
Sekelebat bayangan kini bersarang di pikiran nya, apa benar dirinya yang melakukan, dirinya bahkan tidak mengingat nya, kenapa ia merasa sangat jahat, itu bukan dirinya, tapi bagaimana bisa.
Memang seharusnya ia tidak berdekatan dengan Arta. Ini yang ia takutkan. Ia bahkan tidak pernah bermimpi bisa berdekatan dengan nya apa lagi menjadi kekasih nya.
Semua orang suka Arta, dari semua kalangan menyukainya termasuk dirinya mungkin. Tapi mengingat apa yang ada dalam pikiran nya jika ia melakukan tindakan yang mungkin keterlaluan sesama perempuan ia menyesal sungguh.
saat memejamkan mata, tiba tiba ingatan itu kembali dengan jelas, ia meneteskan air mata, sehina itukah dirinya di mata semua orang
Benar apa yang kak Dita katakan, aku hanya perempuan murahan, ia tersenyum miris, ia sudah tau akan seperti ini jadinya, jika ia menolak dari awal mungkin mendiang kedua orang tuanya tidak akan di bawa bawa.
*Maaf kan Tia ayah ibu, nama kalian tercoreng gara gara aku
Aku harus menjauhi kak Danu*
Flashback on
Krett
" Kemana ?"
" Mau ke toilet sebentar kak "
" Aku antar " Arta bergegas berdiri
" Eh eh ti,, tidak usah, aku bisa sendiri " bukan kah memalukan jika dia ikut
Tia lari meninggalkan Arta
Saat sampai di toilet, ia merasa di perhatikan semua orang apa ada yang aneh ia mengendikan bahu lalu masuk.
__ADS_1
Saat keluar dari toilet, ia merasa sangat pusing yang tiba tiba, ia memejamkan mata seolah dunia ini berputar, ia bersender pada pintu, seketika sekelebat bayangan saat dirinya berada di kantin memasuki ingatan nya Apa itu, apakah itu dirinya, tidak mungkin
Ia lantas membuka mata terkejut ya tuhan apa yang sudah aku lakukan
Ia meremas dada, Jantungnya berdetak kuat, itu seperti bukan dirinya.
Ia berlari ke arah taman, tempat yang pas untuk nya, ia ingin sendiri saat ini.
Flashback off
Tia sudah ingin bergegas menuju kelasnya, saat ia berbalik ia tidak sengaja menabrak dada kokoh seseorang, ia paham betul siapa pemilik nya, Arta.
Seakan tak perduli, Tia melewati arta begitu saja.
Pergelangan tangan Tia di pegang oleh Arta
" Kenapa " ia paham betul jika Tia habis menangis
" Apa maksudmu " bukan kah tadi baik baik saja tapi kenapa sekarang gadisnya itu berubah
" Kak Danu membuat keputusan sendiri maka aku juga bisa membuat keputusan sendiri, jika memang kita sepasang kekasih, aku ingin hubungan ini tak ada, aku ingin kita PUTUS "
Tia menjeda ucapannya
" Tidak ada cinta di antara kita, permisi " Tia meninggalkan Arta yang membisu
" Tidak semudah itu baby,, " Arta tersenyum menyeramkan
" Apa tadi katanya, putus heh "
__ADS_1
" Tidak akan, sampai kapan pun kau akan menjadi milikku "
*
*
*
Bel pulang sekolah berbunyi, Tia bergegas mengemasi barang barang nya dan segera pergi meninggalkan kelas buru buru supaya tidak bertemu dengan Arta.
Dan berhasil, dirinya sekarang sudah memasuki bus umum itu tandanya Arta tidak berhasil menemuinya.
Arta memang sengaja tidak mengejar Tia, ia tau bahwa Tia sekarang ingin menjauhinya, untuk hari ini tidak masalah, tapi besok ? jangan harap!
Saat tiba di rumah ia sudah di tunggu oleh sang mommy,
Sang mommy celingukan melihat Arta
" Son, dimana calon mantu mommy "
" Lagi hibernasi " jawaban nyeleneh Arta berikan untuk sang mommy,
" Kau ini, bicara yang benar " mommy cla di buat gedek oleh anaknya ini
" Dia minta putus mom "
" What !! " Clarissa teriak tidak percaya
" Bagaimana bisa, kau bahkan pacaran belum genap satu minggu " antara ingin ketawa dan menangis. sang anak yang terlihat sempurna itu di putusin, oh ayolah bahkan semua gadis ingin berpacaran dengan nya walau hanya satu hari.
__ADS_1
Tapi saat ini bahkan anak nya lah yang di putusin, karma menolak gadis gadis yang mendekatinya ini pasti , Cla begitu yakin.