Mrs. Cute Milik Alshaf

Mrs. Cute Milik Alshaf
Dibohongi


__ADS_3

...****************...


Ruang rapat dan pemotretan sudah kaki aku lewati. Tinggal melangkahi tangga darurat dan aku akan sampai di taman anggrek. Taman yang menjadi spot favorit ku di sini.


Di depan taman terdapat balkon yang biasa dipakai untuk mencari angin. Dan jika ke sana aku diharuskan melewati gerbang yang memutar langkah lebih jauh lagi.


Anggrek park


Tulisan yang terpampang aestetic diatas gerbang. Aku langsung memasukinya dengan kartu khusus para karyawan.


Dari sini aku sudah dapat melihat dua sejoli yang tengah berdiri berhadapan di balkon yang tertutup pepohonan. Itu Alshaf dan Kiran. Seketika, aku mematung. Mereka berdua kan sepasang kekasih jadi wajar saja jika mau melakukan sentuhan fisik sejauh apa pun.


Yang salah di sini adalah aku, yang berharap lebih kepada Alshaf. Jika detik ini aku tetap maju dan melakukan hal gila, atau hal agresif pada Alshaf. Maka aku dengan Nela tak jauh beda. Sama-sama perusak dalam hubungan orang.


Aku hembuskan nafas, semua sudah terlambat.

__ADS_1


“Tapi mas! Aku tahu penulis lagu Mas itu yang buat Mas jadi bodoh kaya gini kan?” Namun, karena mendengar teriakan Kiran yang membawa-bawa aku. Membuat aku tak jadi memutar langkah, dan memilih semakin mendekat ke sana.


Mereka mungkin tak akan menyadari kehadiranku karena tertutup dedaunan pohon. “Kiran. Jaga bicara kamu. Dia gak bikin Mas bodoh, malahan karena dia, Mas jadi berhenti menyakiti orang-orang tak bersalah.” Balas sang pria yang masih tenang.


“Apa yang kita lakuin itu gak salah! Dan Mas punya IQ yang lebih tinggi dari Kiran, berarti Mas paham..” Mataku menyipit saat melihat Kiran mendekatkan wajahnya kearah Alshaf dan mengecilkan sedikit volume bicaranya. “Kita bunuh mereka—“


“Ngapain lo di situ?” Karena sapa dari seseorang, dua orang yang tadi berdebat sekarang menatap ke arahku. “ish, siapa sih!” Gerutu ku kesal.


Saat menoleh ke belakang Kafi lah orangnya. Dia seperti tak berdosa tengah tersenyum. Menyebalkan! Kalo bisa aku ingin mengutuknya jadi salah satu bunga anggrek di sini! Biarkan saja pria penganggu ini jadi penunggu taman anggrek, sampai kiamat sekalian.


Aku melepas injakannya saat Alshaf dan Kiran datang. Alshaf menatapku, tapi aku membuang muka dan menarik diri untuk menjauh dari kumpulan orang-orang ini.


“Mau kemana?”


Aku sentak cekalan tangannya. “Bukan urusan lo,” Sinisku. Namun bukan Alshaf namanya kalo tidak melepaskanku semudah itu. Karena sekarang, lelaki itu malah menghadang aku di hadapannya. Kedua alisku menukik, mau laki ini apa sih sebenarnya? Dia tidak menghargai Kiran kah sebagai pacarnya sampai-sampai masih mendekati aku begini?

__ADS_1


“Kenapa ditekuk-tekuk gini mukanya?” Tanya dia yang mengelus lembut seluruh wajahku. Dari mulai dahi yang mengerut, lalu alis dan bibirku yang mencebik sebal.


Karena masih tersisa kewarasanku sebagai manusia, aku tepis tangannya itu. “Bisa diam gak? Lo harusnya hargai perasaan Kiran sebagai pacar lo, Alshaf.” Geramku.


Alshaf tersenyum menggelikan.


“Hahahaha, apa? Kata lo ... si Kiran bocah ini pacarnya Alshaf? Hahahaha, gak salah dengar gua?” Aku menoleh ke belakang. Bingung kenapa Kafi tertawa, Alshaf pun ikut-ikut terkekeh. Sedang Kiran membuang muka tapi tertawa pelan di sana. “Kenapa sih? Gue salah?” Tanyaku segera.


“Gak, gak. Mana mungkin Mrs. Cute aku salah. Kiran cuman adik sepupuku.” Ungkapnya. Yang membuat aku terkejut bukan main dan merasa dipermainkan. Apalagi saat melihat Kiran yang tersenyum miring begitu. Dan Kafi yang masih meledek ucapanku tadi.


Sial. Aku gampang sekali ditipu, pantas saja Zafa lebih memilih Nela ketimbang aku.


Tanpa mau mendengar apalagi perkataan Alshaf aku langsung keluar dari gerbang. Menghiraukan panggilan lelaki itu yang memanggil namaku.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2