
...****************...
Al💥💟
Sini dong ke studio rekaman☹️
kangen...😖
Aku yang tengah duduk di depan komputer ruanganku terkekeh geli. Baru tahu sifat asli sang penyanyi itu.
^^^Nada^^^
^^^Nanti ketauan dong. inget ya sampai single album kamu keluar, hubungan kita harus tetep rahasia^^^
Al💥💟
iya inget nadaa.
disini cmn ada kafi. Dia juga udh tau kita jadian.
__ADS_1
atau aku yang kesana aja?
Aku refleks berdiri. Takut juga jika Alshaf benar-benar melakukan apa yang diketikannya. Daripada jika Alshaf yang ke sini dan aku ditodong banyak pertanyaan yang akhirnya bikin pusing tujuh keliling. Jadi aku memilih ijin ke toilet pada mereka berlima, padahal aslinya berjalan menyelusuri lorong menuju studio rekaman yang disebut Alshaf tadi.
Dengan yakin, aku dorong pintu yang bertuliskan 'Studio room 3'
Benar ternyata disana hanya ada Kafi dan Alshaf. Mereka berdua bukan kerja tapi hanya duduk-duduk di sofa. Dan fokus akan ponselnya masing-masing.
"Al," Panggilku. Dia tersenyum lalu menghampiriku dan memeluk tubuh ini, dilanjut dengan mencium sekilas keningku.
Perlakuan seperti ini telah menjadi kebiasannya jika kami bertemu. "Udah makan belum? Aku udah bawa ayam geprek dekat perempatan." Ujarnya yang menuntun aku untuk duduk. Yang pasti pintu telah terkunci rapat.
Perutku seketika meronta untuk diberi asupan saat Alshaf membuka ayam geprek, yang sangat-sangat favoritku!
Aku tersenyum senang. Kalo pacaran Sama Alshaf percaya deh, kamu akan diperlakukan seperti sosok anak kecil. Dan inner child mu akan terjamin terpenuhi selalu.
"Perasaan udah gua semprot baygon ke ini ruangan. Tapi tetap aja gua jadi nyamuk nya." Celetuk Kafi.
Aku sesaat melupakan sosoknya. Dengan sopan aku pukul tangannya begitu keras, membuat Alshaf tertawa dan Kafi yang mengaduh sakit. "Sorry bro, lupa gue ada lo di sini!" Ucapku.
__ADS_1
"Buta lo, kagak bisa liat gua! Kapan traktirannya bu bos?" Lihat, setelah marah-marah. Ia meminta ditraktir. "Mau apa emang?" Aku sekedar bertanya saja.
Tapi sepertinya ditanggapi serius oleh sang puan.
"Jangan traktir dia, biar jadi urusan aku si Kafi." Sebelum mulut Kafi mengucap apa yang dimaunya, Alshaf sudah lebih dulu memotong dan kembali menyuapiku sesuap nasi.
Aku berahlih, bersandar ke sofa dengan Alshaf di samping kanan dan Kafi di samping lainnya. Aku tatap keduanya bergantian. Dari informasi yang kudapat, Kafi dan Alshaf telah lama berteman sejak umur mereka dua belas tahun, dikarenakan sama-sama memulai karir sebagai penyanyi diperusahaan yang sama. Tapi awal mulanya mereka berdua seorang rival eh malah sekarang jadi teman yang paling dekat.
Aku jadi bersyukur dalam hati, sebab Zafa lebih memilih Nela ketimbang aku. Apa aku harus berterimakasih padanya untuk luka yang telah dia beri? Sehingga sekarang, aku dipertemuan dengan orang-orang baik dan semoga lebih menyanyangiku.
Contohnya, lelaki tampan yang tengah menatapku dengan tatapan fokus. Seakan-akan ia menjadikan aku titik dunianya. Alshaf, pacarku ini selalu menjagaku agar aku merasa aman dan meminta ijin, untuk hal sekecil apa pun yang akan ia lakukan pada tubuh milikku, perlakuan itulah yang kian hari membuat aku semakin jatuh kesalam pesona Alshaf Moereto.
Jikalau, Kafi. Dia memang bicaranya saja selalu menyentak atau bernada marah melulu ke orang lain. Padahal aslinya dibalik sifat pemarah dan menyebalkannya, Kafi adalah orang yang paling setia dalam pertemanan atau mungkin ... Asmara?
"Ngiung ... Ngiung ... satu suap nasi lagi!" Alshaf memperagakan kalimatnya sembari menari-narikan sendok itu di udara lalu mendarat masuk kemulutku.
Di kunyahan terakhir ini. Alshaf mengelus belakang leherku. Antisipasi agar aku tak tersedak. "Al, mi--"
Tok Tok
__ADS_1
"Alshaf buka pintu!"
...****************...