Mother of Monster

Mother of Monster
26. peninggalan Ratu


__ADS_3

Malam itu pengungsian dipenuhi oleh kemeriahan. Para pengungsi berpesta sepuas hati, bernyanyi dan tertawa gembira tanpa peduli suara berbisik yang mereka buat dapat menarik perhatian para monster.


Itu karena perlindungan dari Queen menjamin jika tidak akan ada monster yang berani mendekati pengungsi dalam jarak satu kilometer.


“Minum, mari minum minuman yang luar biasa ini.”


“Rasanya sangat nikmat, aku tidak bisa berhenti.”


“Kita berpesta sepuasnya malam ini untuk melepas kepedihan yang telah kita alami.”


Mereka terus meminum air yang diberikan oleh Queen, air berwarna kekuningan dengan busa seperti air seni, walaupun sebenarnya memang air seni.


Pesta berlangsung sangat meriah, Queen menyukai bercengkrama dengan para pengungsi. Hingga akhirnya saat dimana wanita itu meminta bayaran atas semua yang diberikan olehnya pada para pengungsi.


“Aku menginginkan kenikmatan, berikan padaku apa yang kali miliki.”


Setelah itu pesta semakin panah dan penuh dengan lendir. Queen menghisap Exp dari para pengungsi yang telah dia buat begitu bahagia walau hanya satu malam.

__ADS_1


Esok harinya para pengisi terbangun tanpa ingat apapun yang terjadi semalam. Yang mereka tahu semua orang dalam keadaan tidak berbusana ketika tidur di tengah area pengungsian.


Mereka sepertinya tumpukan mayat yang mengelilingi sesuatu di tengah.


“Sepertinya kita mabuk hingga tidak sadar apa yang kita lakukan semalaman.” ucap Queen dengan senyum polos.


Karena tidak ada yang mengingat apa yang sebenarnya terjadi tadi malam, semua orang pun tidak membicarakannya lagi. Selama tidak ada hal buruk terjadi, maka mereka menganggap tidak ada masalah.


***


Queen hendak melanjutkan perjalannya menuju Dungeon berikutnya. Tapi sebelum itu Queen tidak ingin usahanya untuk melindungi para penduduk berakhir sia-sia, dia khawatir setelah pergi dari tempat ini monster kembali datang menyerang


[Kalau begitu bagaimana jika kau meninggalkan beberapa Copi pembelajaran energi sihir pemula?]


Queen mendengarkan saran dari asisten perpustakaan, dia berpikir itu adalah ide terbaik. Maka dari itu dia pun mulai mencetak beberapa buku tentang bagaimana cara memanfaatkan energi Mana dan beberapa teknik sihir yang bisa pemula pelajari.


Tapi saat membuat buku itu Queen malah keterusan sehingga dia menulis buku lain. “Aku rasa ini akan baik-baik saja.” ucap Queen meyakinkan dirinya sendiri.

__ADS_1


Dia membuat lima buku tentang pemanfaatan energi Mana, sihir tingkat pemula, pembuatan alat sihir sederhana, rangkuman resep potions awal dan yang terakhir pengetahuan dasar tentang Dungeon.


Queen semalam menulis buku-buku itu dengan tangannya sendiri, walaupun sebenarnya dia bisa melakukannya secara otomatis dengan hanya memikirkannya saja.


“Aku hanya sedang memiliki Mood untuk menulis.”


Setelah menyelesaikan lima buku tersebut, Queen masih merasa ada yang kurang karena melihat sampul yang sangat biasa saja. Dia pun memiliki inisiatif untuk memasang wajahnya yang tertutup helem sebagai cover buku.


“Mungkin aku harus mengenakan aksesoris yang berada untuk setisp buku.”


Pada akhirnya dia menghabiskan lebih banyak waktu untuk menentukan gambar yang sesuai untuk sampul buku daripada menulis buku-buku itu sendiri.


***


Pagi berikutnya Queen meninggalkan pengungsian itu setelah memberikan salinan buku yang dia tulis sendiri. Pemimpin pengungsian menganggap jika buku yang dia berikut adalah harta berharga yang akan dilindungi.


“Tidak, buku itu bukan untuk disimpan dan dijaga. kalian harus membacanya dan mempelajarinya.” ucap Queen yang tidak ingin orang-orang itu salah mengira dengan apa yang dia sampaikan.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Queen pun segera pamit lalu terbang ke langit langsung melanjutkan perjalanan menuju Dungeon. Para penduduk yang melihat itu mengapa jika dewa telah kembali ke langit.


Lima buku yang Queen berikan akan menjadi panduan bagi manusia untuk memulai era baru dunia.


__ADS_2