My Husband Beloved

My Husband Beloved
Episode 34


__ADS_3

Dikediaman zevano kedatangan gernald dan juga callista yang memang beberapa minggu yang lalu mereka berpamitan untuk kembali ke amerika karna ada suatu pekerjaan,dan sekarang mereka kembali hanya sekedar melihat kondisi zevano yang 2 hari yang lalu pulang dari rumah sakit


"Permisi tuan diluar ada seseorang yang mencari nona muda"ucap pelayan


"Siapa??"tanya Marcella yang merasa terpanggilkan


"Nona itu bilang katanya sepupu nona,kalo enggak salah namanya nona Ilona"ucap pelayan


"Benarkah"antusias Marcella pun berlari kearah pintu utama


"Kakak ilona"teriak Marcella dan memeluk Ilona. Ilona pun terkekeh ternyata adik sepupunya tidak pernah berubah masih seperti dulu manja dengannya


"Kenapa kau tidak bilang padaku jika kau kembali dari australia??"ucap Marcella


"Kemaren malem aku sangat kelelehan jadi aku lupa mengabarimu"ucap Ilona


"Lalu kau tau dari mana alamat rumahku??"tanya Marcella


"Kenzie yang memberitahu ku"ucap Ilona


"Ekhem"


Mereka yang mendengar suara deheman seseorang pun menoleh dan ternyata zevano yang sedang berdiri disana dengan kedua tangannya di masukan kedalam saku celananya


"Owh iya kak ini zevano,vano ini Ilona kakak sepupuku"ucap Marcella memperkenalkan Ilona kepada zevano


"Ilona"ucap zevano


"Hmm"gumam zevano setelah itu pergi meninggalkan mereka berdua


Ilona menatap zevano melongo sedangkan Marcella jengah melihat sikap zevano kepada kakak sepupunya


"Maaf ya kak vano memang seperti itu"tak enak


"Tidak masalah ternyata rumor tentangnya memang benar ya"terkekeh


"Yah seperti itu lah,ya sudah ayo masuk"ucap marcella mempersilahkan Ilona masuk kedalam


Mereka berdua pun masuk kedalam,disana zevano sedang mengobrol dengan gernald sedangkan callista sedang bermain yang ditemani oleh susternya


Mata mereka tertuju kearah dua wanita itu yang baru saja datang,mata gernald bertemenu dengan mata indah Ilona ia seakan terpesona dengan mata indah milik Ilona tetapi ia langsung memalingkan wajahnya begitu pun dengan Ilona,ia tidak asing lagi dengan pria itu karna pria itu juga sanhat terkenal di negara nya


"Pelayan"panggil Marcella


"Iya nona muda ada yang bisa saya bantu"ucap pelayan


"Tolong buatkan minuman untyknya dan juga cemilan"ucap marcella


"Baik nona"ucap pelayan


"Aunty ini siapa??"tanya callista yang merasa asing dengan wajah Ilona


"A-"


"Hy sayang aku Ilona kakak sepupuku auntymu"ucap Ilona dengan senyuman manisnya


"Hy aunty.. Aunty tidak kalah cantik dengan aunty cella"ucap calissta


"Begitu yah"ucap ilona malu malu yang diangguki oleh calissta


"Namamu siapa gadis cantik??"ucap Ilona


"Callista aunty"ucap calissta


"Nama yang bagus seperti orangnya"ucap Ilona gemas dengan callista sampai mencubit pipi gembul calissta dengan lembut.. Calissta pun terkekeh


Gernald diam diam memperhatikan interaksi putrinya dengan Ilona,ia tidak menyangka secepatnya itu putrinya akrab dengan orang lain seperti yang pertama kalinya ia melihat putrinya langsung akrab dengan Marcella


"Aunty ayo bermain dengan lissta"ucap calissta

__ADS_1


"Hmm mau tidak ya"ucap callista seperti sedang berfikir


"Aunty"rengek calissta


"Hahha baiklah ayo kita bermain"ucap ilona


"Aunty tidak diajak nih"pura pura mengambek


"Hehe aku lupa jika ada aunty disini"ucap calissta tertawa


"Aaa kau ini sangat menggemaskan"ucap Ilona gemas dengan callista,sedangkan Marcella mendengus tetapi ia tidak mempersalahkan hal itu


"Ya sudah ayo aunty"ajak callista


"Tidak aunty hanya bercanda,bermain lah dengan aunty ilona"ucap Marcella


"Baiklah,ayo aunty kita bermain"ucap calissta


"Ayo sayang"ucap Ilona


"Dady lissta main dulu ya sama aunty Ilona"ucap calissta


"Ia sayang"ucap gernald


"Bagaimana??"ucap zevano yang dari tadi hanya diam


"Maksudmu"menyeringit


"Apa kau tidak ingin memberikan calissta seorang ibu??bagaimana pun juga putrimu membutuhkan kasih sayanh seorang ibu"ucap zevano yang disetujui oleh Marcella


"Yang dikatakan vano benar,kau harus memikirkan hal itu. Mau sampai kapan kau seperti ini??kau butuh pendamping dan lissta membutuhkan sosok ibu"Ucap Marcella


"Aku juga sempat memikirkan hal itu,tapi aku tidak bisa melupakan mendiang istriku"ucap gernald dingin


"Setidaknya kau memikirkan calissta,menurutku kak Ilona pantas menjadi ibu sambung calissta"ucap Marcella


