
Didalam ruangan maxsime tampak menyerit dahi saat mendengar suara kegaduhan dari arah luar
"Sial!!!bagaimana bisa mereka tahu keberadaanku!!"teriak maxsime emosi
Marcella semakin ketakutan saat melihat wajah maxsime yang terlihat sangat emosi,tetapi ia berusaha tenang ia yakin suaminya pasti akan menolongnya
"Cincin..pasti cincin itu sudah diberikan alat pelacak"Ucap maxsime ketika ia tidak sengaja melihat jari manis Marcella yang tersemat cincin,karna hanya itu yang ia lihat
Brak..
"Ow ow tidak kusangka secepat itu kau menemukan keberadaan istri tercintamu ehh"ucap maxsime saat sedang menodong sebuah pistol yang diarahkan ke arah kepala Marcella yang terlihat sangat ketakutan
"Lepaskan istriku"amarah zevano memuncak dikala istrinya di todong sebuah pistol
"Baiklah,aku akan melepaskannya jika kau bersedia meninggalkan istrimu bagaimana"tersenyum smrik
Marcella menggeleng dengan berurai air mata,ia tidak ingin zevano menyetujuinya,jika zevano menyetujuinya lalu setelah itu ia akan meninggalkan dirinya,bagaimana hidupnya nanti jika tidak bersama dengan zevano. Ia akui ia baru sadar jika ia sudah mulai mencintai suami dinginnya itu
Zevano menatap Marcella yang menggeleng kepalanya dengan air mata yang beruraian,dadanya sangat sesak saat melihat Istrinya menangis
"Baiklah"dengan nafas yang tidak berarturan
Bagaikan batu yang menghantam dirinya saat mendengar perkataan zevano yang membuat hatinya merasa ditusuk beribu-ribu pisau dengan gampangnya ia melepaskan dirinya. Apakah ia tidak memikirkan bagaimana zevano memperjuangkan dirinya dengan susah payah??dan sekarang dengan begitu mudahnya ia menyerahkan dirinya kepada manusia brengsek ini
Maxsime tersenyum kemenangan,dengan begitu mudahnya zevano menyerahkan Marcella kepada dirinya,tetapi ia masih belum mempercayainya tidak mungkin zevano dengan gampangnya menyerahkan orang yang dicintainya kepada dirinya
"Aku sudah menyerahkan istriku bukan??jadi lepaskan istriku dari tangan kotormu"menatap tajam
"Aku tidak mudah mempercayainya,karna aku tahu siapa dirimu"datar
"Baiklah aku harus apa agar kau mempercayai ku??"menatap tajam yang sangat menusuk
"Kau talak sekarang juga istrimu"dengan senyum kemenangan
__ADS_1
Dada zevano sangat sesak sekali,walau ia hanya sedang mempermainkan dramanya tidak disangka lawannya sangat pintar,tetapi ia tidak mungkin melakukan hal itu dengan sangat susah payah dirinya memperjuangkan istrinya dengan seenaknya pria brengsek ini mengucapkan hal yang tidak akan ia ucapakan sampai kapan pun
Entah bagaimana perasaan Marcella sekarang,jika zevano benar benar melakukannya,entah bagaimana hidup nya nanti jika tidak bersama lagi dengan zevano
Nicholas dan juga dave yang mendengarnya pun merasa geram dengan maxsime,ia ingin sekali menghajarnya tetapi belum ada intruksi dari zevano yang membuat mereka greget dengan zevano yang hanya diam dan menatap Marcella yang menggelengkan kepalanya dengan air mata yang terus mengalir di pipi mulusnya
Zevano tidak tahan lagi dengan drama ini,ia ingin mengakhiri semuanya dan segera melepaskan istrinya dan memeluknya
Diam diam zevano memberi kode kepada Nicholas dan juga dave disaat maxsime yang sedikit lengah
"Katakan cepat!!jika kau akan mentalak istrimu!!"teriak maxsime yang melihat zevano hanya terdiam diri disana
Prang..
