Mungkinkah Cinta

Mungkinkah Cinta
20


__ADS_3

Dengan langkah pasti, Arta menghampiri Tia yang masih saja berdiri kaku disana, entah apa yang di pikirkan gadis itu.


" Mommy ingin bertemu dengan mu, nanti pulang sekolah jangan kemana-mana aku akan menjemputmu " Arta mengusap lembut kepala Tia, dan meninggalkan Tia. Semua orang menatap nya tanpa berkedip, seakan pemandangan ini sangat lah langka.


" Tunggu " Tia menahan pergelangan tangan Arta


" Maaf " buru-buru melepaskan tangan nya saat sadar jika Arta melihat ke arah tangan nya


" hmm,, gini kak, aduh apa ya, hmm gini, maksudku , jangan membuat mereka tambah salah paham dengan apa yang kakak lakukan terhadapku, kita bukan sepasang kekasih sungguhan " Tia menjeda ucapan nya


" Lagi pula aku sangat tidak cocok untuk kakak, lihat lah dari tampang saja kita sangat jauh, apa lagi kasta kita jauh berbeda "


" Kakak masih bisa cari gadis lain yang sebanding dengan kakak "


" Lagi pula kita tidak saling mencintai "


" Aku mencintaimu " ucap arta tegas


Seluruh orang yang berada di kelas kini semakin diam, hening, entah mereka bernafas atau tidak, tapi yang pasti kini ruangan semakin sunyi saat mendengar pengakuan cinta dari Arta.


Tia membisu, tapi kenapa hatinya merasa aneh saat mendengar pengakuan Arta


Secepat ini dirinya jatuh cinta, ck gampangan sekali

__ADS_1


Siapa yang tidak mudah jatuh cinta dengan Arta, semua gadis mungkin ingin menjadi kekasih Arta salah satunya Tia, tapi ia sadar diri, siapa dirinya dan siapa Arta, mereka bagai langit dan bumi, bagai air dan api, tidak bisa bersatu. Tidak tahukah dia jika masih ada tuhan yang bisa membuat apa yang tidak bisa menjadi nyata.


" Jika kamu belum bisa mencintaiku, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku, jadi mulai sekarang belajarlah untuk mencintaiku, dan jangan pernah katakan bahwa kamu tidak pantas untukku, karena aku yang menginginkanmu, aku yang memeilihmu"


" Dan satu lagi, aku yang menjalani hubungan ini, jadi jangan pernah berfikir jika aku akan memilih lainya " ucap tegas Arta namun masih tersirat kelembutan di setiap kata-katanya.


" Mengerti "


Tia masih diam tak bergeming, ia masih mencerna kata kata yang baru saja di ucapkan oleh Arta


" Jawab, atau aku akan menciummu di depan teman temanmu " bukan mengancam, tapi ia geregetan gemas dengan Tia, itu mengancam namanya bos


Tia dengan sigap menggelengkan kepalanya, dan menutup mulutnya terkejut, apa apaan ini, menciumnya, yang benar saja


Belum juga rasa terkejut mereka mereda melihat ke uwuan di dapannya, kini di tambah lagi dengan suara tawa dari Arta, oh my god mudah mudahan dunia masih aman, Arta tertawa bukan tanda tanda kiamat kan .


" Apa yang kau pikirkan di otak kecilmu ini baby, apa kau berpikir mesum " ucap Arta dengan menunjuk kening gadis itu


Reflek Tia menepis tangan Arta, karena ia kesal mendengar ucapan Arta, mesum katanya, bukan kah dirinya tadi yang bicara mesum


Arta tidak tersinggung dengan apa yang Tia lakukan. Dengan senyum yang masih berkembang ia memandang Tia yang sekarang entah dapat kekuatan dari mana itu bocah bisa bertatap dengan lawan bicaranya.


" Pulang nanti aku akan menjemputmu disini "

__ADS_1


Arta berbalik arah dan mendapati semua teman kekasih nya sedang menyaksikan apa yang ia lakukan dengan Tia, dengan wajah yang tadi masih tersenyum kini sudah kembali datar.


" Jagakan dia untukku " entah kata kata itu untuk siapa, tapi yang jelas semua orang yang ada di kelas menganggukan kepala seakan mereka terhipnotis dengan Arta.


Arta menatap kembali Tia, rasanya ia enggan untuk beranjak dari Tia.


Arta meraih tengkuk tia dan menempelkan bibir sexy nya ke kening Tia


Cup


" Ini masih di sekolah bro " celetuk Galang, bukan nya ia berani dengan Arta, tapi jika di lihat pawang nya adalah teman sekelas nya yang sungguh menyebalkan itu, ia merasa aman.


Mendengar ada yang berbicara Arta menghentikan memgalihkan pandangan


" Aku pergi dulu "


Arta keluar dari kelas Tia, sebelum ia keluar ia menghampiri Galang, semua orang khawatir dengan Galang karena sudah mengganggu kesenangan sang tuan muda, tapi apa yang mereka lihat sungguh di luar ekspektasi, Arta hanya menepuk pundak galang


" Thank's , tolong jaga dia untukku "


Awalnya Arta kurang suka dengan Galang karena pernah pentas bersama Tia, tapi saat ia tau jika mereka hanya berteman dan tidak ada unsur suka sama suka ia biasa saja, karena ia yakin jika Tia menyukainya, percaya diri sekali anda


BERSAMBUNG,,,,

__ADS_1


__ADS_2