
Flashback 2
Hari berganti, bulan bulan berlalu, empat tahun sudah mereka mengenyam pendidikan di bangku perkuliahan yang sama, serta jurusan yang sama. Dan tepat hari ini, mereka akan melangsungkan Wisuda mereka.
" Selamat Cla, kau berhasil " Maura memeluk sahabat nya dengan tangisan air mata bahagia. Begitupun dengan Cla, ia langsung memeluk erat sahabat sejatinya, sahabat yang menemaninya saat suka dan duka, sahabat yang selalu ada untuk nya.
" Kau juga, jangan pernah tinggalkan aku, kita akan bersahabat selamanya "
" Ya,, "
Saat mereka masih saling berpelukan, terdengar suara yang familiar di telinga mereka
" *Babe "
" Sayang* "
panggilan bersamaan yang di ajukan dari sang kekasih untuk dua gadis yang masih berpelukan
Ya kekasih
Maura dan Clarissa kini sudah mempunyai kekasih, Cla dengan perjodohan nya, yang awalnya sama-sama menolak kini mereka malah saling mencintai dan akan segera melangsungkan pernikahan nya bulan depan.
Sedangkan Maura, ia memiliki kekasih berkat comblangan dari Cla dan Jeff calon suaminya. Awalnya Maura menolak, tapi berkat usaha Max yang gigih mampu membuat hati Maura luluh, dan sekarang menjadi kekasih. Mungkin juga akan segera melangsungkan pernikahan mereka.
" Haii,, " ucap mereka bersamaan
__ADS_1
" Ayo sayang kau harus ikut kekantorku, aku ada meeting beberapa menit mendatang " ucap Jeff pada tunangan nya.
" Dengan pakaian seperti ini, yang benar saja Jeff "
" Kenapa, kau cantik " Cla merotasikan matanya
" Maura aku pergi dulu, Max jaga dia " yang di angguki oleh Max, Cla melambaikan tangan pada sahabat dan kekasih sahabat nya itu menuju mobil Jeff
" Bro kami pergi dulu, jika kau membutuhkan bantuanku hubungi aku " pamit Jeff dengan tos Ala Laki-laki
" Iya,, hati-hati "
Setelah mereka berdua pergi, kini tinggal lah Max dan Maura yang sedang menatapnya sendu.
" Kenapa hmm ? ucap Max lembut dengan menatap gadis yang ada di depan nya ini penuh cinta.
Sorot mata yang tadinya lembut kini berubah tajam, rahang yang mengeras, serta tangan yang mengepal ini tanda jika Max tidak suka dengan arah bicara kekasihnya, ia sudah muak dengan apa yang akan kekasihnya ini katakan, tidak lain lagi, ini menyangkut dengan keluarga nya.
Setelah ia memperkenalkan Maura dengan kedua orang tuanya serta keluarganya, hubungan anak dan orang tua itu menjadi renggang. Mengetahui jika gadis yang di bawa oleh anaknya itu bukan dari kalangan atas, ayahnya sangat murka, ia tidak mau jika menantu nya dari orang biasa.
Max yang sangat mencintai Maura pun tak terima jika kekasihnya di perlakukan tidak baik oleh keluarganya sendiri.
" Ayah tidak setuju " ucapnya lantang dengan mata yang memerah marah
" Dengan atau tanpa restu ayah, aku akan tetap menikahinya " suara Max tak kalah lantang dengan ayahnya
__ADS_1
Dengan menggandeng tangan kekasihnya yang masih menunduk dan menangis, Max segera membawa Maura keluar dari rumah istana nya. Hatinya hancur melihat kekasihnya menangis dalam diam, ia tahu jika Maura merasakan sakit pada hatinya.
" Maafkan aku, maafkan aku " ucapnya bekali kali dan membawa tubuh ringkih itu kepelukan nya
" Aku memang tidak pantas untukmu Max "
" Tatap mataku Ra " dengan pelan Maura menatap mata sang kekasih yang begitu ia cintai
" Kau percaya padaku ?" Maura menganngguk kan kepalanya.
" Cukup mempercayaiku itu sudah menjadi kekutan untukku Ra "
" Aku antar kamu pulang "
Sudah sampai di tempat sang kekasih tinggal, Max turun untuk membuka kan pintu untu Maura.
Maura tersenyum
" Sudah aku bilang, aku bisa membukanya sendiri "
" Aku tau, dan aku hanya melakukan untuk yang terkasih "
" Pergilah istirahat, jangan memikirkan apa yang tidak perlu kau pikirkan, cukup pikirkan aku saja " dengan senyum nya yang jenaka masih saja ia menggombal di waktu seperti ini.
Maura lagi lagi tersenyum, ia sudah terbiasa dengan guyonan sang kekasih
__ADS_1
" Aku pergi dulu, hati-hati dirumah " Max pamit dengan Maura, tidak lupa ia juga mengecup kening sang kekasih dalam.
" Ia,, kau juga hati-hati "