
Marcella sedang bermain tebak tebakan bersama calissta di taman belakang mansion yang juga ditemani oleh suster
"Sayang ayo tebak 2+2 berapa??"ucap Marcella
Calissta menghitung dengan jari tangannya
"Empat"ucapnya
"Benar,oke sekali lagi 5+3 berapa ayo"ucap Marcella
Calissta mulai menghitung
"Delapan"ucapnya
"Benar kamu pintar banget sayang"mengusap kepala calissta lembut
"Siapa dulu dong lissta"dengan bangga
Drrt..Drrt..Drrt..
My Prince😠is calling..
"Hallo cel"
"Kenapa??"
"Kau kenapa tidak datang ke rumah sakit??aku mencarimu ke rumah sakit tapi kata asistenmu,kau tidak datang kerumah sakit sudah 2 minggu lebih,kau memangnya kemana??"
"Untuk sementara waktu aku memang tidak boleh bekerja oleh vano"
"Kenapa??"
"Enggak tau"
"Memangnya ada apa kau mencariku??"
"Aku hanya mengingatkanku saja bahwa sebulan lagi ia akan wisuda kau harus datang,jika tidak ia akan marah padamu"
"Ia aku mengingatnya"
"Dan satu lagi"
"Apa??"
"Aku menyayangimu dan juga merindukanmu"
Tut..
Maykel langsung mematikan telfonnya setelah mengatakan hal itu kepada Marcella yang membuat Marcella tersenyum. Ia juga sebenarnya sangat merindukan kakaknya dan juga orang tuannya. Tetapi untuk saat ini ia tidak bisa menemuinya sekarang karna ia masih tidak diperbolehkan keluar oleh zevano
Kepala pelayan datang menghampiri Marcella sambil memberikan sebuah kotak merah
__ADS_1
"Permisi nona ini ada paket katanya untuk nona"ucap kepala pelayan
"Aku tidak memesan paket apapun"dingin
"Tapi katanya ini paket untuk nona"ucap kepala pelayan
"Mungkin salah orang kali,saya sama sekali enggak merasa memesan paket"dingin
"Tapi disini atas nama nona"ucap kepala pelayan
Marcella melihat nya dan memang benar itu atas nama dirinya,tetapi ia tidak merasa pesan paket apapun. Ia pun akhirnya menerimanya
"Kalo begitu saja permisi nona muda"ucap kepala pelayan
Marcella yang merasa penasaran dengan isi paket itu pun membukanya. Dan saat ia membukannya betapa terkejutnya saat melihat isi paket tersebut dan juga sebuah surat ancaman yang tertulis
KAU AKAN MATI!!!
"AAAA"teriak Marcella sambil melemparkan kotak itu
Suster dan calissta yang mendengar suara teriakan Marcella pun terkejut dan tidak kalah terkejutnya suater itu melihat boneka yang diberikan foto marcella yang ditusuk oleh sebuah pisau dan dipenuhi banyak darah
"Jauhkan itu dariku!!"ketakutan
"Pelayan penjaga"teriak suster
Enggak lama pelayan dan penjaga pun datang saat mendengar teriakan suster
"Ada apa nona??nona kenapa seperti ketakutan"ucap penjaga
Mereka pun mengikuti arah yang ditunjukan oleh Marcella. Betapa terkejutnya mereka melihat boneka yang ditusuk oleh pisau yang mengunakan foto nona mudanya yang dilumuri banyak darah
Siapa yang sudah berani beraninya mengirim seperti itu kepada nona mudanya,jika tuan nya mengetahuinya pasti tuan muda nya akan marah besar
"Tolong jauhkan itu dari ku!!"ketakutan
"Baik nona"ucap mereka
Mereka pun membawa boneka itu keluar dan langsung membakarnya beserta kotak kotaknya
Sedangkan ditempat lain zevano yang mendapatkan kabar dari anak buahnya,bahwa ada seseorang yang mengirim sebuah paket yang berisi boneka yang dilumuri oleh banyak darah dengan sebuah surat ancaman yang akan membunuh istrinya
Zevano saat itu juga langsung pulang tanpa memperdulikan acara meeting nya dengan orang penting. Yang ia pikirkan adalah istrinya itu lebih segalanya dari pada kehilangan tendernya
Zevano berlari masuk kedalam mansion,ia tidak memikirkan mobilnya yang masih menyalah. Yang ada dipikirannya adalah keadaan istrinya
"Dimana istri saya??"teriak dan itu membuat calisata ketakutan mendengar teriakan zevano
"Di K-kamar tuan"ucap pelayan
