Mungkinkah Cinta

Mungkinkah Cinta
05


__ADS_3

"Oh astaga,, apakah tadi kau tersenyum ?. Mimpi apa aku semalam sampai aku bisa melihat senyummu itu hari ini".


Arka tak percaya apa yang dia lihat hari ini, walaupun senyum yang di lihat dari Arta sangatlah tipis, bahkan sangat-sangat tipis.


Orang lain mungkin tidak akan melihat jika tadi Arta tersenyum, tapi berbeda dengan Arka dia sangatlah hafal pada sahabatnya itu, seberapa tipis Arta tersenyum dirinya masih bisa melihatnya.


Kaget dengan suara Arka, dirinya pun menoleh kesamping dan mendapati wajah sang sahabat yang terkejut melihatnya tersenyum.


Sadar apa yang sedang terjadi, bukan cuma Arka yang terkejut dirinya pun sama. Tapi dia bisa mengembalikan wajahnya yang tadinya terkejut kembali ke semula yang datar dan dingin itu.


Apakah tadi dirinya tersenyum


Apa yang membuat dia tersenyum


Apa kah karena melihat bola mata gadis itu


Mengingat gadis itu nyatanya membuat jantungnya kembali berdetak cepat seperti tadi di saat dirinya menatap mata indah itu dari jauh. Berkat mata elangnya dari jarak jauh pun dia bisa melihat sebagus apa mata gadis itu.


Seakan tersadar dari lamunan nya, dia pun bergegas berbalik untuk menuju kelasnya dan meninggalkan Arka yang masih bengong di tempat.

__ADS_1


"Oh mommy cla, anak mu tersenyum"


Gumam Arka dengan menyebut mommy Arta, Clarissa gerald


Setelah sampai dikelasnya, Arta segera duduk di tempat duduknya serta mengeluarkan handphone nya guna menghubungi asisten Ken.


"Carikan aku informasi seseorang"


Tanpa menunggu jawaban dari yang di telepon nya, ia langsung menutup panggilan nya.


Asisten Ken yang bingung dengan maksud sang tuan muda pun hanya mengernyitkan dahi, informasi siapa yang tuan muda maksud apakah musuh baru .


Mendengar Tuan nya memanggil, ia pun tersadar dari kebingungannya.


"Maaf tuan, Tuan muda menyuruh saya untuk mencarikan informasi seseorang"


Mendengar penjelasan sang asisten, jeff pun mengangkat kepalanya yang tadinya menunduk fokus pada berkasnya langsung menatap asisten Ken.


"Siapa yang akan dia cari, apakah musuh barunya"

__ADS_1


Sebagai pengusaha sukses, tak jarang pula dirinya menjadi incaran musuh untuk menjatuhkan perusahaan nya melalui dirinya ataupun keluarga nya, terutama anak dan istrinya.


Tapi bukan jeff namanya jika dia akan diam saja, Jeff bahkan terkenal sangat kejam pada siapapun yang berani macam-macam dengan keluarganya.


Dan bila sudah berani mengusiknya jeff tak akan melepaskannya.


Kini keduanya bungkam dengan pokiran masing-masing, siapa gerangan yang sedang di cari oleh anak dan tuan mudanya itu. Setau mereka seorang Danuarta gerald tak pernah menyuruh untuk mencari informasi seseorang walaupun itu musuhnya sendiri, karena mereka tau Arta pasti bisa mengatasinya.


Setelah beberapa waktu dalam keheningan, mereka di kejutkan dengan suara handphone asisten Ken dan diliriknya ponsel itu dan tertera nama Tuan muda di sana. Dia pun menoleh pada tuan nya guna meminta izin mengangkat telpone nya itu yang hanya di angguki oleh jeff, karna di pun ikut penasaran apa yang akan di tanyakan lagi oleh anaknya itu.


"Ya tuan muda"


"Bagaimana , apa kau sudah mendapatkan nya"


Asisten Ken bingung ingin menjawab apa sebab dirinya tak tau siapa yang akan dia cari sementara sang tuan muda tidak memberi petunjuk apapun, minimal nama pasti akan mudah untuk mencarinya.


"Maaf tuan muda"


Hanya itu yang bisa ia jawab, karena dia saja bingung mau menjawab apa.

__ADS_1


__ADS_2