Mother of Monster

Mother of Monster
21. Di Ruangan Interogasi


__ADS_3

“Queen, sungguh nama yang aneh.”



Haris mencoba melakukan interogasi pada wanita berpenampilan aneh. Mereka saat ini berada diruang tertutup dengan beberapa orang yang mengawasi.



“Kau memulai dengan mengomentarinya nama, Sungguh? Apa tidak ada hal lain yang muncul di otakmu selain membahas tentang nama seseorang untuk memulai percakapan?.” Queen membalas perkataan Haris dengan begitu tenang, seakan dia tidak terintimidasi pada pemimpin pengungsian ini.



Empat orang yang menjaga tempat itu saling memandang, mereka tertawa kecil mendengar perkataan Queen. Mereka seakan menganggap jika wanita itu sebentar lagi akan menyesal atas sikapnya.



Haris tertawa, tapi dapat dilihat dengan jelas jika dia mencoba bersabar, “Kau tidak ingin seseorang menjelekkan namamu, oke. Kalau begitu aku akan mengganti pertanyaan ku.....”



“Fuuuu.....”



Queen menghembuskan asap rokok saat Haris berbicara di depannya. Semua orang termasuk Haris terdiam melihat kelakuan wanita itu, mereka semua penasaran kapan dia mengambil rokok lalu menyaksikannya.



“Jadi apa yang tadi anda ingin tanyakan?.” Semua orang kembali tersadar setelah mendengar perkataan Queen.



Wajah Haris berubah menjadi begitu serius, “Bukan kah kau sama sekali tidak memiliki kesopanan pada tuan rumah.” perkataan Haris penuh dengan ancaman. Tapi Queen tidak peduli dan terus menghisap rokoknya.



“Kenapa aku harus peduli tentang kesopanan, jika kalian sendiri yang menyeret aku ke tempat ini?.”



Haris semakin tidak dapat menahan emosinya, begitu pula dengan empat penjaga yang berada diruang itu. Seolah setiap ucapan yang keluar dari bibir Queen membuat mereka semakin marah, walaupun sebenarnya perkataan wanita itu tidak terlalu menyakitkan perasaan mereka.



“Dam aku ingin tahu siapa sebenarnya yang kau maksud dengan ‘Tuan rumah’ karena aku tahu jika kau bukanlah pemilik tempat ini.” kata Queen yang sontak membuat Haris tidak lagi dapat menahan emosinya.



“Tutup mulut mu jalan9!.”



“Khook.....!”



Haris dengan cepat meraih leher Queen laku menariknya dengan keras hingga melemparnya ke dinding. Kekuatan pria itu melebihi manusia biasa, itu dikarenakan levelnya telah meningkat.



“Ghok... ugh!.” Queen merasakan sesak nafas akibat dicekik dengan beras dan tubuhnya membentur dinding dengan kuat.

__ADS_1



“Dimana kesombongan mu tadi, HAH!.”



“Ghak! Aak!.”



“Wanita lemah seperti mu berani meniup asap ke wajahku.”



“Uhuk..!”



“Sialan, aku akan menjadikanmu makanan anjing!.”



Haris menendang perut Queen yang terkapar di samping tembok, diiringi oleh suara tawa keempat penjaga. Quest yang tidak berdaya hanya dapat menerima semua tindakan kasar Haris.



Hingga...



“Oh... lihat kau kau menyembunyikan sesuatu yang luar biasa di sana.”




“Akan aku tunjukkan tempat yang seharusnya untuk p3l4cur seperti mu!.”



“Agh... agh.... ah... aaah....”



Queen tidak dapat melakukan perlawanan saat Haris mulai menggagahi tubuhnya. Melihat wanita yang saat ini dinikmati oleh bosnya, membuat keempat penjaga mulai gusar. Suara yang keluar dari Queen saat Haris dengan paksa menidurinya, membuat libido keempat pria itu semakin naik.



“Biarkan aku mencobanya juga bos.” penjaga pertama mulai mendekat.



“Aku juga bos, sudah lama aku tidak melihat keledai sebening ini.” penjaga keduanya tidak dapat menahan air liurnya menetes.



“Suaranya mantap sekali, aku ingin menyumbat mulutnya dengan torpedo milikku.” penjaga ketiga sudah mulai mengeluarkan kejantanannya.



“Apa bagian belakang masih kosong?.” penjaga keempat terus memperhatikan bagian b0k0ng Queen.

__ADS_1



Melihat anak buahnya yang seperti anjing kelaparan menatap tubuh Queen, membuat Haris yang tengah bersenang-senang menjadi terganggu.



“Apa kalian ingin mati?.” Haris begitu marah karena kesenangannya terganggu, “Tunggu hingga aku puas menikmati p3l4cur.....”



Plak!



Dengan sisa-sisa tenaga yang dia miliki, Queen menampar wajah Haris. Walaupun rasa sakitnya tidak seberapa, tapi Haris menjadi begitu marah karena wanita yang begitu lemah berani menamparnya. Itu membuat harga dirinya terluka.



“Wanita sialan!.” Haris mencekik leher Queen hingga membuatnya sesak nafas. Lidah wanita itu terjulur keluar dengan wajah yang sangat merah. Melihat itu justru membuat keempat penjaga semakin tidak bisa menahan diri.



“Ugh.... Fak, apa-apaan dengan milik p3l4cur ini.” Haris sangat menikmati kli\_mAxe pertamanya. Perlahan dia mundur menjauhi Queen yang terkapar tidak berdaya di atas meja, Haris menelan ludah karena begitu terpukau dengan tubuh Queen.



Keempat tidak bisa menahan dirinya lebih lama, Haris menyadari itu. Karena itu walaupun sebenarnya dia masih belum puas, Haris terpaksa memberikan giliran pada keempatnya.



Kelimanya terus bergantian menggunaka tubuh Queen untuk memuaskan nafsu mereka. Semakin lama Haris semakin kehilangan pikiran, dia tidak peduli lagi dengan giliran untuk berbagi dengan empat anak buahnya. Mereka melakukannya secara bersamaan hingga berjam-jam.



Suara erangan kesakitan Queen perlahan berubah menjadi d35ah kenikmatan. Bibirnya terpelintir membentuk senyawa saat kelima pria itu terus mengotori tubuhnya dengan semen.



\[Efek gelar Nymphomaniac aktif\]



Seluruh semen yang membahas tubuhnya perlahan terserap melalui pori-pori yang kemudian diolah menjadi Exp. Level Queen bertambah saat dia merasakan kenikmatan, sementara level lawan mainnya perlahan berkurang.



“Ohhh.... aku tidak sabar bercinta dengan 2.500 pengungsi di gedung ini.” ucap Queen. Dibawahnya terkapar tubuh Haris dan empat anak buahnya yang kehilangan kesadaran setelah stamina mereka habis terkuras.



Hanya dengan helem besi yg menutupi wajahnya, tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya. Queen keluar dari ruangan itu menuju area pengungsian.



Dia siap melakukan pesta besar di supermarket ini.



\*\*\*


__ADS_1


\[Note: lagi-lagi gini\]


__ADS_2