
"Tiaaa ,,,,, "
Suara gadis terdengar cempreng itu menarik atensi seluruh siswa yang barada di koridor sekolah karna saat ini waktu siswa siswi sedang istirahat.
"Oh astaga anak itu".Gerutu Tia saat ini.
Tidak taukah dirinya sekarang sangat malu karena berangkat terlalu siang jadi dia harus bertemu siswa siswi lainya yang melihat dia seperti melihat hantu, entah apa yang mereka lihat padahal tidak ada yang aneh pada dirinya saat ini.
Tia hanya menoleh tanpa ada sautan dan dia bergegas melanjutkan jalannya sambil menundukkan kepalanya karena sudah kepalang malu.
"Oh astaga Tiaaa,,,, "
Lagi dan lagi suara cempreng itu mengagetkan siswa siswi yang masih setia melihat interaksi antara keduanya yang menurut mereka sangatlah aneh tapi lucu.
Merasa tidak ada tanggapan dari Tia gadis cempreng itupun bergegas menyusul temannya sambil berlari.
hosh hosh hosh
"Tia kenapa kau tidak berhenti".Ucapnya setelah dia menghirup udara banyak-banyak.
"Apa menurutmu aku harus berhenti setelah kau mempermalukan aku, Lala apakah kau tak lihat tadi begitu banyak orang-orang yang melihat kita, aku bahkan sampai susah berjalan karena terlalu gerogi". Ucap tia pada temannya itu Lala.
__ADS_1
ha ha ha ha
Tia hanya mengernyitkan dahi setelah mendengar tawa dari Lala. Apakah temanya ini sudah gila.
"Jangan berfikir yang aneh-aneh" .Sungut Lala setelah menghentikan tawanya
"kenapa?" .Sahut Tia
"Yakk ,,, Kau pikir aku tidak tau kemana arah pikiranmu itu hahh". Sambil memukul pelan tangan Tia , yang hanya di tanggapi dengan cengiran kudanya.
"Oh iya aku hampir lupa, pentas seni besok kau akan menampilkan apa?".Tanyanya pada Tia.
Tia yang sedang minum itu pun tersedak sebab mendengar apa yang di katakan oleh Lala.
"Kami memilihmu jadi siapkan saja apa yang nanti akan kamu tampilkan". Ucap ketua kelas
"Lagian di beberapa lomba kau tak ikut berpartisipasi".Lanjutnya
"Enak saja aku ikut ya walaupun di belakang layar". Tia mencebikkan bibirnya kesal, yang hanya di tanggapi kekehan kecil dari sang ketua kelas.
"Sudahlah Tia, kau saja yang mewakili kelas kita siapa tau jika kau ikut kau bisa menarik perhatian pangeran es kita".Bujuk Lala pada seorang yang sedikit introvert. lagian kamu aneh la orang intovert kok di suruh ketempat yang rame rame. Ucapnya geli dengan pemikirannya sendiri.
__ADS_1
"kalaupun dia tertarik, kak Danu tidak mungkin tertarik dengan orang modelan kaya kita, dia pasti cari orang yang speknya kaya bidadari, sekelas kak Dita aja dia gak mau apa lagi kita?
kak Dita itu kurang apa lagi coba, cantik iya, kaya iya. Lah kita bagai langit dan bumi woy kalau dibandingkan dengan dia".Ucap Tia pada temannya itu agar dia sedikit sadar tentang
pemikirannya.
"Yaelah coba aja dulu, kali aja bisa jodoh kan nggak ada yang tau".Lala masih dengan pendirianya
Tia merotasikan matanya mendengar jawaban Lala,oh ayolah dia tidak mau menjadi korban ucapan pedas sang tuan muda itu, walaupun Tia itu jarang keluar kelas saat istirahat tapi dia masih bisa mendengar saat teman sekelasnya menceritakan betapa pedasnya ucapan Arta . Danu atau Arta adalah orang yang sama, panggilan Arta hanya untuk orang terdekatnya saja, jadi jika di sekolah dia sering di panggil Danu.
Tia masih ingat beberapa waktu lalu saat di kelas nya, ia mendengar bahwa Danu membentak dan mendorong Dita lantaran sang primadona sekolah itu lancang bergelayut manja di lengannya, membayangkannya saja dia bergidik ngeri.
"Apa yang sedang kau pikirkan".Tatapan curiga dari Lala
"Tidak ada" Jawab Tia
"Ya sudah".Mengendikan bahu mendengar jawaban Tia
"Tia persiapkan dirimu".Dengan lantang ketua kelas memberi tau Tia karna dia berada di paling depan sedangkan Tia duduk di paling belakang
Tersentak kaget mendengar teriakan ketua kelas Tia pun menjawab " iya kenapa kau cerewet sekali".
__ADS_1
"Padahal kan dia laki-laki mengapa cerewetnya melebihi bibiku" gerutu Tia
Teman sekelasnya hanya tertawa melihat interaksi keduanya, mereka semua tau jika Tia sedikit introvert jadi melihat Tia kesusahan untuk bertemu orang banyak menjadi kesenangan tersendiri bagi mereka. sungguh teman yang tidak baik