
Krik krik krik
Sunyi senyap sekali, keadaan kelas saat Arta meninggalkan tempat itu.
Semua orang memandang Tia secara bersamaan
" Kalian ini kenapa " celetuk Tia sambil berjalan menuju mejanya
Prok prok prok
Entah kenapa semua tepuk tangan, memangnya ada pertunjukkan.
" Pelet apa yang kau berikan pada si tuan muda " ucap Galang
Plak
" Hei bocah, kenapa kau memukulku, jangan mentang mentang kau kekasih pangeran, kau seenak nya memukul kepalaku, aku lebih tua darimu " ucapnya sambil mengusap kepala yang tadi di pukul Tia menggunakan buku.
" Kita seumuran ya "
" Aku Januari kau Desember kalau kau lupa "
" Kan di tahun yang sama "
Huh
__ADS_1
" Sudah lah cepat ceritakan bagaimana bisa kak Danu orang yang banyak fans nya itu bisa menyukaimu yang seperti ini "
" Nah kan, bener apa kataku semua orang disini pasti ingin tau bagaimana bisa kalian pacaran, kan teman teman " Lala heboh yang di angguki oleh teman sekelasnya
Tia melihat semua teman sekelas nya sedang memperhatikan dirinya
" Karena aku istimewa " Tia mengibaskan rambutnya dan senyum yang menyebalkan menurut teman temannya
" Nyesel aku lama lama jika bertanya dengan nya " gumam galang yang masih di dengar oleh yang lainnya
" Aku juga "
Sedangkan di tempat lain, lebih tepat nya kelas Danu dan Arka, sekarang juga terjadi kehebohan lantaran tiba tiba saja Arta memasuki kelas dengan sedikit senyuman, hal dimana itu jarang terjadi.
" Ya, gila karena cinta " celetuk Arta membuat Arka tersedak ludahnya sendiri
" Jadi yang tadi di koridor jika kau sudah punya kekasih benar " yang di balas anggukan oleh Arta
" Kau benar benar mencintainya? " Arta menganggukan kepala nya lagi
" Tapi kan waktu di kafe, kau juga mengatakan jika gadis itu kekasihmu, di sekolah juga kau punya kekasih, wah brother kau sekarang palyboy ya "
" kekasihku gadis yang sama " ucap Arta dengan senyum yang mengembang, entah lah apa yang di rasakan anak itu, tapi sebagai sahabat Arka sangat senang melihat sahabatnya bahagia.
" Hai Arka " tiba tiba Dita datang ke meja Arta bersama dayang dayangnya Dista dan Risna.
__ADS_1
" Heh ulat bulu, apa kau tak lelah mengejar Arta terus, heran "
Jika gadis lain yang mendekati Arta pasti akan mundur bila sudah di tatap oleh mata tajam milik Arta serta ucapan pedas nya, lain hal nya dengan gadis yang satu ini, entah tidak punya malu atau apalah itu, sudah di tolak ataupun di bentak, tetap saja terus mendekati Arta.
" Kenapa kamu yang sewot, Arta saja tidak masalah kok kam,, "
" Pergi " ucap Arta dingin dan memandang tajam pada Dita, yang di tatap malah tebar pesona seakan perintah Arta hanya angin lalu untuk nya.
Tidak mungkin kau jatuh cinta pada gadis itu, karena aku yakin jika sebentar lagi kau pasti suka padaku setelah melihat kecantikan ku
Dengan percaya dirinya, Dita mendekati Arta dan hendak duduk di meja yang ada di hadapan Arta
Brak
Sebelum Dita menduduki meja, Arta sudah menendang meja tersebut dengan keras, hingga beberapa meja di depan nya ikut bergerak, untung saja belum ada yang menempati jika sudah, gepeng lah mereka
Arta melangkah maju, merasa dirinya dalam bahaya Dita hendak lari dari hadapan Arta.
" Aku sudah pernah bilang padamu jangan pernah mendekatiku " dengan menjambak rambut lurus Dita dengan kencang hingga Dita merasakan jika rambutnya terasa akan lepas dari kepalanya.
Kejadian ini di saksikan oleh semua orang yang berada dikelas.
Kejam nya Arta tidak main-main, kepada wanita pun ia mampu melakukan nya jika sudah mengusik ketenangan nya, bagaimana nasib kekasihnya nanti. RIP Tia
BERSAMBUNG,,,,
__ADS_1