Mother of Monster

Mother of Monster
5. Keinginan Terpendam


__ADS_3

[Level up]


[Level up]


[Level up]


[Level up]


.......


....


..


Tubuhku mengeluarkan cahaya, itu terasa sangat menyegarkan. Untuk pertama kalinya aku tidak merasakan sakit di manapun pada tubuhku.


“Inikah yang dinamakan dengan 'Sehst'?.”


Di tengah ruangan mayat yang dipenuhi oleh abu jenazah, aku merasa telah dihidupkan kembali.


[Selamat anda telah mencapai level 10]


Suara Asisten perpustakaan membuatku tersadar.


“Itu cepat, apa para zombie merupakan monster kuat sehingga aku mendapatkan banyak Exp saat membunuh mereka?.”


[Bukan. Zombie hanyalah monster tingkat rendah, mereka memberikan sedikit Exp poin]


“Lalu kenapa aku langsung naik hingga level 10 setelah membunuh mereka?.”


[Itu dikarenakan naik level saat awal memang sangat mudah, dan juga job Expertis yang anda miliki menambah jumlah Exp sebesar 200%]


“..... Itu perkalian yang banyak.”


Aku memiliki 200 stat poin yang aku dapatkan setelah menjadi Greater Creature, sementara tambahan 150 stat poin lagi setelah mencapai level 10.


“Sepertinya setiap naik level aku akan mendapatkan 15 SP (Stat Poin).”


Dengan total 350 poin yang terkumpul, aku tidak tahu statistik mana yang harus aku tambahkan.


Ada empat statistik dasar yang bisa aku naikkan yaitu.


Attack: statistik dasar dari kekuatan, semakin tinggi stat ini maka kekuatanku akan meningkat. Biasanya orang yang fokus menaikan statistik ini adalah mereka yang memiliki keahlian bertarung secara fisik.


intelligence: Kecerdasan, statistik yang akan membuat IQ semakin tinggi, juga berpengaruh terhadap kapasitas energi mana dan kerusakan serangan sihir. Mereka yang ingin menjadi penyihir akan menaikan statistik ini.


Speed: Kecepatan, statistik peningkat kecepatan gerak, refleks dan intuisi. Sebagian besar orang yang menaikan stat ini adalah mereka yang mengandalkan kecepatan seperti job pencuri misalnya.

__ADS_1


Lalu statistik yang terakhir adalah Durabilitas. Stat ini berpengaruh terhadap ketahanan tubuh, Ketebalan Health poin dan mengurangi kerusakan yang bisa diterima. Orang-orang yang memiliki job garis depan seperti prajurit perisai dan Knight akan menaikan statistik ini sebagai prioritas utama.


[Jadi statistik mana yang akan anda naikan?]


“Ini sangat memusingkan, aku bahkan belum memutuskan akan mengambil peran apa.”


Apakah aku ingin menjadi seorang penyerang? Itu terlihat keran jika menggunakan pedang untuk membasmi monster.


Atau bagaimana dengan menjadi penyiar? Patut diperhitungkan karena penyihir adalah pekerjaan yang tidak merepotkan, aku hanya perlu melempar sihir untuk mengalahkan monster.


“Pekerjaan apapun boleh saja, asalkan aku tidak ingin menjadi perisai dagu karena aku muak dengan rasa sakit.”


[Jika seperti itu mungkin anda perlu menaikkan kecepatan agar bisa menghindar dari serangan yang datang]


“Itu saran yang cukup bagus....”


Kemudian setelah melakukan beberapa penyesuaian pengalokasian poin pada setiap statistik. Hasilnya menu stat milikku menjadi seperti ini...


___________________________________________


Nama: None


Level: 10


Ras: Great Creature


Hp: 2.500 MP: 2.000


ATK: 100 INT: 100


SPD: 140 DUR: 50


Stat poin: 0


___________________________________________


“Aku rasa ini sudah cukup.” kataku.


Bersiap untuk keluar dari kamar mayat, tapi sebelum itu aku perlu membuat pakaian lebih dahulu. Dengan sihir kreasi aku bisa membuat pakaian dengan mudah, hanya tinggal membayangkannya saja maka apa yang aku inginkan akan menjadi kenyataan.


Tapi saat aku hendak menciptakan pakai tiba-tiba pintu kamar mayat terbuka menampilkan sosok anak-anak berkulit hijau, walaupun tubuhnya kecil tapi wajahnya terlihat tua.


“Apakah itu Monster yang aku pikirkan?.”


[Tebakan anda benar, monster itu merupakan Goblin]


Goblin itu melihat sekitar dengan heran, lalu tatapannya tertuju padaku. Goblin itu menjadi begitu bersemangat setelah melihat tubuhku yang tidak mengenakan pakaian.

__ADS_1


“Gugi gugi gugi....” goblin itu mulai menari.


“Apa yang dia lakukan?.” aku bertanya dengan heran.


[Para goblin jantan akan melakukan sebuah tarian ketika mereka akan melepas keperjakaan]


“Jadi maksudmu dia ingin melakukan itu dengan ku?.”


[Benar, itu adalah sifat alami para goblin]


Goblin adalah ras lemah, yang kekuatannya jauh dibawah manusia normal. Namun monster ini memiliki keunggulan dalam jumlah populasi, dimana ras apapun bisa dibuahi oleh para goblin dan masa kandungan hanya memakan waktu 2 minggu.


[Para goblin suka menawan para wanita untuk dijadikan sebagai budak peranakan]


Senyum mengembang di bibirku setelah mendengar penjelasan Asisten perpustakaan. “Hem... terdengar menyenangkan.”


Merasakan kenikmatan bercinta adalah hal yang paling ingin aku rasakan saat masih menderita oleh kutukan, sehingga sebagian besar dari skill dan gelar yang aku miliki ditujukan untuk mendukung keinginan tersebut.


Tapi apa aku serius ingin melakukan yang pertama kali dengan monster kecil itu?.


“Apa terasa enak melakukannya dengan goblin?.”


[Mereka memiliki tongkol kecil]


“Ah....” seketika aku merasa kecewa.


[Tapi mungkin goblin Champions atau goblin king bisa membuatmu puas. Mereka cukup berpengalaman dalam hal seperti itu]


“For real....” aku kembali bersemangat untuk mencari kesenangan duniawi. “Goblin Champions dan goblin king, aku harus mencari mereka, mereka harus memuaskan aku.. Ahahaha...”


Setelah selesai menari goblin kecil itu segera berlari untuk menyergap ku. Tapi menggunakan telekomunikasi aku segera menghentikannya.


Goblin yang sebelumnya bersemangat kini menjadi begitu ketakutan. Tidak dapat menggerakkan tubuhnya, aku mengangkatnya ke udara.


“Oh... tenang saja tuyul ijo ku yang manis, aku tidak akan membunuhmu.” aku membelai kepala botaknya agar goblin itu tenang.


Perhatianku tertuju pada selendang kotor yang digunakan sebagai penutup pinggang goblin. Aku segera melepasnya dan melihat sesuatu yang berdiri tegak.


“Apa itu jari kelingking? Gila kecil sekali.”


“Gugugu.....”Goblin itu menangis mendengar komentar jahat ku mengenai aset miliknya. Itu membuatku tertawa terbahak-bahak.


Goblin kecil itu tidak begitu buruk, mungkin aku akan menggunakannya sebagai latihan sebelum bertemu dengan raja goblin.


“Yeah, mari kita bersenang-senang.”


***

__ADS_1


__ADS_2