Mother of Monster

Mother of Monster
6. Goblin King


__ADS_3

Mengenakan jubah dokter yang diambil dari mayat, aku menuju lantai bawah tanah rumah sakit.


Tempat yang dijadikan sebagai parkiran mobil itu terdapat sebuah lubang yang menjadi asal para monster muncul di sana. Mengikuti goblin kecil yang telah dijinakkan aku masuk kedalam Dungeon.


[Anda telah memasuki Dungeon tidak bernama]


Suara notifikasi menyambutku begitu memasuki goa. Asisten perpustakaan memberitahu jika orang pertama yang memasuki Dungeon bisa memberikan nama pada Dungeon tersebut.


Mendengar informasi dari asisten perpustakaan, aku pun mencoba menamai Dungeon ini. “Aku menginginkan kesenangan, jadi aku namai Dungeon ini dengan Happiness Dungeon.”


[Nama telah diberikan]


Setelah itu aku kembali melanjutkan perjalanan. Sepanjang jalan kamu berpapasan dengan beberapa goblin, seperti goblin pertama yang aku temui, mereka juga menari tarian aneh saat melihatku.


Setelah menari mereka pun menyerang. Tapi semua goblin terjatuh karena tubuh mereka mendadak menjadi begitu lemas, itu dikarenakan aku menggunakan skill pengendali emosi dari gelar The Lust untuk membuat nafsu mereka bergejolak.


Hingga hanya dibutuhkan senyum kecil dariku sudah cukup untuk membuat para goblin itu keluar.


Dungeon memiliki dua lantai, Asisten perpustakaan mengatakan jika ini adalah Dungeon baru yang masih dalam masa pertumbuhan.


Menuju ruang Dungeon master yang berada di lantai dua, di sepanjang jalan yang aku ambil tergeletak para goblin dengan wajah penuh kebahagiaan.


“Memang pantas Dungeon ini aku beri nama demikian.”


Asisten perpustakaan memberitahu jika terdapat peti harta Karun di lantai dua, tapi aku tidak peduli dan memilih untuk segera bertemu dengan raja goblin.


Tidak lama kemudian aku menemukan pintu ruangan Dungeon master yang dijaga oleh dua goblin bertubuh besar.


“Mereka berbeda dari goblin lain.”

__ADS_1


[Kedua penjaga pintu masuk adalah goblin Champions]


“Oh... jadi itu goblin Champions? Terlihat berotot dan kuat, aku ingin bermain dengan mereka.”


Dua goblin Champions segera waspada ketika melihat kedatanganku. Seperti para goblin yang lain aku mengendalikan emosi mereka hingga keluar.


Tapi aku sangat terkejut ketika keduanya tidak juga tumbang setelah mengeluarkan sebanyak tiga kali.


“Wooah mereka benar-benar kualitas atas, berbeda dengan para goblin lainnya.”


Walaupun tidak bisa menumbangkan kedua, tapi para Champions itu juga telah kehilangan banyak tentang karena mencoba dengan susah payah menahan diri.


Kehilangan stamina dalam jumlah besar membuat dua Champions itu bahkan tidak kuat mengangkat senjata mereka. Mereka pun jatuh bersujud di depan ku.


Pintu gerbang yang tertutup aku dobrak dengan satu kali tendangan membuat Dungeon berguncang hebat.


Asisten perpustakaan mengatakan jika pintu gerbang hanya Bisa terbuka setelah mengalahkan dua goblin Champions. Itu adalah peraturan dasar dari setiap Dungeon.


Di dalam ruangan hanya terdapat satu goblin yang duduk di singgasana. Goblin itu terlihat begitu terkejut melihat kedatanganku.


Dengan waspada goblin segera mengambil pedang yang tergeletak di samping singgasana. Dia bersiap untuk bangkit, namun aku menggunakan keahlian kontrol emosi untuk membuatnya sedikit lebih tenang.


“Aku datang bukan untuk sesaat yang jahat.”


Seakan mengerti ucaps ku, monster hijau setinggi dua meter yang tidak lain adalah goblin King kembali duduk di singgasananya. Pedang besar berkarat itu pun kembali ke tempatnya semula.


Aku tersenyum, kami saling menatap. Tepat di depannya aku mulai membuka jas putih dan memperlihatkan tubuhku yang tidak ditutupi apapun.


Melihat pemandangan di depannya membuat Goblin king kehilangan konsentrasinya. Dia mulai gugup, tidak tahan untuk menerkam ku, tapi dia masih menahan diri.

__ADS_1


Aku naik ke pangkuannya, kami saling berhadapan. Seakan tengah memeluk sebuah fas porselen, kedua tangan goblin king memelukku dengan hati-hati.


Untuk pertama kalinya aku berciuman dengan seseorang, walaupun pasanganku adalah monster yang terlahir menjijikkan tapi aku tetap menikmatinya.


Selanjutnya goblin king menjadi seekor anjing, dia menjilati sekujur tubuhku dengan penuh perhatian, itu membuat tubuhku dilumuri oleh liurnya. Lengket dan bau, tapi semua itu justru membuat aku semakin bersemangat.


“Oh... good. Setelah kesulitan yang aku alami. Ini adalah bayaran yang sepadan... mmmh~” aku menikmati perlakuan goblin king padaku.


Setelah puas menjilati ku, goblin king hendak memasukan miliknya, tapi aku segera menghentikannya. Goblin king terlihat terkejut, namun aku hanya tersenyum.


Aku mendekati telinganya lalu berbisik, “Berikan padaku semua yang kau miliki.” goblin king terbelalak kaget mendengar perkataanku, tapi tidak butuh waktu lama untuk goblin king mengambil keputusan.


Dia bangkit dari singgasana, lalu mempersilahkan aku dudu mengantikan dirinya.


“Sangat tidak nyaman.” komentarku pada tempat duduk yang terbuat dari batu. Aku tidak merasakan perbedaan apapun setelah duduk di atasnya.


Perhatianku kembali pada goblin king yang menunggu penuh harapan. Aku tersenyum padanya, lalu menaikkan kedua kaki ke atas lengan singgasana. Melihatku seperti itu, mata goblin king menjadi buas, dia benar-benar tidak bisa menahannya lebih lama.


“Jangan malu, kemarilah.” mendapatkan ijin, goblin king segera memelukku, benda keras yang sudah hampir meledak itu menyentuh bagian penting milikku. Dia sudah siap untuk memasuki tubuhku.


“Dont be so Rough, this is me first time.” ucapku memohon.


Seakan begitu perhatian padaku, goblin king mencoba melakukannya selembut mungkin.


“Ngghh... Itai!.”


Terasa menyakitkan pada awalnya. Tapi. Setelah beberapa saat kemudian kegilaan kami di mulai.


***

__ADS_1


Goblin King



__ADS_2