Mother of Monster

Mother of Monster
25. Kenyamanan


__ADS_3

Kedatangan Queen bagaikan uluran tangan dewa penyelamat untuk para pengungsi. Wanita itu turun dari langit lalu melawan setiap monster yang mengamuk. Tidak ada kata lain yang bisa menjelaskan bagaimana Queen membantai para monster selain keindahan.



“Woah dia kuat.”



“Cih, dia menghentikan amukan moster. Padahal aku hampir naik level.”



“Apa kau melihat di bisa terbang?.”



“Semoga itu karena equipment yang dia kenakan.”



Empat survivor yang menjadi dakang kekacauan bitu ters memperhatikan Queen. Mereka merasa jika wanita yang dianggap sebagai pahlawan karena telah menyelamatkan para pengungsi, telah merusak kesenangan mereka.



\[Kita harus menyingkirkan wanita itu. Ucap orang dengan level tertinggi dari keempatnya\]



Asisten memberitahukan percakapan antara keempat orang yang sedang memperhatikan dirinya dari atap bangunan. Walaupun terlihat seolah tidak peduli, tapi sebenarnya Queen sangat waspada terhadap keempat survivor bermasalah.



“Bagaima mereka bisa memiliki sifat yang begitu kejam?.” Queen mempertanyakan tentang perbuatan keempatnya yang menimbulkan banyak korban.



\[Mereka melakukan itu bukan lagi untuk mendapatkan Exp, tapi untuk bersenang-senang\]



Mendengar asisten perpustakaan membuat Queen menghela nafas berat, “Dunia ini sudah menjadi begitu kacau.”.



setelah mengalahkan setiap monster yang menyerang, Queen mencoba beristirahat. Pemimpin pengungsi mempersilahkan Queen untuk beristirahat di tempatnya.

__ADS_1



Tapi setelah melihat kondisi pengungsian yang begitu buruk. Queen pun melakukan beberapa hal agar dia merasa nyaman beristirahat di tempat itu.



Pertama Queen merasa suara keluhan para pengungsi yang sakit terlalu mengganggu. Dia pun menyembuhkan mereka yang sedang terluka dengan sihir.



Lalu kedua suara tangisan anak-anak kelaparan membuatnya sakit kepala, Queen pun akhirnya memasak banyak makanan untuk setiap orang di pengungsian itu.



Kemudian yang terakhir adalah beberapa orang yang mencurigakan. Queen tidak akan bisa beristirahat dengan tenang, jika ada seseorang dalam jarak lima kilometer darinya sedang berencana untuk membunuhnya.



Di sebuah rumah yang terbengkalai, keempat survivor itu berkumpul bersama. Setelah melihat kemampuan Queen dalam menggunakan teknik sihir, mereka ingin mengubah rencana dari pembunuhan menjadi penyekapan.



Mereka ingin mengorek informasi tentang apapun yang Queen ketahui tentang kekuatan dan sihir. Mereka ingin memanfaatkan Queen sebelum akhirnya dilenyapkan jika sudah tidak berguna.




“Aku merasa seseorang sedang membicarakan aku di sini.” Queen masuk ketempat perkumpulan para survivor begitu saja, membuat keempatnya begitu terkejut.



“Kenapa kau bisa tahu lokasi ini!.”



“Apa urusanmu datang kemari!.”



Mereka terlihat panik karena takut jika Queen mengetahui jika mereka tengah menyusun rencana penculikan untuk dirinya.



“Ahahaha... jangan terlalu panik. Aku kemari hanya untuk menyelesaikan beberapa masal agar bisa tidur nyenyak.” Queen tersenyum lebar menunjukkan jika dirinya tidak bermaksud jahat.

__ADS_1



Para survivor yang tidak percaya pada Queen mulai mempersiapkan senjata fi belakang baju.



“Apa sebenar yang kau lakukan di tempat ini?.” tanya survivor dengan level tertinggi.



“Apa maksudmu pada pengungsian?.” ucap Estrid, pria yang bertanya itu pun mengangguk. “Aku sebenarnya numpang lewat saat terbang di atas area ini. Tapi karena kejahilan kslin ya mengakibatkan bencana besar, aku pun mencoba untuk menolong para pengungsi.” tandasnya.



Mendengar perkataan Queen seketika membuat kepanikan para survivor semakin besar. Mereka mengira jika Queen pasti melihat semuanya saat terbang di langit. Saat dikejar monster lalu membunuh para penjaga gerbang.



Karena merasa Queen tahu terlalu banyak, mereka pun sepakat untuk menyingkirkan wanita itu. Mereka segera menembaki Queen, tetapi karena senjata api begitu lemah bagi Queen, hanya menggunakan sihir pelindung sudah cukup untuk melindunginya.



“Kenapa kalian begitu kasar, aku kenari hanya ingin berbicara.”



Queen tersenyum saat kedua tangannya mulai menaikkan rok hingga keempatnya melihat bagian intim miliknya. Mereka tidak mengerti apa yang sedang Queen pikirkan, tapi yang jelas semuanya terpesona melihat bagian itu, hingga tanpa sadar mereka terus menatap tanpa berkedip.



Namun semua segera berubah saat tentakel hitam mulai keluar dari kewanitaan Queen. Para survivor begitu terkejut, tapi sebelum mereka melakukan apapun tentakel dengan cepat mengikat mereka lalu menyeret mendekati Queen.



“Ohhh... tolong bergantian.” suara Queen terdengar begitu eksotis saat keempatnya mulai dimasukkan kedalam rahimnya.



“Nnnnh...” dia mencoba menahan diri dengan menggigit bibir bawah. Memasukan empat orang kedalam rahim membuat Queen merasa sensasi yang berbeda.



Tempat itu menjadi hening setelah semua survivor tertelan. Hanya ada Queen dengan perutnya yang membesar, hingga beberapa saat kemudian perut wanita itu kembali normal.


__ADS_1


Queen pun segera bergegas menuju pengungsian di mana dia berencana membuat pesta dengan para pengungsi.


__ADS_2