Mother of Monster

Mother of Monster
14. Kolam Renang


__ADS_3


Kolam renang



Setelah meninggalkan Dungeon aku pergi menuju sebuah hotel yang terletak tidak jauh dari rumah sakit. Sebelum outbreak terjadi aku merupakan seorang pengusaha yang sangat sukses, dan hotel itu merupakan salah satu aset yang aku miliki.


“Sangat kacau,” kataku setelah melihat bagian lobi hotel yang dipenuhi oleh mayat manusia dan monster. Beberapa saat berdiri di pintu masuk hotel, aku merasa tengah di awasi.


“Apakah masih ada manusia yang bertahan di hotel ini?.” aku bertanya pada Asisten perpustakaan karena penasaran siapa yang mengawasi ku.


[Hasil pengamatan dengan menggunakan peta universal menyatakan jika terdapat 7 manusia yang masih bertahan di atap gedung hotel]


"Tujuh orang? Bukankah itu cukup banyak?." Aku memperhatikan atap hotel dan menemukan beberapa orang sedang mengawasi ku. Namun ketika aku melambaikan tangan pada mereka, semuanya langsung bersembunyi.


"Pffft... Dasar pemalu."


Masuk kedalam hotel aku berniat untuk segera pergi ke kamar pribadiku yang berada di lantai 50. Tapi begitu sadar jika lift tidak bisa digunakan aku pun merasa malas karena tidak ingin naik tangga setinggi puluhan lantai.


“Adakah cara untuk memperbaiki sistem listrik di hotel ini?.”

__ADS_1


[Anda bisa menggunakan inti monster sebagai bahan bakar menghidupkan listrik]


Kemudian Asisten perpustakaan menerangkan cara membuat alat sihir yang dapat mengolah inti monster menjadi tenaga listrik. Aku memperhatikan dengan baik apa yang dia ajarkan karena alat ini pasti akan sangat berguna di masa depan.


“Baiklah aku mengerti, terimakasih untuk informasinya Asis-chan.”


[Itu adalah kewajiban saya nyonya]


Asisten perpustakaan menjawab dengan nada suara yang terdengar senang. Aku sangat penasaran melihat wajah dari asisten perpustakaan jika dia sedang senang.


Mencoba memperbaiki sistem listrik, aku pun melahirkan beberapa goblin dengan pengetahuan pembuatan alat sihir yang dijelaskan oleh asisten perpustakaan sebelumnya.


Lima goblin yang baru aku lahirkan dengan cepat tumbuh menjadi goblin dewasa. Setelah melahirkan 100 anak, aku mendapatkan skill bernama Birth Control.


Sementara pertumbuhan eksponensial bayi goblin disebabkan efek Fast Grow dari Job Expertise yang semakin gila ketika levelku bertambah.


Aku memberikan semua inti monster yang aku dapatkan dari membunuh monster Dungeon pada kelima goblin. Mereka segera mengerti apa yang harus dilakukan, kelimanya kemudian segera pergi menuju basemen hotel untuk memperbaiki sistem listrik.


Karena khawatir di dalam basemen ada monster, aku pun membekali kelimanya dengan senjata.


"Baiklah, sambil menunggu perbaikan lift. Bagaimana jika kita pergi ke kolam renang?." Aku bertanya pada para goblin yang terus mengikuti ku sejak dari Dungeon.

__ADS_1


Dengan perasaan gembira aku segera menuju bagian belakang hotel dimana terdapat kolam renang terbuka berukuran besar.


Aku sudah tidak tahan untuk merasakan air membasahi tubuhku karena sudah satu Minggu sejak aku kembali dibangkitkan tidak pernah sekalipun aku mandi air biasa.


Tapi begitu sampai kolam renang kebahagiaan yang aku rasakan seketika hancur karena kondisi kolam yang sangat kotor penuh oleh mayat dan darah.


"Merepotkan saja." Agak kesal karena aku tidak bisa langsung menceburkan diri kedalam kolam dengan air jernih. Tapi aku mencoba untuk bersabar.


Menggunakan kekuatan telekinesis aku mengangkat semua mayat di dalam kolam dan disekitarnya lalu menempatkannya di satu tempat. Kemudian aku menggunakan sihir api untuk membakar tumpukan mayat itu hingga menjadi abu.


Selanjutnya dengan control sihir aku mengendalikan air di dalam kolam yang telah tercemar oleh darah. Aku mengangkat semua air di dalam kolam lalu membuangnya keluar hotel, lalu langkah terakhir aku mengisi ulang kolam yang kosong dengan sihir air.


"Wuaaaaaaa.... Akhirnya mandi!." Setelah seluruh kolam terisi air, aku segera melompat dan merasakan kesegaran jasmani dan rohani. "Aku hidup..." Ucapku saat mengambang di permukaan air, penglihatan ku menangkap orang-orang di atap yang sedang mengintip.


"Ahahaha... Apa mereka menikmati pemandangannya?." Itu cukup menyenangkan melihat mereka terus menatap tubuhku yang tanpa busa berenang di dalam kolam


Ding.


[Mendapatkan gelar Eksibisionis]


“Woah... mesum.. ahahaha.... aku menjadi orang mesum.”

__ADS_1


Para goblin yang mendampingiku terus memperhatikan aku dipinggir kolam, karena melihat mereka seakan tertarik mencoba berenang, aku pun meminta mereka untuk bergabung bersamaku


__ADS_2