Mungkinkah Cinta

Mungkinkah Cinta
23


__ADS_3

Suasana kantin yang ramai kini menjadi sunyi. Melihat pangeran es menggandeng seorang gadis, menjadi magnet untuk dilihat.


Apakah benar itu kekasih kak Danu


Semua siswi menjerit tertahan, siapa si yang tidak mau di gandeng pangeran es yang super tampan itu.


*Seperti apa wajah nya, kenapa menunduk


Pasti caper lah, memangnya apa lagi*


Dih, sok cantik banget


Tia hanya bisa menunduk, bukan nya takut, tapi ia malas saja menanggapi.


Tiba tiba Tia merasa bahunya di dorong seseorang, ia punmendongak.


Mengernyitkan dahi, apa maksud nya.


" Kau tidak tau siapa aku " Dita yang tadi mendorong bahunya tiba tiba


Semua orang tau dengan Dita, ratu kecantikan sekolah, siapa yang tidak mengenal Dita, anak sekolah lain pun tau dengan nya. Tapi satu hal yang tidak tergoda oleh kecantikan nya, yaitu hanya Arta.


Dita jatuh cinta dengan Arta pas pertama masuk sekolah, ia jatuh cinta pandangan pertama.


Ia merasa dengan kecantikan nya bisa membuat siapa saja menyukai nya termasuk Arta, Tapi pemikiran itu terpatahkan saat ia dengan percaya dirinya mendekati Arta dan mencoba merayunya, ia malah di permalukan oleh Arta


" Apa kau sudah merasa cantik, dengan merayu laki laki kau begitu menarik ? Ck, mu**han ! kau bukan seleraku, karena kau terlalu rendah "


Sejak saat itu ia bertekat untuk menaklukan Arta, ia akan membuktikan jika ia mampu membuat luluh Arta, tapi sampai saat ini, dirinya bahkan seakan tidak terlihat oleh Arta. Mendengar jika Arta sudah mempunyai kekasih ia sangat murka, siapa gadis yang dengan beraninya mendekati Arta.


" Jadi kau kekasih Danu ? Ck cewek rendahan sepertimu tidak pantas untuk Danu "


Tidak ada yang membela Tia, semua orang takut dengan Dita, wajah saja yang cantik tapi hati bagai iblis, apa lagi ini menyangkut orang yang sudah lama ia incar, semua gadis yang mengidolakan Arta saja hanya bisa memandang jauh atau hanya angan angan saja bisa berdekatan dengan Arta, karena sebelum mendekati Arta, dita sudah mengancam nya, tapi sekarang ia bahkan kecolongan.

__ADS_1


Tia masih diam. Ini lah yang membuat nya malas kemana mana.


Dita melihat ke arah Arta yang hanya diam tanpa mencegah nya atau membela Tia, ia yakin jika Arta hanya main main dengan gadis itu, dirinya mendapat angin segar, seakan jika Arta melakukan itu hanya untuk membuat nya cemburu.


dengan senyum smirk nya Dita mendekati Tia dan melihat nya dari atas sampai bawah


" Apakah ini ajaran ibumu, mendekati laki laki kaya seperti wanita mu***an "


" Tutup mulutmu " Tia tidak masalah jika dirinya yang di katai oleh orang orang , miskin lah, rendahan lah bahkan j***g sekalipun ia tak perduli.


Tapi jika sudah menyangkut orang tuanya apa lagi sang ibu, ia tak bisa mentolelir lagi.


" Kenapa? benar kan, owh atau jangan jangan kau anak haram yang tidak tau siapa ayah kandungmu, berarti benar jika ibumu itu juga j****g miskin seperti dirimu "


Bisikan seluruh orang yang berada di kantin kini semakin menjadi


*Cih jadi cuma cewek murahan


Rendahan sekali tipe kak Danu


J****g miskin*


Tia semakin geram, apa katanya , dasar


Bugh


Bukan tamparan, melainkan pukulan.


Dita tersungkur, ia merasakan nyeri di bagian hidungnya.


semua orang kaget dengan tindakan Tia, kecuali teman teman sekelasnya yang duduk berada di pojokan kantin.


" Auws itu pasti sakit "

__ADS_1


" Kurasa Tia kurang keras "


" Kenapa tidak di jambak saja tu rambut nenek lampir"


" Harusnya tu pakai cubitan maut nya biar birunya tidak hilang sampak seminggu "


" Kalian ini, habis ini Tia pasti kena masalah " Lala was was dengan Tia, bukan berarti ia tak percaya jika Tia bisa menghadapi Dita jika satu lawan satu, tapi jika sudah di laporkan ke pihak sekolah, Tia pasti kalah, sebab Dita anak donatur besar pada sekolah pasti Tia nanti akan di keluarkan.


" Tenang La, kau lihat dulu siapa kini pawang nya, aku rasa Tia bakalan aman "


" Tapi coba kalian lihat, kak Danu bahkan tidak membela Tia, dia hanya diam saja "


" Tenang kawan kawan, kita lanjutkan saja melihat pertunjukan ini " ucap galang santai


" Kurang ajar, siapa kau hah, kau berani memukulku" Dita sungguh emosi di buatnya, bagaimana tidak, ia di permalukan oleh gadis miskin itu


Ia kira Tia adalah gadis miskin yang sok lugu dan suka caper ke semua orang, tapi ternyata ia salah.


" Kenapa aku tidak berani memukul mu? memang nya kau siapa "


" Bangun lah dan jangan seperti orang lemah " Tia kembali berucap dingin


" Atau kau mau cari simpati orang orang biar kau terlihat lemah dan aku yang terlihat jahat di depan semua orang "


" Apa ini didikan ibumu "


" Jangan bawa bawa ibuku gadis sialan "


" Kenapa ?! " teriak Tia


" Kau juga bawa bawa ibuku, kau bahkan belum pernah bertemu dengan nya, tapi kau dengan lancang menuduhnya sebagai wanita m****n " Tia menunjuk kan jari nya tepat di depan wajah Dita.


Dita tidak bisa berkata kata, orang orang yang tadi sibuk membicarakan Tia kini diam, ternyata anak pendiam jika marah menakutkan.

__ADS_1


Dadanya terasa sesak, ia mendongak menahan air mata yang jika ia berkedip sedikit saja akan tumpah.


__ADS_2