
"Bagus, cari informasi sedetail apapun itu. Dan serahkan semuanya padaku" jawaban seseorang di balik telepon.
Bel pulang sekolah sudah berbunyi dari dua puluh menit yang lalu.
Kini terlihat seorang gadis sedang berlari tergesa-gesa. Dia merutuki dirinya sendiri yang tidur tidak tau waktu itu.
"Kenapa Lala tidak membangunkanku" Tia lah gadis yang sedang berlari itu, ia merutuk teman nya yang tidak membangunkannya saat bel berbunyi sejak dua puluh menit lalu, ia memang suka dengan sepi, tapi jika di tinggal di kelas sendirian dan di area sekolah sudah tidak ada seorang pun siapa saja pasti akan merasa takut.
Brukk
" Oh astaga,, bisa-bisa nya aku menabrak tembok"
Tia terduduk di lantai setelah menabrak sesuatu, ia berlari tanpa melihat kedepan dan hanya fokus melirik pada jam tangan nya.
" Eh,, tapi kenapa ada kaki di sini " sambil mengusap b*k*ong nya yang lumayan nyeri itu dan masih melihat lantai ia bingung dengan yang dia lihat.
"Kenapa belum pulang" mendengar suara bas dan sedikit sexy, ia pun segera mendongak dan betapa terkejutnya ia melihat siapa yang ada di depannya ini.
Oh tuhan,, tampan sekali , jadi begini rasanya kalau melihat nya secara dekat.
Sadar dengan apa yang dia pikirkan ia pun menggeleng kan kepala dan langsung menunduk.
__ADS_1
" Maaf kak " dengan suara pelan nya Tia menjawab.
" Apa lantai lebih menarik dari wajahku "
" Hahh ??" Tia langsung mendongak dan mengerjap kan mata bingung.
" Maaf kak Danu, bukan nya lancang, tapi aku,, " ia bingung untuk mengucapkan kata-kata.
Sungguh , kini tubuhnya rasanya seperti nano-nano, panas dingin iya, senang iya, siapa yang tidak senang bila di hadapkan dengan orang tampan. Dan malu jelas iya, apa lagi yang sekarang ada di hadapannya ini adalah seorang Danuarta gerald.
Tadi ia mengira jika telah menabrak tembok, tapi setelah dilihatnya siapa yang ada di depan ternyata dada bidang seorang Danu woyy .
"pasti jika suasana sekolah masih ramai, aku bisa saja di mangsa oleh fans nya kak Danu yang bisa ngereog kapan saja yang melihat kak Danu sedang bersama seorang perempuan"
"Kau bicara sesuatu"
" Ahh ,, tidak ,, tidak " ia menjawab sambil melambaikan tangan nya cepat
"Maaf kak permisi" ucap Tia meninggalkan Arta yang sesang menatap nya, entah mengapa dilihat dari dekat Tia terlihat manis, mempunyai lesung pipi di kanan kirinya jika tersenyum, mempunyai mata bulat dan bulu mata lentik, dan jangan lupakan bibir mungil berwarna pink alami, serta hidung mancung nya,
" Tunggu " suara Arta menghentikan langkah Tia, yang secara reflek Tia pun menoleh.
__ADS_1
" Ya,,,"
"...."
Karena tidak ada jawaban, Tia pun melanjutkan jalannya, mungkin saja dirinya tadi salah dengar.
" Bolehkah aku mengenal mu "
ciaahh to the point sekali everybody
Arta pun bingung memulai dari mana, dia bahkan tidak pernah mengobrol dengan perempuan, teman sekelasnya saja tau sifat nya jadi jika sedang berkepentingan dengan Arta mereka hanya bicara seperlunya.
" Ka ,,, kak Danu bilang apa "
Mimpi apa aku semalam, di ajak kenalan oleh orang tampan
" Arta,, panggil aku Arta" ucap Arta dengan menodorkan tangan berkenalan.
Tia masih saja bengong dan melihat tangan Arta , apa yang sedang terjadi, apakah dirinya akan bersalaman dengan tangan kekar milik Arta yang ada di depan nya ini.
Benarkah ??
__ADS_1
Dirinya ??
Apa iya,, apa jangan jangan cuma prank