
Sekarag waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari.
Sebagian besar orang mungkin sudah memasuki alam mimpi mereka masing -masing.
Tapi tidak dengan Tia, ia masih saja memikirkan pentas seni, bukannya tak memiliki ide untuk apa yang akan ia tampilkan nanti, tapi ia malah memikirkan bagaimana jika ia di lihat banyak orang. Bagi orang yang sedikit introvert seperti dirinya, bertemu banyak orang saja ia tak percaya diri, ia merasa malu, jangankan berada di tempat yang ramai, berpapasan dengan orang saja ia hanya menunduk sekilas bukannya ia sombong, tapi itulah dirinya yang tidak bisa lama-lama berbicara dengan orang dan melihat wajah orang itu dalam waktu yang lama.
"Hanya memikirkan nya saja aku sudah susah tidur begini, bagaimana jika aku besok naik panggung, apakah aku akan pingsan?"
"semoga saja tidak".
"aishh,, kenapa aku jadi begini, lebih baik sekarang aku tidur". Ucapnya saat ia melihat jam di dinding yang sudah menunjukkan tengah malam itu.
Di waktu yang sama dengan tempat yang berbeda, dua orang tua itu sedang mengintrogasi anaknya yang sejak tadi masih bungkam belum memberi jawaban, tidak taukah kalau orang tuanya ini penasaran.
Bagaimana bisa seorang Danuarta gerald meminta bantuan asisten ken untuk mencari informasi seseorang.
Setau mereka Arta tidak pernah meminta bantuan siapapun untuk mengurus masalahnya karna dia sangat mampu untuk mengatasi itu bahkan jika itu musuhnya sekalipun.
"Apakah musuhmu kali ini berat son?. Tanya daddy yang di barengi anggukan cepat oleh sang mommy, ia sangat khawatir mendengar jika anaknya memiki musuh yang sangat kuat hingga sang anak meminta bantuan asisten suaminya itu.
__ADS_1
"Apa kalian tidak lelah". Hanya itu yang keluar dari mulut Arta
"Tidak". Jawab keduanya kompak.
Haahhh
Terdengar helaan nafas dari Arta
"Bukan siapa-siapa hanya seorang gadis. Dan dia bukan musuhku". Setelah mengucapkan itu Arta pun bergegas meninggalkan ruang keluarga serta kedua orang tuanya yang terkejut mendengar Arta mencari informasi seorang gadis.
"Dad ,, apakah sekarang musuh Arta adalah perempuan?". Pikiran konyol itu tiba-tiba terbesit di pikiran nya. oh astaga
"Astaga dad,,, mungkinkah anak kita sedang jatuh cinta". Ucapnya girang setelah mendengar apa yang di katakan suaminya itu. dia tak percaya bahwa Arta bisa jatuh cinta, mengingat ia jarang bersama seorang perempuan, bukan jarang bahkan ia tak pernah, jangankan untuk bersama mengobrol pun ia tak suka.
Clarissa sempat mengira anaknya itu tak normal, tapi langaung di bantah tegas oleh sang anak. Ada ada saja mommy cla ini anak sendiri dikatan tak normal.
"Akan ku cari tau siapa gadis itu". Jawab jeff tegas.
mendengar ucapan sang suami, cla lantas menoleh cepat dengan menatap curiga
__ADS_1
"Kenapa". Tanya jeff setelah melihat tatapan istrinya itu
"Jangan macam-macam kamu". Menatap jeff dengan nyalang
"Tidak akan macam-macam, hanya satu macam". Jawab Jeff dengan senyum smirk penuh arti.
"Sudah lah lebih baik kita tidur".Clarissa beranjak dari duduk nya, baru beberapa langkah ia kemudian berbalik lagi, dan memperingati jeff jangan pernah menggangu calon menantunya.
mendengar nada tegas dari sang istri jeff pun menimpali
"Apa kau tidak mau melihat dulu seperti apa calon menantumu itu" jawab Jeff dengan dengan pandangan yang penuh arti sambil menatap sang istri, Cla yang mengerti apa maksud tatapan suaminya itu pun hanya mengeluarkan smirk nya tanda bahwa dia faham yang akan mereka lakukan nantinya.
Lanjut nggak nih ??
ayo dong dukung aku dengan meninggalkan jejak sebanyak banyaknyaaa
sampai jumpa di eps berikutnya
bye bye
__ADS_1