
Anak pertamaku
Aku teringat saat dulu hampir mati karena rasa penasaranku. Hanya sebuah tindakan sepele dimana aku mencoba untuk pertama kalinya melakukan m4stur_bas. Sebuah kegiatan yang bias dilakukan oleh orang-orang kesepian sepertiku.
Tapi akibat tindakan yang aku lakukan membuatku harus dirawat intensif selama dua Minggu karena pendarahan hebat di bagian kewanitaan.
Sungguh menyediakan.
Seperti waktu itu, saat ini aku juga merasakan sakit dan darah mengalir dari area sensitif karena dimasuki benda tumpul. Tapi rasa sakit yang aku rasakan berbeda dengan yang aku rasakan dahulu, rasa sakit kali ini terasa begitu menyenangkan.
Air mata haru mengalir membasahi pipiku, aku sangat berterimakasih pada siapapun yang memberikan kesempatan kedua menjalani hidup baru.
Goblin king diam mematung, dia seakan menunggu perintah dariku. Aku tersenyum padanya, lalu memintanya untuk menggerakan pinggulnya perlahan.
Rasa sakit yang menggelitik aku rasakan setiap kali goblin king mengayuh kejantanannya. Rintihan kesakitan tidak tahan aku keluarkan, namun seiring berjalannya waktu rintihan kesakitan berubah menjadi d3s4han kenikmatan.
Merasa telah terbiasa, Aku pun meminta goblin king untuk menaikan kecepatan pinggulnya. Suara benturan antar kulit kami terdengar cukup keras disertai dengan suara yang keluar dari mulutku sebagai bentuk ekspresi perasaan nikmat yang aku rasakan.
Di atas singgasana kami bercinta selama berjam-jam. Sudah beberapa kali goblin king mengeluarkan semennya di dalam rahimku hingga membuatku banjir.
Grooongh...
[Berhasil membuat Goblin king mencapai puncak, Stat poin +1]
Notifikasi yang sama terus terdengar setiap kali aku membuat pihak lain klim_4ks, berkat ini aku mendapatkan banyak stat poin tanpa repot-repot menaikkan level.
“Gelar The Lust memang menakjubkan.”
__ADS_1
Goblin king sudah berada dalam batasnya, dia tertidur di pelukanku karena kelelahan. Aku segera melemparnya ke samping dengan kasar, tapi monster itu masih tertidur pulas.
"Cih, payah. Aku masih belum puas." Kataku sambil mer3_m4s dadaku sendiri dan juga mengacak kewanitaan ku dengan tangan. Rasanya tidak semenyenangkan saat melakukan dengan orang lain.
Dua Goblin Champions yang berbeda di luar ruangan mengintip dari balik pintu. Aku sudah mengetahui jika mereka terus memperhatikan sejak aku memasuki ruangan ini. Bahkan ketika aku bercinta Dengan Raja goblin, keduanya terus menonton.
Aku kembali menaikan kedua kaki pada lengan singgasana untuk memperlihatkan bagian penting milikku pada para Champions. Tindakanku membuat mereka berdua semakin bergairah.
"Jangan malu, kemarilah!." Kataku sambil menggunakan isyarat tangan untuk mendekat.
Para goblin Champions memasuki ruangan bos, mereka tidak kalah energik dari goblin king. Kami bertiga melakukan pesta lendir bersama. Menangani dua pejantan secara bersamaan memang merepotkan, tapi semua itu sepadan dengan kenikmatan yang aku rasakan.
Beberapa jam kembali dilalui dengan penuh kesenangan, aku merasa ada yang berbeda dengan tubuhku terutama di bagian perut yang mulai membuncit.
Awalnya aku berpikir itu hanya efek samping karena banyaknya Semen yang aku dapatkan, tapi ternyata aku salah setelah merasakan sesuatu mulai tumbuh dan bergerak di dalam perutku.
Ya aku sedang hamil.
Tapi itu sangat tidak wajar karena baru beberapa jam lalu aku melakukan pembuahan, tapi kondisi kandunganku sudah begitu besar seakan telah berusia berbulan bulan.
