My Cute Boyfriend

My Cute Boyfriend
Chapter 26


__ADS_3

Nanaz bergerak dalam tidurnya. keningnya mengernyit pelan dengan mata yang masih menyipit kemudian mengerjapkannya beberapa kali.


Pandangannya yang memburam peralahan terlihat jelas, sedikit merasa silau dengan terangnya lampu yang menyala. Gadis ini menguap, bangkit dari tidurnya sambil merenggangkan tangan.


Badannya terasa lebih ringan dan segar, tidur memang pilihan terbaik untuk mengistirahatkan tubuh. Pusing nya sudah hilang sepenuhnya, gadis ini menarik senyum. Merapikan rambutnya, kemudian mengikat asal.


Sebelum beranjak turun ia sempatkan melihat jam di ponselnya. Empat digit angka disana menunjukan pukul setengah lima kurang dua menit. Begitu, ia tertidur cukup lama rupanya. Seragam sekolah pun masih melekat di tubuhnya.


Tunggu!


Apa?!


Tertidur?


Sejak kapan ia tertidur?! Tidak tidak tidak, ia bahkan tidak ingat kapan membuka pintu rumahnya lalu kenapa ia bisa berada di atas tempat tidur sekarang?


Nanaz menarik kembali kakinya yang telah menyentuh lantai. Memeluk lututnya sambil berfikir keras, mengingat ingat kejadian sebelumnya. Tidak terlalu lama sampai gadis ini menyadari keberadaan secarik kertas di atas meja. Segera ia mengambilnya.


"Naz sorry banget ya. Bukannya gue lancang masuk ke rumah Lo. Waktu turun dari motor Lo pingsan, untung banget helm nya masih kepasang di kepala Lo. Maaf ya gue gak sempet nangkep soalnya kaget mendadak Lo jatuh. Gue ketuk rumah Lo gak ada orang, jadi gue coba geledah tas Lo dan nemuin kunci rumah. Sorry langsung gue tinggal, takut ada kejadian yang tak di inginkan nanti. Kalau sudah bangun kabarin gue ya. "


-Miko-


Nanaz menghela nafas, ia baru ingat sempat pingsan tadi. Padahal sudah sampai depan rumah dan tinggal masuk, Nanaz jadi tak enak merepotkan Miko seperti ini. Dan lagi ia baru saja menemukan lipatan kain yang telah lembab disamping bantalnya. Mungkin Miko sempat mengompres keningnya sebelum pergi tadi.


Maka tak lama, sesuai pesan dari Miko Nanaz segera membuka layar kuncinya. Membuka salah satu aplikasi percakapan disana, mencari kontak bernama Miko dan memberi tahu jika ia sudah sadar. Tentu saja tak lupa ucapan terimakasih dan maaf nya.


"Jadi gak enak sama dia kan, aduh...."


Tak butuh waktu lama, Nanaz segera bangkit, berjalan ke arah cermin fullbody yang terletak di samping lemari pakaiannya. Melihat kondisi wajahnya, yang terlihat mulai segar kembali. Warna merah muda pun mulai muncul pada bibir mungilnya, syukurlah sudah tak sepucat sebelumnya.


Setelahnya gadis ini berencana untuk mandi, karena badannya yang gerah. Lagi pula ini juga sudah sore, maka dari itu Nanaz mengambil handuk yang tergantung di balik pintu kamarnya. Kemudian berjalan keluar menuju kamar mandi.


"Eh jadi tadi Lo di antar Miko?"


"Iya, astaga gue masih gak enak banget Yun."


"Ih kenapa sih, Miko kan emang baik banget. Aaaaa makin ga sabar buat jadi pacar hehe."


Nanaz mengulas senyum dari balik telponnya. Suara dentingan sendok mulai terdengar saat tangan kanannya bergerak mengaduk susu hangat dalam gelas.


"Eh tapi ya Naz,"


"Hm?"


"Tadi Lo kok bisa ketemu Miko gimana ceritanya? Gue kirain dia ada rapat OSIS pulang sekolah."


"Oh iya, soalnya gue emang ke toilet area situ jadi mung---"


TOK! TOK! TOK!


"ASSALAMUALAIKUM NANAZ, CALON SUAMIMU DATAAAANG!"

__ADS_1


"Yun, udah dulu ya Ezra datang."


Terdengar dari sebrang sana, Yuna mendengus kemudian terkekeh pelan. "Iya-iya, cepetan tuh bukain pintunya ya calon istri."


"Hehehe."


Nanaz mematikan ponselnya, menyimpannya di saku celana dan membawa gelas berisi susu nya kedepan.


"NANAAAZ, CALON SUAMI MU PULAANG."


"Aduh, iya-iyaaa. Waalaikumsalam bentar ya Zra."


Nanaz dengan tangan yang sedikit kepanasan karna ketumpahan susu segera berlari kecil kedepan. Meletakkan minumannya di atas meja tamu kemudian memutar kunci dan segera membuka pintunya.


"Ezra jangan biasain teriak-teriak dong. Ini udah malem loh, kan gak enak kalau tetangga keganggu. Apalagi ibu sebelah baru lahiran loh dua minggu lalu, kalo anaknya kaget terus nangis gimana?"


Yang menjadi target Omelan sempat mematung kaget didepan pintu. Baru melangkah masuk saat Nanaz duduk di sofa nya dan meminum susu.


