Mrs. Cute Milik Alshaf

Mrs. Cute Milik Alshaf
Jadian nih


__ADS_3

...****************...


Dulu aku selalu bermimpi, akan mendapat pasangan yang sangat menyayangi aku dan menjagaku seperti sebuah gelas yang jika tersenggol pelan saja bisa pecah.


Mungkin di mantanku sebelumnya harapan itu tidak terwujud. Namun ... saat pertama kali Alshaf Moereto memelukku di bawah hujan dengan payung sebagai peneduhnya. Tanpa sadar mimpiku itu telah terwujud, hingga dihari-hari berikutnya banyak hal yang membuat aku dan dia terus bertemu sampai terlibat permainan perasaan.


Air mataku hampir menetes di sini.


Sedang Alshaf di seberang sana setelah mengajakku menjadi wanitanya, sedang memegang bunga anggrek dan dengan sebuah anting yang tersimpan rapih di tempatnya.


“Nada, kalo kamu terima ajakan ku tadi. Kamu boleh jalan ke sini sekarang,” Ujarnya bernada tinggi. Untung jalanan sedang sepi akan kendaraan.


“Kalo nolak gimana?” teriakku balik. “Tetap jalan kesini, jadi kamu cuman punya satu pilihan, terima aku.” Jawaban yang membuat aku menggeleng tak percaya.


Dengan berjalan menghampirinya aku lihat senyum lebar yang terpahat di wajah Alshaf. Apa dia tak pegal begitu daritadi?

__ADS_1


Aku berhenti tepat di hadapan sang puan. Menatap kedua matanya, mencari apa yang dilakukannya ini hanya kebohongan belaka atau tulus dari hati?


“Aku serius. Aku gak berani main-main tentang hal kaya gini apalagi ada kamu di dalamnya, Nad.” Katanya seperti tahu apa isi pikiranku.


Maka tanpa ragu, aku berjalan mendekat dengannya. Bukan mengambil dua barang ditangan Alshaf. Aku malah mengecup bibir sang puan hingga membuatnya mematung.


Tidak, aku tidak memberi gerakan apa pun saat bibir kami bertemu. Hanya aku kecup tiga kali lalu aku memeluk lehernya. “Aku juga mau, kamu jadi lelaki milik Nada Jasila untuk selamanya, Al.” Dan setelahnya tanpa terduga, bangunan apartemen di hadapanku yang kosong, tiba-tiba menampilkan tulisan ‘i love you mrs.cute’ yang besar dengan warna merah.


“Ini baru sedikit bukti aku cinta sama kamu, Nad. Jadi, tetap sama aku sampai kamu lihat semua buktinya.”


Aku tersenyum dan menenggelamkan kepala di ceruk lehernya. “Okay, aku tunggu.”


...


Nit Nit Nit

__ADS_1


Alarm pukul 05.30 berbunyi. Aku yang biasa menunda-nunda untuk bangun, sekarang langsung membuka kedua mata dan beranjak duduk dari kasur yang nyaman. Tapi lebih nyaman pelukan Alshaf sih... mengingat lelaki itu aku jadi tersenyum-senyum sendiri seperti orang tak waras.


Alshaf yang bertutur kata romantis dan realitis berhasil membuat wajahku memanas hingga aku menelangkupkan wajah ke bantal. “Ya tuhan, astaga! Aku kenapa!” Aku langsung berdiri setelah berteriak begitu.


Balkon dan matahari pagi adalah jalan keluar agar kepalaku menjadi jernih seperti manusia normal kembali. Baru saja aku menggeliat di teras Balkon, suara deheman dari balkon tetangga mengejutkanku. “Alshaf! Ngapain di situ?!” sungutku yang refleks menutupi wajah dengan kedua telapak tangan. Muka bangun tidurku sangat-sangat tak lazim untuk dipandang! Semua bengkak...


“Nunggu kamu bangun,” Langkahnya mendekat. “Cewekku cantik begini kenapa pakai ditutup-tutup segala sih mukanya?” Aku mendengus. “Berisik! Dari kemarin gombal terus.”


Alshaf tertawa. Perlahan aku tersihir akan tawanya di pagi hari, dan mulai memperlihatkan wajahku tanpa malu. Dia sekarang sedang memakai baju tanpa lengan dan celana pendek. Aku mengernyit sembari menuntun tanganku untuk menyentuh rambut hitam legam nya yang telah panjang sampai menutupi leher. “Potong ini, Al,” titahku.


“Bareng kamu tapi,” Aku menggeleng. “Kenapa? Aku kurang tahu model rambut yang bagus buat aku apa, Nad.”


Dengan pasrah akhirnya aku mengangguk. Dia lantas bersorak girang laku mencuri ciuman di pipi kananku. Aku mendengus. "Sekarang sama dua hari kedepan aku kerja, kalo mau pergi selasa aja. Gimana? Mau nunggu?"


Alshaf mengangguk yakin. "Tunggu kamu sampai minggu depan juga aku sanggup, Na." Bola mataku refleks memutar. Agak muak mendengar kata-kata manisnya. "Udah ah, aku ke dalam. Kamu juga siap-siap sana! Ada jadwal fanmeeting kan?"

__ADS_1


"Iya. Kamu dulu masuk, mau sekalian aku antar gak?" Tanya Alshaf yang pastinya langsung aku tolak mentah-mentah. "Dadah!"


...****************...


__ADS_2