My Husband Beloved

My Husband Beloved
Episode 12


__ADS_3

Flashback


3 tahun kemudian...


Marcella yang saat itu sedang latihan bela diri,mendapat kabar bahwa kekasihnya telah sadar dari komanya


Sampai dirumah sakit marcella bergegas berlari menyelusuri lorong rumah sakit dan disana sudah ada adik samuel


Mata marcella berkaca kaca melihat orang yang dicintainya kini sedang terbaring lemah dengan bantuan alat medis diseluruh tubuhnya


Marcella mendekat kearah samuel dengan meneteskan air mata dan ia tidak bisa memeluknya karna dihalangi oleh alat medis


"Aku merindukanmu sam"


Samuel hanya bisa tersenyum,sambil memandang gadisnya dengan pandangan sendu penuh kerinduan yang teramat dalam


"Kau harus cepat cembuh,agar kita bisa menata masa depan kita nanti,itu kan janji kita berdua"


Samuel menangis dalam hatinya,samuel menahan tangisannya agar tidak keluar tetapi tidak bisa


"Aku tidak bisa cella,karna aku tidak bisa selalu bersamamu"


"Jangan berbicara seperti itu aku tidak suka!!seakan akan kau akan pergi meninggalkanku dan adikmu untuk selamanya"


"Kau mau berbuat janji padaku??"


Marcella menatap samuel heran dengan air mata yang bercucuran,karna ia tidak tega melihat keadaan samuel yang dipenuhi alat medis


"Selama itu tidak yang aneh aneh,aku akan berjanji padamu"


"Maaf cella,dengarkan dan kau cerna baik baik"


"Apa yang kau katakan??kenapa kau harus meminta maaf kepadaku??"


"Aku cuma mau bilang,semoga suatu saat nanti kamu akan dipertemukan oleh sosok pria yang sepertiku bahkan jauh lebih dariku. Tolong lupakan aku jika aku sudah pergi nanti,aku akan bahagia jika kau melakukannya. Dan kebahagiaanku adalah jika suatu saat nanti kau bersanding dengan pria pilihanmu ataupun pilihan orangtuamu,cintailah dia seperti kau mencintaiku bahkan jauh kau mencintaiku. Aku yakin pasti kau akan dipertemukan oleh pria yang benar benar tulus dan mencintaimu,sekalipun orang tuamu mencari pendampingmu bukan berarti kau tidak bisa memilih pendampingmu sendiri,hanya saja setiap pilihan orang tua itu pasti yang terbaik untuk anaknya"samuel berhenti sejenak sambil menghela hafas,marcella menggeleng agar samuel berhenti berbicara yang tidak tidak


"Aku tau itu pasti berat bagimu,tapi maaf aku tidak bisa selalu bersamamu karna aku sudah tidak kuat lagi,mungkin aku akan menyusul orang tuaku dan adik kembar adikku. Tolong jaga dan sayangi dia seperti adikmu sendiri"


Marcella membekap mulut samuel dengan kedua tangannya,marcella duduk disamping brankar samuel sambil menggenggam tangannya yang terbebas dari alat medis


"Tidak kau suruh pun aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri dan akan selalu menjaga dan menyayanginya. Tapi kita berdua yang akan menjaga nya,jika kau meninggalkannya pasti ia akan sangat sedih sekali,karna hanya kau yang dimilikinya saat ini"


"Aku sudah tidak sanggup lagi cella,aku ingin kau la-ku-kan-ucap-an-ku"nafas tersendat sendat


Marcella berdiri dari duduknya,saar melihat samuel kejang kejang sambil memegang kepalanya seperti sedang menahan rasa sakit,tidak berfikir panjang marcella langsung memencet tombol yang ada disamping brankar untuk memanggil dokter


Saat dokter datang marcella Keluar dari ruang UGD. Marcella duduk disamping adik samuel yang sedang ditenangkan oleh momy dan dadynya yang entah sudah dari kapan mereka disana


Marcella menunduk ia tidak sanggup jika samuel meninggalkan dirinya untuk selamanya,sherlyna duduk disampingnya dan mengusap punggung marcella yang bergetar karna menangis


Pintu ruang UGd terbuka,keluarlah dokter yang ditemani oleh suster dibelakangnya


"Dok bagaimana dengan kakak saya??"


