Mrs. Cute Milik Alshaf

Mrs. Cute Milik Alshaf
Pulang naik MRT


__ADS_3

...****************...


“Maksud kamu apa ya kak, bohong tentang Kiran dan Alshaf?”


Di jalan pulang aku berpapasan dengan Kak Mey yang tengah menunggu jemputannya di lobi utama. Dia fokus akan ponselnya lalu mendongak saat mendengar pertanyaanku.


“Gak ada maksud apa-apa. Cuman seru aja liat mainan Alshaf yang lagi panik,” Balasnya yang tak masuk kedalam akal. “Kak, seriusan aku punya salah apa sampai kakak selalu begini? Terus ... mainan Alshaf tuh maksud kakak gimana? Aku gak paham.” Ujarku mendekat padanya.


“Ternyata dia sekarang suka cewek polos kaya kamu, kasihan. Tapi kalo mau tahu sesuatu, ya .. kamu harus cari tahu sendiri. Dari Finka misalnya ...”


Sebuah mobil datang. Itu jemputan yang daritadi Kak Mey tunggu. Sehingga dia langsung masuk ke sana meninggalkan aku yang terbengong. Finka ... perempuan hamil itu tahu sesuatu tentang Alshaf? Aku menggeleng pusing, dan lanjutkan kembali berjalan.


Dua hari ini aku pulang menggunakan kereta atau MRT. Kebetulan, perusahaan ELVE, tempatnya sangat strategis jadi memudahkan aku untuk menaiki transportasi umum. Alasan lain aku berpindah ke kereta adalah, sebab mobil kesayanganku, waktu itu mogok dan sampai sekarang belum sembuh dari penyakit aki yang membandel.


Ya sudahlah, tak apa. Hitung-hitung olahraga.

__ADS_1


Senyumku seketika merekah, lihatlah diatas sana bulan begitu sempurna memancarkan sinarnya. Apalagi di sekitar sang bulan banyak bintang yang ikut bertebaran, semakin mencantikkan langit malam ibukota.


Bulan itu jika dibumi diibaratkan seperti seorang yang terkenal gitu ya? ... ehm aku tak mau menyangka-nyangka sih, tapi menurut pikiranku hampir mirip seperti itu. Ditambah dengan banyak fans di sampingnya ibarat bintang-bintang itu.


Aku jadi teringan Alshaf. Ini diluar perkiraan saat aku benar menjatuhkan hati pada sang penyanyi beribu wanita. Aku kurang habis pikir pada diriku sendiri yang cepat sekali berpindah hati.


Namun, aku ragu. Ragu mengungkapkan perasaan ini padanya, mengingat apa yang Kak Mey ucapkan. Atau terkadang ... sikap Alshaf sendiri.


Tin


Jendela mobil bagian sopir terbuka setengah, memperlihatkan wajah dari pemilik mobil tersebut. “Alshaf?” panggilku tak yakin.


“Iya, bareng yuk pulangnya,” Ajaknya yang sekarang sudah keluar dari pintu mobil. Mataku melotot besar. “Jangan parkir situ, Buru jalan sana!”


Dia kali ini memakai sendal jepit, celana training hitam dan baju kaosan dengan topi yang menghiasi kepalanya menarik pelan tanganku. “Yaudah, ayo kamunya cepet masuk. Dingin.”

__ADS_1


Aku menatapnya aneh. Dia ini seriusan artis terkenal itu ya? Yang dikenal cool, Kece, ramah tamah sama semua fansnya? Kok jadi childish gini...


Dengan sopan aku lepas tautan tangan kami. Lalu menunjukkan kartu MRT. “aku mau naik kereta, jadi kamu lanjut aja naik mobilnya, okay?” Tanpa mempersilahkan ia berbicara aku melangkah mundur dengan tubuh masih menghadapnya. “Hati-hati, bay!” pamitku pada Alshaf yang masih diam lalu aku berbalik badan dan jalan seperti biasa.


...


Kereta menuju daerah apartemenku akan datang 15 menit lagi. Jadi untuk mengisi kekosongan selama menunggu jemputan dari masinis, aku sempatkan memakan roti yang kubeli dari minimarket tadi.


Aku pencarkan mata ke seluruh tempat, mencari tempat duduk. Setelah mendapatinya, aku berjalan lalu berhenti tepat di samping kursi panjang yang telah diduduki satu orang. “Numpang duduk ya mas.” Ujarku.


Tapi lelaki itu tetap menunduk. Aku jadi aneh karena outfit nya yang seperti ninja kura-kura. Takut saja bahwa dia penjahat. Tapi aku tetap duduk lalu dengan santai memakan sebungkus roti deengan earphone yang terpasang. Terdengarlah lagu Hello future dari Nct dream.


Saat aku sedang asyik-asyiknya melagu, salah salu earphoneku diambil. Membuat aku langsung menoleh ke sebelah. “Mas! Maksud—Alshaf?!”


Pria yang tadi mengajakku menaiki mobilnya itu kini terkekeh, sembari berisyarat untuk diam.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2