
Beberapa hari telah berlalu, kini tiba saat nya untuk siswa siswi menapilkan pentas seni mewakili kelas mereka masing-masing.
Dan salah satunya adalah Tia, kalau beberapa hari lalu di rinya di buat bingung bagaimana ini dan itu, tapi tidak untuk sekarang, sebab di rinya tak lagi sendiri, ia di temani oleh galang sang ketua kelas.
Galang merasa kasihan melihat Tia yang mondar mandir menunggu dirinya tampil, ia tau jika sekarang Tia sedang gugup sebab ia paham betul dengan karakter anak itu.
"Tia,,,"
Mendengar ada yang memanggil, ia menoleh ke sumber suara serta menghela nafas pasrah dan menghampiri galang yang sudah menunggunya.
"Yaa,,, " terdengar malas memang.
Galang melihat respon Tia yang ala kadar nya itu, ingin sekali rasanya ia melepar teman nya ini ke luar angkasa kalau bisa.
"Apa kau tak senang jika aku membantumu ?"
Tia lantas menoleh ke arah galang yang berada di sampingnya.
"Kata siapa ?" Jawab Tia
"Wajahmu menandakan bahwa kau keberatan" Semprot galang
"Apakah aku harus guling-guling sambil menyebut namamu" ketus Tia
__ADS_1
"Setidak nya beri aku imbalan karena aku sudah membantumu"
"Ohh,,, jadi kau minta balas budi hahhh " tia berkacak pinggang sangar pada galang.
"Hei nona,, di dunia ini tidak ada yang gratis kalau kamu mau tau" balas galang tak kalah garang nya dengan tia.
"Baiklah-baiklah berapa yang kau mau, tapi tolong jangan banyak-banyak"
"Yak bocah,,,, kau fikir aku kekurangan uang haah "
kesabaran galang hanya selembar tisu guys
"Lalu kau minta apa " tia bingung apa yang di maksud galang.
"Sudah lah, kalau aku meminta pun pasti tak kau berikan, benar kan?"
"Aku sudah menduganya" jawabnya ketus.
"sudah lah jangan difikirkan, serahkan saja semuanya padaku" lanjutnya dan mengajak tia untuk bersiap.
"Kalau begitu kau saja yang tampil"
Belum juga kekesalan nya mereda, kini galang di buat frustasi oleh jawaban tia, ia kali ini tak main-main dengan ucapan nya yang ingin melempar tia ke luar angkasa kalau bisa ingat kalau bisa. Tapi apalah daya ia hanya manusia biasa.
__ADS_1
Plaakk
"Aaww ,,, kenapa kau memukulku" tia merasa nyeri pada punggungya yang di pukul oleh tangan tak tau diri milik galang itu.
"Sudah untung aku mau membantumu, ayo cepat "
galang berjalan mendahului tia yang masih mengusap punggung ya itu.
Tiiaaa
" Oh ya ampun kenapa keras sekali suaranya"
Bagaimana tidak keras jika galang memanggil nya dengan nada tinggi bukan nada dasar.
" Nah ini mereka sudah datang, ayo tia sekarang giliran kelas kita, kenapa kau lama sekali, apa kau tak mendengar jika panitia sudah memanggil dari tadi, apa ka,,, "
" Dia sibuk mondar mandir dari tadi "
ucapan lala terhenti lantaran galang memotong ucapan nya yang tiada rem itu jika sudah panik, untung saja galang segera menghentikan lala bicara. jika tidak, maka akan di pastikan jika tia tidak akan tampil.
" Ayo tia cepat " menarik tangan tia yang bengong
" Eh ,,, eh,, kau mau kemana " galang menghentikan langkah nya dan menatap lala malas.
__ADS_1
" Naik panggung "
jawaban galang membuat semuanya terkejut begitupun dirinya, ia pun menoleh pada temannya apa maksud galang, teman nya pun hanya mengendik kan bahu tanda tak tau.