"Dok bagaimana dengan kekasih saya??apa dia baik baik saja??apa dia-"


"Tenang dulu cella,biarkan dokter berbicara dulu"


"Sebelumnya kami minta maaf,pasien tidak bisa diselamatkan karna benturan yang sangat keras dibagian belakangnya kami sudah berusaha semaksimal mungkin,tetapi tuhan berkehendak lain"


Bagaikan batu yang menghantam dirinya,dunianya seperti berhenti,air mata marcella sudah berapa kali berjatuhan di pipi mulusnya


"Enggak.. Enggak mungkin,dokter pasti bercanda kan??mana mungkin kekasih saya meninggalkan saya begitu saja"


"Maaf tapi memang kenyataan nona"


Marcella langsung berlari masuk kedalam ruang UGD,tanpa memperdulikan panggilan keluarganya maupun sahabatnya,yang ia pikirkan saat ini adalah kekasihnya


"APA YANG KALIAN LAKUKAN!!JANGAN LEPASKAN ALAT ITU DARI TUBUHNYA!!KEKASIHKU MASIH HIDUP!!"


"Maaf nona tetapi kekasih anda sudah tiada"


"CUKUP!! jangan sekali kali kau berbicara seperti itu!!jika kau tidak ingin kehilangan pekerjaanmu!!"


"Maaf sus"


Mereka yang ada disana melihat marcella merasa iba terutama adik dari samuel,yang sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri menjadi seperti ini,karna ditinggal oleh orang yang dicintainya untuk selamanya


Setelah kepergian samuel,marcella menjadi sosok yang dingin dan cuek terhadap sekitarnya kecuali dengan keluarganya dan sahabatnya

__ADS_1


Flashback off


Waktu begitu cepat dan tidak terasa bahwa hari ini hari dimana Marcella dan Zevano akan mengucapkan janji suci dihadapan tuhan dan disaksikan oleh seluruh dunia


Zevano memerintahkan seluruh anak buahnya untuk menjaga setiap sudut gereja,agar tidak ada kejadian yang tidak diinginkan


Saat ini Marcella sudah sangat cantik menggunakan gaun pernikahan berwarna putih dengan lace detailed disetiap sisinya,dibagian bawah gaun yang sangat lebar. Iiilusion Sleeve yang pendek membuat Marcella terlihat sangat elegan dan anggun. Dengan rambut yang disanggul dan terdapat aksesoris yang semakin menambahkan aura kecantikannya,serta heels tinggi yang didesain oleh mutiara dan pernak pernik





"Kenapa elh natap gue seperti itu??ada yang salah sama make up gue??"ucap Marcella


"Enggak ada kok,elh cantik bahkan gue sangat iri dengan kecantikan elh hanya saja"jedanya


"Hanya saja??"mengulang


"Gue takut enggak ada yang mau sama gue dengan kondisi gue seperti ini"sendu


"Sstt.. Jangan pernah berbicara seperti itu!!gue enggak suka,gue yakin masih ada seseorang yang mau sama elh dan menerima baby elo"tegas


"Itu enggak akan pernah mungkin cella"tertawa kecil yang terdengar sangat menyakitkan


"Elu pernah bilang sendiri sama gue,didunia ini tidak ada yang tidak mungkin.. Gue percaya akan hal itu dan elu juga harus yakin akan hal itu juga"panjang lebar


"Makasih cella elu selalu ada buat gue,gue beruntung punya sahabat kaya elo. Gue sayang sama elu cella"memeluk Marcella


"Gue juga sayang sama elo"membalas


"Udah jangan sedih kasian baby lh"ucapnya lagi


Sherlyna pun mengangguk dan mengelus perutnya yang masih rata begitupun dengan Marcella


Pintu Kamar terbuka,ternyata Mauren dan Lucas serta maykel dan jessica sambil menggendong zayn


