
Atmosfir dalam kafe terasa mencekam, bukan. Bukan seisi kafe, hanya 1 meja yang ada di pojokan kafe yang terdiri dari beberapa remaja tampan dan salah satunya adalah Arta. Yap, Arta dan teman-teman nya.
Agam Pradipta dan Mahen Mahendra, sahabat Arta selain Arka. mereka ber empat bersahabat sejak kecil. Setelah tamat sekolah menengah pertama, mereka melanjutkan sekolah keluar negeri.
Selain Arka , Agam dan Mahen juga sangat betah berteman dengan Arta, asik katanya. Padahal jika mereka sedang bertemu seperti sekarang ini Arta lebih banyak diam, pendapat dari mana itu jika Arta asik orang nya. Tentu saja Agam dan Mahen.
Arta dan ketiga sahabatnya ini berbanding terbalik sifat nya, jika Arta dingin, mereka hangat. Jika Arta irit bicara, mereka banyak bicara. Saling melengkapi bukan. Jadi ya awet .
" Apakah perkataan ku ada yang salah " ucap Agam berbisik pada Mahen saat ia melihat kepalan tangan Arta dan sorot mata tajam nya mampu membius siapa saja yang melihat nya, salah satunya para sahabat yang sedang duduk di meja yang sama. Suasana seperti ini sering terjadi jika ada seorang perempuan atau penggemar Arta yang mengganggu ketenangan, maka Arta tak segan untuk melukainya.
Jadi berita jika Arta itu kejam memang adanya.
__ADS_1
Tapi berbeda dengan sekarang, di sini bahkan mereka tidak ada yang menghampirinya sejak mereka memasuki kafe seperti yang sudah-sudah, mereka akan berfikir dua kali untuk mendekati singa right ?
Tapi sekarang tatapan Arta sungguh membuat siapa saja sesak nafas, walaupun mereka sudah terbiasa dengan kemarahan Arta, tapi tetap saja itu menakutkan.
" Lebih baik kau diam dude, tidak taukah suaramu mengganggu ketenangan brother kita yang satu itu "
balas Mahen
" Kenapa ? aku kan cuma menghidupkan suasana saja "
Arka yang tadinya sibuk memainkan handphone nya kini ia mendongak kan kepalanya karena merasa aneh. Aneh, kenapa dua sahabat nya ini jadi diam begini, biasanya di manapun mereka berada akan selalu berisik.
__ADS_1
Tapi setelah melihat tatapan Arta, ia seakan mengerti jika dua curut itu sedang takut sekarang.
" Wohoo,,, apa yang kalian ucapkan sampai singa jantan ingin mengamuk teman-teman " ucapan Arka membuat kedua teman nya pucat pasi, mereka saja tidak tau apa kesalahan mereka, jika karena mereka cerewet dan mengganggu ketenangan nya, itu tidak mungkin, kan dia tau jika sahabat nya ini memang dari dulu selalu cerewet.
Mereka merasa ada yang tidak beres ini. Tunggu dulu, di mana tatapan Arta saat ini.
Saat mereka mengikuti arah pandang Arta, mereka di buat terkejut bukan main, seorang Arta, menatap perempuan selain mommy nya lebih dari lima detik itu luar biasa.
" Wahh,, cantik dan manis, tidak bosan untuk memandang "
" Sederhana dan apa adanya, tidak menye-menye "
__ADS_1
" Dan lihat itu, perut nya yang terlihat rata dan sexy "
Berbeda dengan Agam dan Mahen yang masih melontarkan pendapat mereka, Arka sedang memikirkan sesuatu tentang gadis itu. Dia pun kembali melihat nya secara intens "sepertinya aku pernah melihat nya, tapi di mana" ayo Arka buktikan jika memory mu itu berguna, ingat -ingat di mana kau pernah melihat gadis itu. Setalah lama ia berfikir, bukankah gadis itu yang,,