
Flashback
" Aku boleh duduk disini?"
Sebelum mendapatkan jawaban dari gadis yang ada di bangku taman sekolah itu, Clarissa, atau sering di sapa Cla ini langsung mendaratkan bokong nya di samping gadis yang sedang melirik menatap dirinya.
" Kau punya teman ?" Cla kembali bertanya yang hanya di balas gelengan kepala oleh gadis itu.
" Oke, mari kita berteman "
" Clarissa, biasa di panggil Cla " Cla menyodorkan tangan nya yang hanya di tatap datar oleh gadis itu
Merasa tidak ada respon, Clarissa menurunkan tangannya, tetapi sebelum turun sepenuhnya tangan gadis itupun menyaut.
" Maura " jawaban yang begitu singkat di berikan oleh gadis itu.
Entah mengapa Clarissa yang notaben nya tidak suka berteman, bukan tidak suka, tapi ia malas saja kepada orang yang berteman dengan nya hanya karena dia anak orang kaya dan terpandang. Ia lebih suka sendiri. Tapi berbeda dengan Maura, ia bahkan tidak mendekati dirinya untuk sekedar kenalan, bahkan sejak pertama ia masuk sekolah satu tahun yang lalu.
" Aku tau "
" Lalu untuk apa kita kenalan " ucap Maura sewot dan menepis tangan Clarisaa.
" Ingin saja " jawabnya acuh
__ADS_1
" Mulai sekarang kita berteman "
" Hmm,, "
*Hanya itu ?
Pertemanan macam apa itu*
Semenjak saat itu mereka berdua selalu bersama, di sekolah maupun luar sekolah, bahkan mereka di juluki sebagai kembar patung, bukan kembar gantung. why ?
Ya karena mereka jarang bicara
Jika anak sebayanya, bertemu dengan sahabat pasti akan heboh di semua tempat, di sekolah, rumah atau bahkan saat hang out. Membicarakan apa yang mereka pakai, apa yang akan mereka makan hari ini, dan bla bla bla .
Tapi jika mereka berdua ?
Tapi tidak ada yang tau jika mereka bahkan lebih bar bar dengan apa yang mereka pikirkan. Pendiam ? cih itu jika mereka sedang berada di luar, jika sedang di dalam rumah ? suara mereka akan mengalahkan suara toa masjid. Canda
" Kau tau Ra, kal,, "
" Tidak "
" Please deh Ra dengerin dulu kalau aku ngomong " selalu saja, sebelum ia menyelesaikan omongan nya, teman nya ini selalu memotong terlebih dahulu, bukankah itu tidak sopan. Huh
__ADS_1
" Aku mau di jodohin " ucapnya sendu sambil menatap atap kamarnya dengan pandangan kosong.
" Bagus dong " jawab Maura santai dengan masih menonton drakor nya.
Plak
Yang tadinya ber ekspetasi bahwa sahabat nya ini akan bersimpati padanya tapi nyatanya tidak sama sekali.
" Aww,, kenapa kau memukulku " pekik Maura
" Apa kau tidak mempunyai rasa kasihan padaku " ucap Cla
" Jangan drama deh Cla " Maura merotasikan matanya jengah melihat Cla yang sibuk dengan aksi dramanya.
" Kok drama si Ra, ikut mikirin kek, gimana bagusnya"
" Lalu aku harus apa, jadi pengganti kamu gitu, kaya di novel yang pernah aku baca, enggak deh makasih" ia melanjutkan nonton sambil memakan snack.
" Ya enggak gitu juga kali Ra " sebal juga lama-lama, sahabat kaya gini enaknya di apain ya.
" Tapi kalau aku di jodohin sama yang sudah aki-aki gimana ?"
" Gak mungkin"
__ADS_1
" Kalau mungkin gimana " mata Cla sudah berkaca kaca, iya membayangkan jika calon suaminya nanti adalah opa yang sudah tua. Yang,, Cla bergidik ngeri dengan apa yang ia pikirkan, semoga saja tidak
" Kenapa si papa sama mama mau jodohin aku segala " ia masih tidak terima dengan kemauan orang tuanya, mau berontak tapi takut dosa, diam saja, takut suaminya tua, serba bingung.