"So beautiful honey"takjub


"Thanks dad"tersenyum


"Siapa dulu momynya"dengan bangga


"Kau ini"bersemu malu atas ucapan suaminya sedangkan yang lain hanya terkekeh


"Sudah sudah inget umur dad mom"sinis maykel


"Yayayya dady tau itu"memutar bola matanya jengah


"Aku juga sampe takjub dengan kecantikan mu cella,kakak yakin calon suami akan terpesona dengan kecantikanmu"ucap jessica


"Kak jesi juga cantik"senyum tipis


"Momy tidak menyangka putri yang sudah momy kandung sampai melahirkan,menyusui,merawat kini putri momy sudah besar. Bahkan sebentar lagi akan menjadi seorang istri"panjang lebar sampai meneteskan air mata bahagia


"Momy kenapa menangis,aku tidak suka melihat momy meneteskan air mata seperti ini"mengusap air mata Mauren


"Momy menangis bahagia baby"tertawa kecil


"Tetap saja aku tidak suka melihat momy menangis"memeluk Mauren


"Dady pun sama hal nya dengan momy honey,dady merasa baru kemaren dady menggendongmu dan mengajarkanmu berjalan dan kini sudah beranjak dewasa"tersenyum hangat


"Walaupun cella sudah menikah dan menjadi seorang istri,mau sampai kapanpun cella akan tetap menjadi putri kalian itu tidak akan pernah berubah"memeluk kedua orang tua nya


"Aku menyayangi kalian"Marcella meneteskan air matanya dalam pelukan orang tua nya


"Kami juga sayang sangat menyayangimu honey"ucap Mauren sambil mengusap air mata Marcella


"Jadi kau tidak menyayangimu??"pura pura ngambek


Terkekeh"Aku juga menyayangimu prince"memeluk maykel


"Aku jauh lebih menyayangimu princess"mengecup kening marcella


Sherlyna yang melihat itu semua ikut sedih bercampur bahagia. Sedih karna waktunya denga Marcella akan berkurang dan bahagianya karna ia bisa melihat Marcella mendapatkan pendamping yang tepat walau belum ada cinta diantara mereka


"Apa kau sudah siap honey??"sambil mengulurkan tangannya

__ADS_1


"Sudah dad"menerima uluran tangan Lucas


"Kalo gitu,dady akan mengantarkan mu ke altar"ucap Lucas


Sahabat dan keluarga besar marcella sudah disana dan melemparkan bunga mawar saat marcella berjalan diantara mereka sambil memegang sebuah bunga ditangannya. Saat Pintu Gereja terbuka Marcella semakin gugup entah kenapa,ia menatap seluruh sisi gereja yang sudah didesain dengan sangat mewah dan elegan



Semua yang ada disana merasa sangat terpesona dengan kecantikan dan keanggunan Marcella. Terutama para wanita yang merasa iri dengan kecantikan yang dimiliki oleh Marcella apalagi bisa mendapatkan sosok zevano yang tidak bisa dimiliki oleh wanita diluaran sana


Sama dengan hal nya dengan pengantin pria yang sangat terpesona dengan kecantikan pengantin wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya


Zevano menggunakan taxedo berwarna hitam yang dibaluti oleh kemeja putih dengan dasi yang melekat pada kerah kemeja



Marcella berjalan diantara mereka dengan menggandeng lengan Lucas dan sedikit menunduk karna ia sangat malu menjadi pusat perhatian sekaligus gugup


"Aku menitipkan putriku padamu,tugasku dan juga tanggung jawabku sudah selesai,jaga putriku seperti aku menjaganya,sayangi putri ku seperti aku menyayanginya,cintai putriku seperti aku mencintainya"tegas


Zevano dengan tegas mengangguk,tanpa ia suruh ia akan melakukan hal itu semua


"Mari kita mulai pemberkatan"ucap pendeta


Semua yang ada disana bangun dari duduknya mendengar intruksi pendeta untuk segera dimulai pemberkatan nya


"Ikuti ucapan saya secara bergantian,yang akan dimulai dari tuan Schmitz lalu akan dilanjutkan dengan nyonya Luish"ucap pendeta


