Mother of Monster

Mother of Monster
4. Bangkit kembali


__ADS_3

“Aku telah melakukan yang terbaik.”


Banyak hal yang telah aku lakukan setelah itu, aku terus bekerja keras untuk bertahan hidup. Ku gunakan semua cara hingga akhirnya bisa bertahan selama dua puluh tahun.


Itu membuatku cukup terkenal, hingga beberapa orang mengatakan jika aku adalah seorang penyelamat.


Aku kembali setelah melihat kilasan masa lalu dengan ibuku. Karena tidak ingin dipusingkan dengan pilihan skill, gelar, item dan segala yang bisa aku dapatkan dengan poin karma, aku pun memutuskan untuk membiarkan sistem memilih yang terbaik untukku.


Hasilnya aku hampir membeli semua pilihan teratas.


***


Aku kembali di bangkitkan, tapi saat sadar aku tidak tahu sedang berada di mana.


Tubuhku terbaring di atas ranjang dorong yang dimiliki oleh rumah sakit, sementara itu sekitarku terdapat banyak sekali mayat yang tergeletak di lantai menumpuk dan tercium bau busuk yang begitu menyengat.


Sangat mengerikan, aku merasa mual dan begitu ketakutan, hingga tanpa sadar aku berteriak sambil meringkuk ketakutan. Tapi dengan cepat perasaan takut itu sirna dan aku pun menjadi begitu tenang.


“Aneh, seakan sesuatu telah menarik rasa takut, cemas dan gelisah begitu saja. Sebenernya apa yang terjadi?.”


[Izinkan saya menjawab]


Sebuah suara tiba-tiba terdengar di dalam kepalaku.

__ADS_1


“Heh, Sistem? Tapi kenapa aku merasa suaranya berbeda?”


[Bukan, saya bukan sistem dunia, melainkan asisten dari perpustakaan Akashic yang anda miliki]


“Perpustakaan Akashic? Ah... itu item yang disarankan sistem untuk dibeli.” aku mengingat dengan sebuah surat kepemilikan yang aku beli seharga seratus ribu poin karma.


Asisten perpustakaan pun kemudian memberitahu jika kemampuan dari gelar (The Lust) dari salah satu tujuh dosa mematikan dapat membuatku mengontrol emosi.


[Gelar Sang Nafsu aktif secara otomatis saat anda merasa kebingungan maupun ketakutan]


“Begitu rupanya, tapi akan sulit jika aku nanti terlihat begitu dingin tanpa emosi.”


[Jangan khawatir, efek dari gelar The Lust hanya akan aktif jika emosi anda diluar kendali]


“Aku tidak tahan dengan bau busuk ini, sebaiknya aku pergi.”


Baru saja aku bangkit dari tempat tidur dorong, tiba-tiba beberapa mayat juga ikut bangkit. Melihat itu sontak membuatku sangat terkejut.


“Apa mereka zombie?.”


[Benar.]


Para zombie itu menatapku dengan mata busuk mereka, tubuh yang tidak lengkap dengan bekas luka yang membuat membuatku merasakan ketakutan luar biasa.

__ADS_1


Tapi seperti sebelumnya, ketakutan itu segera hilang karena efek gelar Sang Nafsu.


[Peringatan, teridentifikasi niat jahat dari beberapa entitas inferior. Disarankan untuk memusnahkan sumber ancaman]


“Heh... Apa yang harus aku lakukan?.”


[Api adalah kelemahan dari ras Undead terutama zombie. Saran gunakan sihir api]


“Bagaiman aku melakukannya? Aku sama seperti tidak mengerti tentang sihir.”


Semakin banyak mayat hidup yang bangkit hingga aku dikepung oleh para zombie. Mereka berjalan begitu lambat menuju ke arahku.


[Pikirkan tentang api]


“Api?.”


Hanya dengan mengucapkan satu kalimat, efek yang terjadi setelahnya benar-benar diluar nalar.


Ledakan besar terjadi membakar setiap mayat di ruangan itu, hingga besi pun meleleh dan tembok menjadi bara api.


Semua api itu bersumber dari tubuhku.


“Em.... seperti aku butuh pakaian baru.” ucapku setelah melihat pakaian pasien yang aku kenakan telah terbakar habis.

__ADS_1


__ADS_2