Mungkinkah Cinta

Mungkinkah Cinta
08


__ADS_3

Saat naik ke panggung, mereka tidak sadar bahwa tangan mereka masih bergandengan seperti pasangan yang serasi.


Dari jauh terlihat seseorang sedang menatap panggung begitu tajam. Oh tidak, ia sedang menatap dua orang manusia yang sedang bergandengan tangan di sana, lebih tepat nya pada gadis yang beberapa hari ini mengganggu pikirin nya.


Apa yang terjadi pada dirinya, kenapa ia merasa akan ketertarikan pada gadis biasa itu. Melihat nya bergandengan tangan dengan pria lain rasanya sungguh tak rela. Ia bahkan mengeluarkan hawa dingin di sekitarnya hanya karena dia diam serta tatapan tajamnya itu mampu membuat se keliling nya terasa sunyi dan mencekam.


Sedangkan di atas panggung, suasana pun terasa canggung , sepertinya tadi masih biasa-biasa saja , tapi kenapa setelah mereka naik terasa berbeda. Apa ada roh lewat. Pikir keduanya


"Baiklah semuanya, ini artis yang akan tampil sekarang , ha ha ha. wah kalian sungguh serasi ya.. Kalian ingin menampil kan apa kalau kami boleh tau?" tanya sang pemandu acara menghilangkan suasana canggung tadi, ia pun bingung kenapa suasana yang tadinya ramai sorak penonton jadi sepi. Suasana macam apa ini.


"Emm,,, bernyanyi" jawab Tia pelan tapi masih di dengar oleh penonton sebab dirinya menggunakan mic


" Oke baiklah, silah kan persiapkan diri kalian "


Kalau biasanya Laki-laki yang akan mengiringi sang perempuan dengan gitar dan terlihat begitu cool.

__ADS_1


Berbeda dengan saat ini, Tia dan Galang adalah kebalikan nya. Tia memegang gitar dan Galang jadi vokalis nya. Wah Tia terlihat keren.


Mereka menyanyikan lagu #Ada cinta, ciptaan Yovie Widianto, yang saat itu sedang booming karena di aransemen ulang oleh boyband pendatang baru SMASH.


Entah karakter yang kuat menarik perhatian penonton, atau karena mereka berdua memang sangat berbakat, bahkan gimmick Galang yang memandangi Tia seolah Tia lah dunianaya itu terlihat alami.


Tia tau jika itu hanya tipu-tipu, dia bahkan sangat tau siapa Galang. Ingat sangat tahu. Bagaimana semenjengkelkan nya Galang.


prok prok prok


Saat akan berbalik, tidak sengaja pandangan Tia bertubrukan dengan mata tajam dan aura yang seakan sedang mengintimidasi dirinya. Tia pun heran, kenapa dengan orang itu, tak lama kemudian Tia memutuskan pandangan kesana kemari lantaran ia merasa gugup dan,,, takut.


"Kenapa dia menatapku seperti itu, apa aku punya salah. sepertinya tidak, tapi kenapa tadi tatapannya seakan ingin mengulitiku, atau mungkin bukan melihatku, ah ya ku rasa tidak. Tapi tadi melihatku kok, oh ya tuhan kenapa aku deg deg ser begini"


Saat masih sibuk dengan pikiranya, tiba-tiba dia di kejutkan oleh suara cempreng milik sahabatnya, siapa lagi jika bukan Lala.

__ADS_1


" Tia,,, ya ampun tadi itu kau sangat keren"


" Aku tau "


Lala hanya mendengus mendengar jawaban yang kelewat PD itu. Percaya diri jika sedang bersama teman sekelasnya, jika sedang di luar kelas ia bahkan menjadi pendiam. Jika di tanya kenapa bisa seperti itu, jawabannya hanya "entahlah" beres sudah jika itu jawabannya.


"Sudahlah, ayo aku traktir di kantin, kau bisa ambil sepuasnya"


"Aku di sini saja "


Nah kan, Tia akan menjadi dirinya sendiri jika itu bersama teman yang sudah lama bersama, jika itu hanya bertemu 1 atau 2 kali, ia hanya menunjukkan senyum nya atau sekedar menundukkan kepala saja. Tia itu sangat aneh.


Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang sejak tadi memperhatikan mereka. Dan sepertinya sedang menelepon seseorang.


"Saya sudah menemukannya Tuan"

__ADS_1


__ADS_2