan uang, belum lagi masalah kesehatan yang nantinya akan diderita oleh para perokok.


“Fuuuuhhh....” tapi aku tetap menghisap rokok itu hingga beberapa batang.

__ADS_1


[Anda telah membayar semua kekuatan yang anda miliki sekarang dengan seluruh karma poin yang anda miliki]


Aku tersenyum setelah mendengar perkataan asisten perpustakaan.


__ADS_2