Mother of Monster

Mother of Monster
24. Beberapa Orang Aneh


__ADS_3

Terbang menembus awan, Queen menuju area yang telah ditentukan oleh asisten perpustakaan di map universe. Jaraknya cukup jauh dari kota dimana hotel berada. Asisten mengatakan jika hal ini dikarenakan perbedaan kubu dari para pemilik kontrak Dungeon.



“Mereka memiliki kontrak?.” Queen merasa penasaran dengan bagian yang terasa agak janggal. Dia berpikir jika Dungeon akan tumbuh secara alami di tempat yang penuh dengan energi sihir. Tapi ternyata dugaan yang dia dapatkan dari berbagai Novel ternyata salah besar.



\[Walaupun sebagian besar pemilik Dungeon adalah para iblis, tapi ada juga dewa yang ikut dalam pengelolaan Dungeon\]



“Tapi kenapa mereka melakukannya itu? Maksudku menciptakan outbreak.” Queen merasa heran dengan para dewa juga ikut andil dalam bencana besar.



\[Dewa mendapat kekuatan dari para manusia yang mengikutinya, sedangkan iblis mendapatkan kekuatan dari ketakutan manusia. Manusia tidak akan mengingat dewa ketika mereka tidak kesulitan, kehidupan yang damai pun meredam ketakutan manusia\]



Queen menjadi kesal mendengar penjelasan dari Asisten perpustakaan. Dia merasa jika Dewa dan Iblis sama-sama memperlakukan manusia seperti hewan ternak.



Tapi Queen masih mencoba bersikap positif. “Mereka tidak berbeda dengan manusia.” pikir Queen yang selama hidupnya berulang kali berurusan dengan para manusia penuh tipu muslihat, dimana mereka selalu memanfaatkan orang lain untuk kepentingan mereka sendiri.



\[Saya mendeteksi ada manusia yang sedang membutuhkan pertolongan\]



“Apa?.”



Asisten perpustakaan menunjukkan titik Biru di peta yang sedang dikejar-kejar oleh titik merah dalam jumlah besar. Ketika Queen melakukan zoom in peta, dia dapat melihat ada kelompok survivor berjumlah 4 orang sedang dikejar oleh ratusan monster.

__ADS_1



Para survivor itu berlari menuju pemukiman yang sepertinya berisi sepuluh hingga dua puluh pengungsi. Jika keempatnya terus dibiarkan berlari menuju pemukiman itu maka akan terjadi bencana besar bagi para pengungsi.



Tatapan tajam Queen terarah pada empat survivor dibawah kakinya.



\[Apa yang akan kau lakukan?\]



Tanya Asisten perpustakaan, lalu Queen menjawab. “Mari lihat apa yang bisa aku lakukan.” dia pun terbang turun menuju para monster.



\*\*\*




Lari mereka cepat hingga bisa dengan mudah meninggalkan kejaran para monster. Tapi entah karena kelelahan atau semacamnya, mereka terkadang menurunkan kecepatan yang membuat para monster tidak kehilangan jejak keempatnya.



“Buka gerbangnya!.”



“Buka gerbangnya!”



Keempatnya segera meminta penjaga gerbang pengungsian untuk membukakan gerbang agar mereka bisa masuk. Melihat keempat survivor berada dalam bahaya penjaga gerbang pun segera membukakan gerbang.

__ADS_1



Setelah keempat masuk ke dalam wilayah pengungsian, penjaga hendak menutup gerbang. Namun tiba-tiba keempat survivor yang baru saja masuk langsung menyerang para penjaga.



“Ahahaha.... Exp gratis.”



Keempat survivor begitu kuat hingga mereka bisa membunuh para penjaga gerbang dengan begitu mudah. Sehingga tidak ada satupun penjaga yang sempat memberi kabar tentang apa yang terjadi di sana.



“Masuk, ayo masuk semuanya. Bantai semua manusia lemah yang ada ditempat ini!.”



Keempat survivor merasa sangat senang melihat ratusan monster yang mengejar mereka masuk kedalam gerbang, membuat bencana besar pada para pengungsi.



Teriakan dan tangisan para warga terdengar di mana-mana, para survivor itu menonton pembantaian pengungsi dengan begitu antusias seakan sedang melih sebuah film.



“Oh luar biasa, levelku naik. Aku dapat merasakan kekuatan yang aku miliki semakin meningkat.”



Salah satu survivor terlihat bahagia karena levelnya baru saja naik setelah banyak orang meninggal akibat ulahnya. Survivor lain pun memberikan selamat padanya.



“Hebat, aku juga sebentar lagi akan naik.”


__ADS_1


Rekannya yang lain menunggu dan berharap jika semakin banyak orang terbunuh oleh para monster agar lebih banyak Exp yang dia peroleh. Tapi harapan itu tidak akan pernah terwujud saat sesosok wanita dengan helm emas turun dari langit.


__ADS_2