Mungkinkah Cinta

Mungkinkah Cinta
19


__ADS_3

Sekolah gempar dengan pengakuan sang pangeran es. Arta mengaku sudah punya kekasih.


What ?


*Are you kidding


Big no* !!


" She's my girlfriend " dengan senyum yang tidak semua orang ketahui itu masih bertengger saat melihat sang kekasih meninggalkan nya dengan wajah yang memerah, entah malu, marah atau apapun itu ia tak perduli. Sangat egois bukan. Itulah Arta, di balik sifat yang dingin dan kejam nya, ia juga memiliki sifat egois,jika ia menginginkan sesuatu, itu harus jadi miliknya dengan cara apapun, bukan kah ia pewaris tunggal GG corp rigt, jika ia tak memiliki sifat ini maka perusahaan nya tidak akan maju kupastikan itu


" Oh my god Tiaaa,,, apakah kau benar-benar kekasih kak Danu " siapa lagi kalau bukan Lala sahabat tia yang selalu heboh dimana-mana.


" Apa kau tidak punya urat malu teriak-teriak seperti orang hutan "


" Tidak "


" Ayo cepat jelaskan bagaimana bisa kau jadian dengan kak Danu, bisa-bisanya orang sepertimu di jadikan pacar oleh kak Danu " Lala menelisik Tia dari atas ke bawah tidak percaya


" Hei,, memangnya aku orang seperti apa " jelas saja tidak terima


" He he he , bercanda " jawab Lala nyengir kuda


" Cepatlah Tia, jelaskan bagaimana bisa "

__ADS_1


" Tidak ada yang perlu di jelaskan, kak Ar,, maksudku kak Danu tadi hanya bercanda "


" Baby "


Dengan gaya yang aduhai maksudnya gaya yang cool, dengan tangan kiri yang ia masukkan ke saku celana dan tangan kanan yang memegang tas yang bertengger di bahunya, Arta terihat gerr gimana gituh muka yang biasa datar kini terlihat tersenyum memandang gadis yang sedang berdiri kikuk.


Sedangkan Lala dan teman sekelas Tia menatap bengong kearah keduanya, mereka bahkan tidak berharap bertemu atau berpapasan dengan pewaris tunggal GG corp itu, bukan berarti tidak mau, tapi Arta lah yang susah di temui, tapi sekarang, mereka melihat dari dekat sang pewaris tertinggi ada disini, menemui gadis yang di akui oleh Arta sebagai kekasihnya, gadis yang biasa saja, mereka masih tidak menyangka gadis yang menurut mereka sedikit menyebalkan itu ternyata adalah pemilik hati seorang Arta.


Di perusahaan GG corp kini terlihat 2 orang parubaya yang masih saja terlihat tampan dan cantik di usia yang tidak lagi muda itu. Mereka sedang fokus melihat leptop yang sekarang sedang menampilkan sesuatu yang begitu menarik menurut mereka.


Dengan mata yang berkaca-kaca Cla memandang gadis yang kini ada di dekapan sang anak


" Dia mirip sekali dengan Maura dad " ucapnya bergetar dengan menyentuh layar leptop seakan ia dapat menyentuh wajah gadis itu yang tak lain adalah Mutia.


hah


" Dad, jika begini aku tidak jadi main-main dengan calon menantuku "


" Kupastikan anakku tidak salah memilih "


" Kenapa kau plin plan sekali "


" Biarkan saja, kupastikan dia itu kuat "

__ADS_1


" Ya kau benar "


" Aku sudah tidak sabar bertemu dengan mereka, ternyata mereka dekat dengan kita, tapi kenapa kita tidak dapat menemukan keberadaan mereka"


" Entahlah "


Cla mencebikkan mendengar jawaban sang suami, ia pun tak ambil pusing, lebih baik ia menelpon anaknya yang begitu begitu gimana maksudnya mom


dret dret dret


Terdengar getaran dari handphone nya Arta mengalihkan pandangan nya ke layar , tertera nama Mommy disana


" Ya mom " suara Arta yang lembut menambah kebengongan semua orang yang mendengar nya, mereka pastikan jika itu adalah mommy nya.


" Mommy ingin berkenalan dengan calon menantu Mommy, bisakah kau bawa kerumah sayang "


" Mom kau masih memataiku "


" Inikan untuk kebaikan mu, nanti kalau kau di culik bagaimana"


" Aku sudah besar Mom, bahkan aku sudah mempunyai pacar " ucap Arta sambil memandang Tia yang dari tadi curi-curi pandang ke arahnya, seakan ketahuan jika ia sedang memandang Arta, Tia segera mengalihkan pandangan nya, Arta tersenyum tipis melihat tingkah Tia yang menurutnya lucu orang jatuh cinta mah gitu bangun tidur masih ileran aja bilangnya cantik


" Ya Mommy percaya anak Mommy sudah besar, jangan lupa nanti bawa dia ke mansion"

__ADS_1


BERSAMBUNG,,,,,,,,,


__ADS_2