"Maksudmu"ucap gernald


Sedangkan di taman belakang,Ilona dan calissta sedang bercanda diriing suara gelak tawa mereka yang terlihat sangat bahagia


"Aunty perutku sakit karna kebanyakan tertawa"ucap callista dengan sis tawa nya


"Aunty juga sayang"ucap Ilona


"Ya sudah ini sudah menjelang sore ayo kita masuk,aunty juga akan kembali"ucap Ilona


"Aunty akan pulang"ucap callista yang tidak senang jika Ilona pulang


"Iya sayang,soalnya aunty ada pekerjaan yang harus aunty kerjakan"ucap Ilona


"Aunty besok kesini lagi tidak"dengan penuh harap


"Aunty tidak tau sayang,tapi nanti akan aunty usahakan"ucap Ilona


"Janji ya aunty"antusias


"Janji tidak ya"menggoda calissta


"Aunty"rengek calissta


"Hahha iya iya"mengelus puncuk kepala calissta


"Ya sudah ayo masuk"ucap callista


"Ayo"ucap Ilona


Tanpa mereka sadar dibalik dinding gernlad melihat interaksi mereka,hati nya menghangat melihat Ilona memperhatikan putri satu satunya. Yang dikatakan oleh Marcella benar putrinya membutuhkan sosok ibu bagiamna pun juga ia tidak boleh egois. Disatu sisi ia membutuhkan pendamping untuk mengisi kekosongan hari-harinya,disisi lain ia masih mencintai mendiang istrinya.


"Cella aku pulang ya"ucap Ilona

__ADS_1


"Kenapa cepat sekali??aku baru saja bertemu denganmu"ucap Marcella


"Aku ada kerjaan yang harus aku kerjakan"ucap Ilona


"Baiklah kau hati hati ya"ucap Marcella


"Hmm iya salam untuk suamimu dan juga ayahnya lissta ya"ucap ilona


"iya"ucap Marcella


***


Marcella sedang bersantai diruang tengah sambil memainkan ponselnya,sedangkan para lelaki berada diruang tamu privasi sedang membicarakan perihal pekerjaan


"Aunty"panggil callista


"Iya sayang"menoleh


"Hmm itu"ragu ragu


"Katakan saja sayang kau ingin berbicara apa sama aunty"lembut


"Aunty apakah aunty Ilona besok akan kembali kesini??"ucap calissta menatap Marcella


"Aunty tidak tau sayang,memang kenapa??"tanya Marcella


"Lissta ingin bermain bersama aunty Ilona lagi"antusias


"Seperti nya kau sangat menyukai aunty Ilona ya"ucap Marcella


"Iya aunty,aunty Ilona sangat baik dengan lissta,aunty tau saat lissta bermain dengan aunty Ilona??aunty Ilona menggendong lissta sambil berlari terus lissta tertawa sangat keraaas"ucap lissta dengan penuh keantusiasan


"Oyah"ucap Marcella tersenyum


"Iya aunty akhirnya lissta merasakan apa yang tidak pernah lissta rasakan"dengan senyuman yang mengembang


Marcella hanya tersenyum mendengar cerita calissta dengan penuh keantusiasan,sedangkan dibalik dinding gernald dan juga zevano mendengar semua cerita calissta bersama Ilona saat bermain tadi sore


"Kau lihat putrimu?bahkan aku baru melihat ia se bahagia itu menceritakan sosok Ilona,coba kau pikir pikir kembali. Aku tau kau selama ini merasakan kesepian hanya saja kau masih terbayang bayang dengan istrimu"ucap zevano panjang lebar setelah itu meninggalkan gernald dan menghampiri Marcella dan juga callista


"Sepertinya kalian sedang asik mengobrol,apa yang kalian bicarakan"ucap zevano dan duduk disebelah Marcella dan memeluk pinggang Marcella


"Tidak membicarakan apa apa uncle"ucap callista


"Sepertinya uncle tidak sengaja jika kau menyebutkan nama aunty Ilona hmm"ucap zevano


"Hehe"menyengir


"Lissta kemarilah"ucap zevano. Calissta pun mendekat ke arah zevano


"Ada apa uncle"tanya callista


"Uncle bertanya padamu boleh"menyingkirkan anak rambut callista kesamping


"Boleh bertanya apa??"ucap callista..


"Lissta mau tidak jika lissta punya ibu"ucap zevno,Marcella yang sedang bermain ponsel menoleh kearah suaminya


"Mau uncle,jika lissta punya momy lissta ingin menunjukan momy lissta kepada teman teman lissta"antusias


Marcella yang mendengarnya tertegun ia merasa kasihan terhadap callista,seharusnya di umur nya yang segini ia sudah merasakan pelukan dan kasih sayang seorang ibu


"Kau ingin sosok momy seperti apa??mungkin dadymu akan memberikanya untukmu"ucap zevano


"Untuk Ilona uncle,lissta sangat suka dengan aunty ilona. Aunty Ilona sangat baik dengan lissta aunty Ilona juga sangat cantik"ucap calissta bahagia


"Coba kau tanyakan kepada dadymu,ia mau tidak dengan aunty Ilona,jika dadymu setuju bilang kepada uncle sama aunty ya"ucap zevano


"Baik uncle,lissta mau ke dady dulu ya"ucap callista dengan antusias

__ADS_1


"Iya sayang"ucap zevano


__ADS_2