“Bukankah kau mengatakan jika para goblin melahirkan setelah dua bulan masa kandungan?, Namun dalam kasusku seolah akan melahirkan dalam beberapa jam lagi.”
[Itu dikarenakan efek dari Job Expertise yang mempercepat proses kandungan]
“Heeee..... aku tidak tahu bahwa job itu bukan hanya berpengaruh untuk meningkatkan perolehan Exp.”
Saat aku berbicara dengan Asisten perpustakaan, dua Champions terus terus bercinta denganku. Mereka tidak peduli dengan kondisi kandunganku yang sudah begitu besar.
Hingga akhirnya keduanya terkapar setelah kehabisan stamina. Meninggalkan mereka, aku segera kembali ke singgasana, mencari posisi nyaman untuk melahirkan.
“Asisten, apakah aku akan baik-baik saja? Aku tidak berpengalaman dalam mengurus anak.”
__ADS_1
[Anda akan baik-baik saja. Dungeon core pasti akan senang dengan hadiah yang anda berikan]
“Dungeon core, apa itu?.”
[Dungeon core merupakan jantung dari sebuah Dungeon. Diantara core ada yang memiliki kesadaran, merekalah yang mengatur Dungeon dan menciptakan monster]
Tidak lama kemudian aku merasakan kontraksi, sesuatu meledak dalam perutku lalu air bening kekuningan menyembur dengan deras. Ketuban telah pecah, sudah saatnya anak pertamaku lahir.
Beberapa goblin masuk, mereka seakan ingin membantu melakukan proses persalinan. Apa mungkin mereka di suruh orang Dungeon core yang diceritakan oleh Asisten perpustakaan?.
Kemudian rasa sakit itu datang seakan janin dalam perutku memberontak ingin keluar. Aku pikir melahirkan akan menjadi hal paling sulit, karena aku beberapa kali mendengar cerita dari para suster jika banyak calon ibu yang meninggal saat melakukan persalinan.
Tapi tidak aku sangka jika melahirkan akan begitu mudah untukku. Hanya dengan satu dorongan bayi dalam kandunganku keluar dengan sangat lancar.
"Kupikir karena bayi goblin jauh lebih kecil dari ukuran bayi manusia jadi mengeluarkannya menjadi lebih mudah." Pikirku.
Aku melihat para goblin yang berniat membantu persalinan, wajah mereka seperti tengah kebingungan. 'Sepertinya melahirkan dengan cara seperti itu pun terlalu tidak wajar bahkan untuk para goblin'.
Mereka menyerahkan anakku yang telah dibersihkan. Makhluk mungil itu terlihat lucu saat masih kecil, dia adalah lelaki, aku merasa sedikit terharu karena merasa telah seutuhnya menjadi seorang wanita setelah berhasil melahirkan keturunan.
"Apa aku harus memberinya nama?." Mendengar perkataanku, para goblin saling menatap hingga akhir mengangguk setuju. Melihat itu aku merasa ada yang aneh.
[Nama memiliki arti tersendiri bagi monster]
“Arti?”
[Ya, seperti sebuah kontrak. Monster akan mendapatkan tambahan kekuatan ketika mendapatkan nama. Besarnya kekuatan yang didapatkan tergantung dari orang yang memberikan nama]
Itu ada penjelasan yang sangat membosankan sehingga aku tidak mengerti. Tapi karena asisten perpustakaan mengatakan jika tidak ada hal buruk yang terjadi, aku pun memberikan nama pada anak pertamaku
“Aku memberikan dia nama Zodort.” Ucapku memberikan nama pada anak pertama. nama yang aku ambil secara acak dari tokoh villain dalam cerita fantasi.
__ADS_1
setelah diberi nama, bayi itu perlahan diselimuti oleh cahaya, lalu setelah cahaya padan aku tidak melihat adanya perbedaan pada bayi.
Bayi aku serahkan pada para goblin untuk di rawat. Setelah itu aku meminta pada goblin lain untuk memberiku lebih banyak pejantan agar aku bisa kembali bersenang-senang.