Mungkinkah Cinta

Mungkinkah Cinta
04


__ADS_3

"Sudah sampai tuan muda". Ucapan asisten ken membuat Arta membuka matanya.


Tanpa memberi jawaban Arta keluar mobil yang langsung di suguhkan dengan pekikan histeris dari siswi-siswi yang mengidolakannya. Ya siapa yang tidak mengidolakan Arta, wajah tampan badan atletis, serta pewaris tunggal satu-satunya kerajaan bisnis keluarganya. siapa yang tidak jngin menjadi nona muda keluarga gerald, tapi itu hanya angan-angan siswi di sekolah ini semenjak mereka tau betapa kejamnya dia saat membentak serta mendorong Dita, sejak saat itulah siswi-siswi hanya mampu mengidolakannya secara diam-diam.


"Hai dude ". Ucap seseorang sambil menepuk pundak sang tuan muda, yang hanya di balas lirikan oleh Arta.


Arta pun meninggalkan seseorang yang memanggilnya dude itu, sedangkan orang yang memanggil Arta itu hanya berdecak sebal dengan sifat sang sahabat yang terlampau dingin itu entah sampai kapan sifat dinginnya akan berubah, kalaupun bisa berubah pasti sangatlah susah karna dinginnya itu sudah mendarah daging.


ARKA RAHARDIAN, sahabat satu-satunya Arta sejak kecil , sahabat yang tahan dengan sikapnya yang dingin, yang tahan dengan ucapan Arta yang pedasnya sepedas lombok setan itu dengan lapang dada. walaupun begitu Arka nyaman berteman dengan Arta karna menurutnya hanya Arta lah yang berteman dengan nya tanpa kemunafikan. karna sifat Arta lah yang membuat dia betah menjadi teman arta sejak dulu sampai sekarang.


Saat sudah bisa mensejajarkan langkah nya dengan Arta, iapun ingin menanyakan sesuatu sebelum suara cempreng seseorang masuk kedalam gendang telinga mereka,,

__ADS_1


*Tiaa,,,


Oh sungguh mengganggu*


entah karena apa rasanya Arta ingin sekali menoleh padahal biasanya dia sangat cuek dengan sekitar


tapi hatinya berkata berbaliklah


Saat dia menoleh dan mencari sumber suara cempreng itu, tidak ada apa-apa hanya seorang gadis biasa yang sedang memanggil temannya yang sedang berdiri kaku sambil memejamkan matanya.


Dan tidak lama kemudian gadis yang di panggil itu pun membuka matanya.

__ADS_1


Deg


Entah apa yang terjadi, tapi jantungnya berdetak dengan cepat saat melihat gadis itu membuka mata padahal dia tau jika gadis itu tidak melihat ke arahnya karena dia tau gadis itu hanya menengok kanan dan kiri setelah itu menundukkan kepalanya, tapi kenapa rasanya mata itu seakan menarik perhatian nya.


Jika di lihat tidak ada yang menarik dari gadis itu, bukan culun bukan juga fashionable, ia hanya seorang siswi biasa , dan bisa ia tebak jika gadis itu gadis rumahan, setelah ia melihat apa yang gadis itu pakai. Seragam yang tidak kebesaran tidak juga kekecilan. Hanya pas


Tapi entah kenapa perhatian nya kini hanya tertuju pada gadis itu, padahal kalau dia mau dia bisa mencari gadis yang ia mau


anak dari rekan kerja daddy nya saja banyak yang cantik, bahkan di sekolah ini pun banyak yang cantik tapi tidak bisa membuat jantung nya itu berdetak seperti saat ini.


Dia masih saja memperhatikan gadis itu sampai hilang di kelasnya. Dia merasa aneh pada dirinya sendiri kenapa reaksinya berlebihan hanya dengan melihat bola mata gadis itu, tanpa sadar dia menarik sudut bibirnya sedikit , ingat hanya sedikit. Bahkan tidak ada yang tau kalau ia sedang tersenyum,

__ADS_1


kecuali sahabatnya tentunya.


__ADS_2