"Saya Zevano Mueller Schmitz,mengambil engkau Marcella Mischa Luish menjadi seorang istri,saling memiliki dan juga menjaga,dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang,pada waktu kelimpahan maupun kekurangan,pada waktu sehat maupun sakit. Untuk saling mengasihi dan menghargai,sampai maut memisahkan kita. Sesuai hukum allah yang kudus,inilah janji setiaku yang tulus" Zevano mengucapkan dengan tegas tanpa ada keraguan sedikitpun


"saya Marcella Mischa Luish,mengambil engkau Zevano Mueller Schmitz menjadi seorang suami,saling memiliki dan menjaga,dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang,pada waktu kelimpahan maupun kekurangan,pada waktu sehat maupun sakit. Untuk saling mengasihi dan menghargai,sampai maut memisahkan. Sesuatu hukum allah yang kudus,inilah janji setiaku"setelah mengucapakan janji suci Marcella meneteskan air mata,yang entah air mata bahagia atau tidak intinya ia merasa sekarang ia sudah menjadi seorang istri yang sudah punya kewajiban terhadap suaminya


Zevano dan Marcella sudah mengucapkan janji suci dihadapan tuhan dan disaksikan oleh seluruh dunia


Prokk..Prokk..Prokk..


Suara tepuk tangan mendominasi disetiap sudut gereja


"Sekarang kalian sudah menjadi sepasang suami istri dimata bapak allah kudus"ucap pendeta


"Mempelai pria silahkan pakaikan mempelai wanita cincin dijari manis nya begitupun dengan nyonya Schmitz sebagai tanda bahwa kalian sudah terikat oleh pernikahan yang suci dimata agama dan hukum"Ucap pendeta


Dari arah sana terlihat sherlyna yang sangat cantik dengan dress putih yang terlihat sangat anggun, sedang membawa sebuah kotak kaca yang sudah dihiasi oleh bunga bunga yang terdapat sebuah cincin



(Anggap saja didalam kotak ya guys)


Zevano mengambil cincin tersebut lalu memakai kan nya dijari manis Marcella. Marcella mengambil cincin untuk disematkan dijari manis zevano,dibalik belakang cincin tersebut ada sebuah nama mereka berdua dengan insial ZM


Prokk.. Prokk.. Prokk


Semua yang ada disana juga ikut merasakan kebahagian mereka,walaupun mereka tidak tahu dibalik semua itu adalah sandiwara


Mauren meneteskan air mata melihat putrinya yang kini sudah menjadi seorang istri,walaupun sampai kapanpun Marcella tetap menjadi putrinya


"You can kiss"ucap pendeta


Marcella menutup matanya dengan rapat saat hidungnya mencium aroma mint. Hingga akhirnya lutut nya seperti jelly saat bibir nya dengan bibir zevano bertemu dan mereka pun saling berpungutan


Prokk.. Prokk.. Prokk..


Zevano mencium kening Marcella dengan penuh kasih sayang,Marcella memejamkan matanya merasakan bibir zevano bersentuhan dengan keningnya


Marcella menggandeng lengan kanan zevano,mereka berdua turun dari altar yang diikuti oleh keluarganya


Saat didepan gereja mereka langsung dihujani oleh bunga mawar oleh kerabat Marcell dan juga zevano serta teman teman zevano pada saat kuliah yang sekarang menjadi rekan bisnis zevano


"Akhirnya kakak menjadi kakak iparku"ucap cessy dengan senang yang hanya dibalas oleh senyuman


Semua yang ada disana mwmberikan mereka selamat atas pernikahan mereka dan kini akan melakukan pelemparan bunga yang akan dilakukan oleh kedua mempelai


"Satu.. Dua.. Tiga"hitung bareng bareng


Zevano dan Marcella melemparkan bunga yang didapatkan oleh sherlyna yang menunjukan ekspresi terkejut sekaligus tak menyangka


Prokk.. Prokk.. Prokk


Mereka bertepuk tangan tepuk dengan sangat meriah,karna sherlyna telah mendapatkannya dan artinya yang aka selanjutnya yang menyusul mereka berdua adalah sherlyna

__ADS_1


Marcella menghampiri sherlyna dan memeluknya sambil membisukan sesuatu


"Kau harus percaya akan hal itu lyna"bisik Marcella


__ADS_2