Zevano berlari menaiki anak tangga,ia tidak memikirkan bagaimana jika dirinya terjatuh jika berlari seperti itu. Gernald yang melihat bagaimana kekhawatiran nya zevano ia bisa melihatnya bahwa zevano sangat mencintai istrinya
__ADS_1
Zevano membuka pintu kamarnya dan ia mendapatkan Marcella yang sedang meringkuk memeluk bantal guling dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya
"Sayang"lembut
Marcella yang mendengar suara zevano langsung terbangun dan berlari memeluk zevano
"Aku takut"memeluk zevano erat
"Kau jangan takut sekarang ada aku di sini"mengecup kening Marcella
"Aku akan mencari tahu siapa yang sudah berani menerormu dan mengusikmu"mengepalkan tangannya
"Zee"mendongak
"Hmm"mengelus rambut Marcella
Marcella melepaskan pelukan nya dan mengambil ponsel lamanya lalu memberikannya kepada zevano
"Maaf"menunduk
Zevano membaca semua pesan dari seseorang yang sudah meneror istrinya belakangan ini dengan nomor yang berbeda-beda
"Kenapa kau tidak bilang sama aku ha!!!Dan baru memberitahuku sekarang!!jika ada seseorang yang sudah menerormu belakangan ini!!kamu anggap aku ini apa!!"marah
"Aku takut"lirih
"Kamu enggak perlu takut!!karna aku selalu bersamamu!!!aku sudah menduga nya jika kau belakangan ini merasa aneh dan menyembunyikan sesuatu kepadaku!!!kau juga tidak pernah memberitahu ku bahwa kau memiliki ponsel yang lain!!"panjang lebar
Marcella hanya bisa menangis,ia tahu jika ia salah tetapi saat itu ia merasa takut,ia takut jika orang itu menyelakai zevano
Zevano mengusap wajahnya kasar ia menyadari jika ini tidak sepenuhnya salah istrinya tetapi orang itu,ia harus segera mencari itu dan akan ia bunuh dengan tangannya sendiri
Zevano memeluk Marcella yang bergetar karna menangis. ia merasa dadanya sangat sesak melihat istrinya menangis lagi-lagi karna dirinya
"Maafkan aku,aku tidak bermaksud memarahimu seperti itu,hanya saja aku tidak suka jika kau menyembunyikan sesuatu padaku,aku merasa selama ini aku tidak dianggap olehmu"jedanya
"Maaf"lirih
"Aku mencintaimu"datar
Marcella mendongak melihat wajah zevano yang juga menatap dirinya,ia tidak menyangka zevano akan berbicara langsung padanya,di satu sisi ia merasa paling bahagia karna bisa mendapatkan cinta zevano yang tidak bisa didapatkan oleh wanita manapun dan disisi lain ia bingung dengan perasaannya sendiri,ia tidak tau apakah dia mencintai zevano atau tidak
"Maaf"jedanya
"Maaf jika aku belum bisa membalas cintamu,dan maaf aku belum bisa memberikan kewajibanku sebagai istrimu. Aku akan memberikannya jika aku sudah mencintaimu dan kini aku sedang belajar untuk mencintaimu"panjang lebar
"Ssstt aku tidak peduli kau sudah mencintaiku atau belum,aku akan selalu menunggumu sampai kau benar benar mencintaiku. Yang penting hanya satu kau selalu berada disampingku sampai kapanpun dan apapun yang terjadi"mengecup kedua mata Marcella yang sudah membengkak akibat menangis
Zevano dimata Marcella adalah sosok pria yang seperti dady-nya. Sosok Pria yang sangat memahami dirinya walau terkadang ia selalu bersikap menyebalkan yang membuat dirinya merasa kesal padanya,ia akui ia sangat beruntung mendapatkannya walau dirinya mengakui telah menjilat ludah nya sendiri dengan perkataannya sendiri
Zevano tidak mendengar suara tangisan marcella saat ia menunduk ternyata Marcella tertidur dalam dekapannya
__ADS_1
Ia menggendong Marcella dan membawanya ketempat tidur. Ia menyelimuti Marcella sampai dadanya lalu ia memberanikan diri untuk mengecup bibir Marcella
Setelah itu ia pun pergi ke ruang kerjanya,ia harus memerikasa cctv yang ia pasang di seluruh sudut mansionya tanpa sepengetahuan siapapun kecuali dave dan juga orang kepercayaan nya untuk menjaga mansionya yang memang ditugaskan olehnya yang menyamar sebagai kepala pelayan