
Dengan senyum yang nyaris tidak di ketahui siapapun, Arta melihat sang kekasih yang masih saja seperti hmm pembully.
Bagaimana tidak, kini tia dengan berkacak pinggang pongah, jika tadi ia ingin menangis maka sekarang bagai iblis.
Dengan pandangan yang tajam ia melangkah maju.
Ia menjabak rambut Dita sampai kepala gadis itu mendongak.
Tidak ada yang menduka jika Tia berani melakukan nya, semua orang berfikir Tia akan menangis bombay seperti yang lain saat di bully
" Coba katakan sekali lagi "
Dita merasakan nyeri pada kepalanya, ia ingin sekali melawan tapi sayang ia sudah tidak punya tenaga dia kan tidak ngapa ngapain kenapa tidak punya tenaga. Dasar lemah
" Kau mengatakan aku murahan kan, apa kau pernah melihat ku bergonta ganti pasangan, atau pernah tidur dengan beberapa orang yang berbeda, Aku yakin sebelum Kak Arta upss, maksudku kak Danu mengajakku berkencan ia pasti sudah mencari identitasku , bukan begitu sayang ?"
Tia menatap Arta yang sedari tadi diam
" Yeahh, of cource " Arta mendekati Tia dan memeluk pinggang nya
" Jadi siapa di sini yang murahan, kau yang selalu mengejar laki laki yang tidak menyukaimu, atau aku"
__ADS_1
" Jangan pernah memandang remeh orang yang berada di bawahmu, karena belum tentu dia lebih rendah darimu "
Prok prok prok
" Kau yang terbaik bocah " siapa lagi kalu bukan Galang, hanya dia yang mengatai nya bocah.
That's my girl ucap Arta dalam hati, entah lah, ia tidak marah tetapi bangga dengan apa yang Tia lakukan, ia yakin jika Tia hanya membela harga dirinya. Itu adalah nilai plus untuk masuk keluarga gerald, Agar tidak mudah di tindas right.
" Aku seumuran dengan mu !" teriak Tia, ia kesal jika Galang selalu memanggilnya bocah, ia sudah besar tau, tubuhnya saja yang kecil terus apa bedanya
" Jangan teriak baby "
Lalu Tia menengok ke arah Dita, ia sangat syok dengan keadaan Dita
" Dia kenapa? "
Pertanyaan Tia sontak membuat semua orang yang melihatnya kaget. Apa ia tak mengingat nya, bukan kah ia yang melakukan nya, apa ia memiliki kepribadian ganda, pemikiran pemikiran itu lah yang kini bersarang pada otak mereka masing masing.
Begitu pula dengan teman temanya, mereka menganga tidak percaya wah parah ini
Dengan melihat keterdiaman semua orang, Tia kikuk sendiri
__ADS_1
Tia kini menunduk kembali
Fix, gadis itu memang mempunyai kepribadian ganda, kenapa menakutkan ya, tapi jadi kelihatan cocok dengan Kak danu yang juga menyeramkan,
tapi bukanlah rumor kak Danu juga mempunyai alter ego
Sebagian orang berpikiran sama
Apakah ia juga sepertiku, bedanya aku sudah mengetahui, tapi ia malah belum menyadari
Arta merasa senang, entah kenapa ia tidak keberatan dengan itu. mereka bisa saling melengkapi pikirnya. Eeeaa
" Maaf kak aku harus kembali ke kelas, jam istirahat sudah mau habis "
" Bukan kah kau belum makan "
" Aku akan memakan bek,, "
" Bekalmu sudah aku makan "
oh iya ya kenapa aku lupa, saat asik melamun tiba tiba tangan nya di tarik olehArta menuju meja kosong, ia tak mau bersama teman teman Tia yang tadi mengajak nya untuk bergabung, oh ayolah mereka ingin berdua saja tanpa ada cuitan sana sini, menganggu saja
__ADS_1