Mungkinkah Cinta

Mungkinkah Cinta
22


__ADS_3

" Ada apa ini ! " suara lantang dari arah pintu


Melihat keributan yang di buat oleh sang Tuan muda gerald, tidak membuat guru yang terkenal kiler itu takut, ia tau kenapa bisa sang keponakan berbuat seperti itu, keponakan ? hmm


Ya, guru kiler itu adalah uncle dari Arta


" Duduk " Satu kata sang guru sudah membuat semua siswa lari bergegas menuju tempat duduk masing masing.


Pelajaran pun berjalan khitmad, walaupun kiler, uncle dari Arta ini sangat pandai membuat suasana agar siswa nyaman untuk belajar


Bel istirahat sudah berbunyi beberapa menit yang lalu, dan kini kantin ramai oleh siswa siswi yang sedang mengantri untuk mendapat kan makanan mereka masing masing


Tapi tidak dengan Tia, ia bahkan enggan untuk beranjak dari tempat duduk nya, ia lebih baik membaca novel dari pada harus bersusah payah mengantri yang membuat dirinya pusing, lagi pula dirinya membawa bekal, jadi tak perlu repot repot


Dret dret


Getaran handphone nya membuat ia mengalihkan pandangan dari novel yang sesang ia baca


" Bibi ? tumben " gumam Tia


" Hal,, "


" Hei bocah nakal kemana saja kau hah !"


Tia buru buru menjauhkan handphone nya mendengar jeritan syahdu dari bibi nya


" Ada apa bi, apa ada hal yang penting hingga bibi menelpon ku "

__ADS_1


" Apa harus ada yang penting dulu, baru bibi menelpon mu "


" Bukan begitu maksud ku bi, kita kan bar,, " tunggu, sudah berapa lama aku tidak menelpon bibi kalau di hitung hitung ia sudah hampir dua bulanan tidak menelpon bibi nya dan memberi kabar pantas saja


" He he he bi,, "


" Apa ! Mau bilang kau sibuk begitu " bibi Mauza mendengus, ia paham betul dengan keponakan nakalnya ini.


" Bibi hanya khawatir Tia, kenapa kau lama tidak mengabari bibi mu ini "


Jangan kan sehat wal afiat begini, saat sakit pun Tia tidak pernah mengabarinya, ini yang membuat nya khawatir jika Tia tak menghubungi nya begini


Tia merasa bersalah pada bibi nya yang sudah membuat nya khawatir seperti ini


" Maaf kan aku bik " ucapnya sendu


Tia masih asik mengobrol dengan sang bibi, tanpa ia sadari bahwa sedari tadi ada yang memperhatikan nya


" Ada apa Tia " ucap bibi di balik telepon nya


Tia masih syok


" Halo bibi, aku Arta kekasih Tia " dengan suara rendah yang terlihat sexy


" Kekasih " bibi Mauza tentu saja kaget mendengar ada seorang laki laki mengatakan sebagai kekasih Tia, bagaimana bisa itu yang ada di pikiran nya saat ini, sebab ia tau jika sang keponakan akan salah tingkah jika bertemu orang atau berpapasan orang asing, tapi ini kekasih.


Bibi Mauza langsung mengalihkan panggilan, dari panggilan suara ke panggilan vidio.

__ADS_1


Betapa terkejutnya Mauza saat melihat cowok bening yang ada di layar handphone nya


" Astaga nak Apa kau tidak salah menjadikan Tia sebagai kekasihmu " ucapan bibi Mauza lantas membuat Tia syok tidak percaya, bibi nya ini benar benar ya.


Tia tidak sadar jika ia merebut handphone yang ada di tangan Arta


" Bibi kau membuat ku malu " ia langsung memutuskan sambungan vidio nya


Lucu


Sedari tadi Arta tidak mengalihkan pandangan nya menatap Tia, merasa ada yang memperhatikan nya Tia menoleh dan tak sengaja mata mereka bertemu, mereka saling mengunci pandangan satu sama lain, sadar apa yang ia lakukan, Tia langsung memutus kan pandangan nya.


" Aku menunggumu di kantin "


" Aku tidak pernah ke kantin "


" Kenapa "


" Aku membawa bekal dari rumah "


" Tatap mataku baby "


Tia mendongak kan kepala, seakan perintah itu mutlak untuk nya


" Apa aku harus memanggilmu baby supaya kau mau memandangku "


Pipi Tia semerah tomat, ia kan malu

__ADS_1


" Bukan begitu, maksudku, aku malu " cicit Tia pelan di akhir ucapan nya


BERSAMBUNG ,,,


__ADS_2