
Hari ini akhir pekan, hari yang di nantikan seluruh anak sekolah, salah satunya Tia.
Hari ini ia akan bermalas malasan. Ia sekarang tidak lagi berjualan kue atau sekedar membuat pesanan.
Semenjak dirinya masuk rumah sakit beberapa minggu yang lalu lantaran kurang istirahat, bibinya menyuruhnya untuk berhenti berjualan.
"Sudah bibi katakan, kalau bibimu ini masih sanggup untuk membiayai sekolah mu, tapi kenapa kau masih ngeyel, inilah akibatnya jika tidak menuruti apa omongan bibi dan paman mu" ucap bibi Tia panjang lebar.
" Iya bik,," jawaban Tia sungguh membuatnya jengkel, apakah Tia tidak tau kalau bibinya ini sangat khawatir dengan dirinya.
Ia sangat syok mendengar jika keponakan nya ini di bawa ke rumah sakit oleh tetangga nya lantaran pingsan saat mengantarkan pesanan. Saat di periksa, ternyata Tia kurang istirahat dan pola makan yang amburadul itu membuatnya sedikit kelelahan.
" Sangat membosankan "
Jika hari-hari sebelumnya, waktu luang seperti ini akan ia isi dengan membuat kue, berbeda dengan saat ini, ia masih saja bergelung dengan selimut nya.
__ADS_1
Padahal hari sudah semakin siang.
Kruk kruk kruk
Perutnya sekarang sudah minta di isi, dan terpaksa Tia harus bangun dari tempat tidur ternyaman nya, karena ia sudah merasa lapar sekarang.
" Pantas saja " ucapnya saat melihat jam sudah menunjukkan jam 11 siang, pantas saja ia lapar sebab ia melewatkan sarapan nya.
Saat sudah di dapur ia harus menelan kekecewaan dramatis sekali hidupnya bagaimana tidak kecewa jika ia mendapati kulkasnya yang kosong mlompong itu.
Dengan malas ia menuju kamar mandi dan mandi. Tentu saja mandi memang nya apa lagi.
Dengan menggunakan celana kulot di padu kan dengan baju crop top dan mencepol rambutnya asal, ia malah terlihat lebih cantik dan sedikit sexy.
Hari ini rasanya sangat panas jadi ia memutuskan menggunakan pakaian yang menurutnya itu seperti,,,, sudah lah tidak mempengaruh apapun.
__ADS_1
Menurut orang-orang, Tia ini termasuk gadis cantik tapi manis *n*ah loh bingung gak tuh cuma ya gitu, dengan penampilan yang biasa dan sederhananya jadi ia terlihat biasa saja, bahkan jika ia mau ia bisa saja menandingi Dita si ratu kecantikan sekolah. canda ia tak seberani itu karena ia tidak percaya diri.
Dengan ketidak percayaan dirinya, ia seperti orang yang tertutup, padahal tidak sama sekali, ia akan bersikap bar bar dan menjengkelkan kata teman-teman nya.
slurrpp
" Ah,, segarnya. Tidak sia-sia aku jalan kaki sampai sini " menikmati segar nya minuman dingin yang ia pesan tadi dengan mengamati seisi kafe, terlihat sangat pas untuk remaja atau orang dewasa , disini juga terdapat spot foto yang tak kalah menarik yang bisa menarik pengunjung, bahkan untuk sekedar duduk santai seperti dirinya saat ini terasa sangat nyaman.
Niat awal Tia memang ingin pergi ke minimarket, tapi setelah ia melihat ada kafe yang baru buka beberapa hari yang lalu dan terlihat sangat aestetik ini menarik perhatian nya, dan disinilah ia saat ini.
Terlalu asik dengan dunianya Tia tidak meyadari bahwa saat ini ia sedang di perhatikan oleh seseorang sejak pertama memasuki kafe ini, dengan pandangan yang tajam ia terus memperhatikan gadis itu, dan apa yang di pakainya itu.
*jeng
jeng*
__ADS_1