Nicholas menendang pistol maxsime yang digunakan untuk menodong kepala Marcella,ia tersenyum sinis begitupun dengan zevano
"Kurang ajar"emosi ia merasa dipermainkan oleh zevano
Maxsime ingin mengambil pistol nya,tetapi sayang sebelum mengambilnya dave sudah lebih dulu menghancurkan pistolnya dengan pistol miliknya
"Bagaimana mungkin aku melepaskan istriku begitu saja sedangkan aku dengan susah payah mendapatkan istriku??dengan gampangnya kau ingin memisahkan kami"dengan amarah yang memuncak,ia tidak bisa menahan lagi untuk tidak membunuh manusia bejat ini dengan tangannya sekarang
Zevano menyuruh Nicholas dan dave untuk menghabisi maxsime sedangkan dirinya mendekat kearah istrinya,tetapi sebelum itu ia menangkap jika ia melihat maxsime mengambil sebuah pistol yang ada dibalik punggung dave dan mengarahkan pistolnya ke arah Marcella
Dor..
Marcella membuka matanya karna ia tidak merasakan apapun,yang ia rasakan pelukan seseorang yang lebih membuat dirinya terkejut adalah zevano mengeluarkan banyak darah dibalik jasnya
nicholas yang melihat sahabatnya yang sudah ia anggap saudaranya sendiri,tergeletak lemah didalam pelukan Marcella amarahnya memuncak tidak perlu lama lagi ia langsung menembak maxsime tepat pada jantungnya dan seketika nyawa nya hilang ditempat
Sedangkan dave segera mengubungi pihak rumah sakit agar mengrim ambulance untuk membawa zevano kerumah sakit
"Ze jangan dulu menutup matamu,jika kau tidak mendengarkanku akan kembali ke rumah orang tuaku,dan meninggalkanmu sendirian"ancamnya dengan air mata yang berurai
__ADS_1
Zevano yang masih tersadar terkekeh mendengar ancaman istrinya,ia kemudian menangkup wajah Marcella dengan kedua tangannya yang dilumuri oleh darah
"A-aku men-cin-tai-mu"dan saat itu juga zevano tidak sadarkan dirinya karna ia tidak tahan dengan rasa sakit yang ia alami
"ZEVANO"teriak marcella
Marcella sedari tadi mondar mandir tak karuan didepan ruang UGD,wajahnya terlihat sangat khawatir ia juga tidak henti hentinya berdoa kepada tuhan. Sedangkan keluarganya sudah datang saat dave mengabari jika zevano masuk rumah sakit
"Kau bisa tidak jangan mondar mandir??aku pusing melihatmu mondar mandir tidak jelas"serkas Kenzie
Marcella tidak menghiraukan ucapan Kenzie,yang hanya ia pedulikan keadaan zevano yang terbaring lemah diruang UGD
"Dok bagaimana dengan suami saya??"ucap Marcella saat dokter keluar dari ruang UGD
Mereka semua bangun saat melihat dokter datang dan menanyakan kondisi zevano
"Kondisi pasien saat ini sangat lemah,ia mengeluarkan banyak darah akibat luka tembak,dan memerlukan donor darah,tetapi stock rumah sakit sedang kosong"ucap dokter
"Ambil darah saya dok"ucap Marcella
"Sayang apa kau yakin??"Ucap Mauren yang merasa khawatir
"Mom didalam sana suami cella lagi butuh cella,enggak mungkin cella berdiam diri sedangkan suami cella membutuhkan cella"ucap Marcella
"Jadi siapa yang akan mendonorkan pasien"tanya dokter
"Saya dok"ucap marcella
"Kalo begitu mari ikut saya"ucap dokter
Marcella pun mengikuti dokter dari belakang,sedangkan mereka tidak bisa menahan Marcella atas keputusan yang sudah ia ambil
Marcella berada di satu ruangan dengan zevano yang masih setia memejamkan matanya,Marcella menoleh kearah sebelahnya saat dirinya sudah mulai mendonorkan darahnya untuk zevano
__ADS_1
"Cepatlah bangun aku merindukanmu"lirihnya