"Hiks, Nanaz jahat. Baru juga datang udah di marahin. Aku kena mental loh, aduh kayak ada yang kretek-kretek Naz."


Nanaz yang baru selesai meneguk habis susunya langsung terkekeh manis.


"Aduduh, maaf deh. Kasian Ezra ya baru nyampe udah kena marah sama. Pacar nya jahat banget yaaa." Guraunya.


"Iya, jahat banget soalnya berani nyuri hati aku." Balas Ezra, jari tangannya bergerak menyapu bekas susu di pinggir bibir Nanaz.


"Kak Karin belum pulang Naz?"


Nanaz menggeleng sebagai jawaban, "Itu apa?" Tunjuk nya pada plastik putih besar yang tadi dibawa Ezra.


"Eh, titipan dari Tante Fira? Buat Kak Karin?"


Ezra menggeleng, "Bukan, tapi emang buat Nanaz. Soalnya kan Nanaz hari ini sakit, jadi mama khwatir. Dibuatin bubur sama sup ayam, ini di rantang masi anget, baru di buat tadi. Aku juga ikut bantuin loh Naz."


"Bantuin doa?"


"Heh mana mungkin! Maksudnya tadi aku bantuin mama beli bahan-bahannya. Makanya tadi aku gak bisa langsung kesini pulang sekolah, mama minta temenin belanja Naz."


"Eh?"


Ezra yang sedang mengeluarkan rantang berisi bubur ke atas meja menolehkan kepalanya. "Eh?" Beonya.


"Wah, sekarang Ezra udah akrab sama Tante Fira ya! Pfftt, aku gak nyangka, Ezra yang dibilang macan kurang belaian jadi anak mama." Ucapnya setengah tertawa.


"B-bukan akrab! Apa sih Naz, aku kan cuman mencoba jadi anak yang berbakti supaya dapat pahala dan masuk surga!"


"Bwahahaha! Iya deh, aku aamiinin nih."


"Gak tau lah Naz aku ngambek. Makan sendiri aja ya, tadi padahal aku mau nyuapin Nanaz."


"Ih siapa juga yang mau disuapin kamu?" Goda Nanaz.

__ADS_1


Ezra menoleh tak percaya, "Naaaz! Aku seriusan ngambek loh."


"Terus, Aku harus gimana ya? Gak tau tuh. Lapar."


Ezra menarik kedua sudut bibirnya ke atas, melihat Nanaz yang tengah membuka tutup rantang dengan wajah cerianya. Gadis itu tampak berceloteh tentang harumnya sup buatan Fira, kemudian wajah cantik nya kembali mengulas senyum saat suapan pertama masuk ke mulut nya.


"Enak banget! Kayaknya aku juga harus belajar masak dari Tante Fira deh."


Kalau dilihat seperti ini, berarti Nanaz sudah sehat kan? Jujur, ia sangat khawatir saat mendengar Nanaz di bawa ke UKS, apalagi saat ia datang wajah Nanaz benar-benar pucat.


Saat menjalankan hukuman tadi ia juga mengerjakannya terburu-buru, agar segera pulang dan menjenguk Nanaz. Ya walau akhirnya tadi ia harus menemani Fira untuk belanja terlebih dahulu.


"Enak banget Naz?"


Mengangguk tanpa menoleh, Nanaz sibuk memakan masakan Fira dengan semangat. Ia memang sedang lapar, dari sepulang sekolah tadi ia belum makan apapun. Malah sibuk merapikan rumah, bahkan baru sempat mengisi perut dengan susu tadi.


"Aku gak di kasih?"


"Ngapain, kan kamu katanya ngambek. Buat aku semua ya, lagian Tante Fira juga masakin buat aku."


"Ya ampun, itu banyak loh Naz. Masa' iya bakal habis semua."


"Gak papa, bisa aku simpan. Nanti di panasin lagi kalau mau di makan. Hehe."


"Yaudah gak usah. Aku makan martabak aja."


"Gak boleh, yang itukan buat kak Karin."


"Yaudah lah Naz, aku pulang aja. Assalamualaikum."


Beranjak dari duduknya, Ezra mengambil kunci motornya di atas meja. Kemudian menuju pintu dengan langkah berat, sengaja di tahan. Berharap Nanaz menahannya untuk kembali duduk dan makan bersamanya nya.


"Naz aku pulang yah." Ucapnya di ambang pintu.


"Ha? Oh iya hati hati yaaa."


Ezra mendengus, menatap Nanaz yang masih sibuk memakan sup buatan Fira. Apa seenak itu sampai Ezra pun diabaikan. Ezra belum sempat menyicipi karena niatnya memang ingin makan berdua dengan Nanaz. Tapi dari baunya yang harum mungkin sudah jelas.


"Naz aku serius loh!"


"Eh. Yauda hati hati Ezra, besok jemput aku ya. Kita ke sekolah bareng hehe."


"Gak mau."


"Oh gitu? Minta antar Lucas aja kali ya?"


Ezra melotot kaget, "NANAZ?!"


Nanaz tertawa lepas, puas rasanya menjahili pacarnya.


tbc,

__ADS_1


Haii semua. Aku minta maaf yaa udah lama gak update untuk kedepannya juga aku belum tau bisa update cepet atau engga. Akhir akhir ini aku mangkin sibuk buat persiapan ujian kejuruan dan kerjain tugas tugas lain, soalnya aku udah kelas 12 Akhir :(


Do'ain yaa biar semua nya cepet selesai. sampai jumpaaa


__ADS_2