My Husband Beloved

My Husband Beloved
Episode 9


__ADS_3

Hospital Medical Luish City


21:45


2 Jam yang lalu zevano dan Marcella sudah dipindahkan dirumah sakit milik keluarga Luish. Marcella sudah dipindahkan diruang inap sedangkan zevano masih berada diruang UGD karna kondisinya sangat kritis akibat benturan yang sangat keras di kepala nya dan kehilangan banyak darah


Diruangan Marcella hanya ada maykel yang masih setia menunggu Marcella tersadar sedangkan orang tuanya sudah pulang sejam yang lalu


Jari jari Marcella bergerak dan itu membuat maykel terkejut pasalnya Marcella tidak sadarkan diri selama 8 jam


"Sayang bangun"sambil mengusap rambut Marcella


Marcella perlahan lahan membuka kedua matanya,ia melihat sekelilingnya yang serba putih ia menyadari bahwa dirinya saat ini sedang berada dirumah sakit


"Kakak"lamah


"Iya ini kakak sayang apa kau ingin minum hmm"lembut


"iya"serak


Maykel langsung mengambil kan air minum yang berada dimeja nakas samping brankar


"Pelan pelan"sambil membantu Marcella untuk minum


"Momy dady dimana??"tanya Marcella dengan lemah


"Mereka sudah pulang dan akan kembali besok pagi"jawab maykel


"Apa lyna sudah??"tanya nya lagi


"Ia akan sampai besok,karna jika sekarang ia tidak bisa"jawabnya


Marcella pun mengangguk lalu terdiam,seakan teringat sesuatu ia langsung menoleh ke maykel


"Ada apa kau menatapku seperti itu??"menueringit


"Zevano"beonya


"Zevano dimana kak??apa dia baik baik saja??apa dia terluka??"bertubi tubi


"Kalo nanya itu satu satu,biar aku menjelaskannya gampang"ucap maykel


"Zevano masih berada di ruang UGD,kondisinya sekarang masih kritis akibat benturan yang sangat keras dan ia mengalami pendarahan yang sangat banyak untungnya saja di rumah sakit masih menyediakan stok darah yang cocok dengannya"jedanya sambil melihat ekspresi Marcella yang menunjukan ekspresi khawatirnya


"Kini hanya tunggu zevano siuman,karna sampai saat ini kondisinya masih dibilang kritis belum ada perubahan dalam dirinya"lanjutnya


"Kau mau ke mana??"saat melihat Marcella yang ingin Turin dari brankar


"Apalagi jika bukan ke ruangan zevano"dingin


"Tetapi kau baru saja siuman,dan kau masih membutuhkan istirahat cella"ucap maykel


"I dont care about any of that"dingin


Maykel hanya bisa pasrah,adik nya memang benar benar keras kepala,dan ia tidak bisa menahan adik nya untuk tetap berada diatas tempat tidurnya


Marcella sudah berada didepan ruang UGD,ia bisa lihat dari sana jika zevano sedang terbaring lemah dengan alat oksigen yang menempel pada hidungnya


Marcella membuka pintu ruangan dan masuk kedalam ruang UGD. Marcella duduk disisi kanan brankar zevano,ia memberanikan diri untuk menggenggam tangan zevano yang lebih besar dari pada tangannya


Marcella memandang wajah zevano yang sangat pucat pasi,ia langsung membuang wajahnya kesamping karna ia tidak sanggup melihat zevano seperti ini hanya karna menolong dirinya


"Harusnya aku yang berada disini bukan kau"pelan


"Kenapa kau selalu bersikap seperti ini??aku takut kau akan menerobos dinding yang sudah aku bangun didalam hubungan ini hanya karna perilakumu kepadaku Zee"sambil menatap zevano yang masih memejamkan matanya


"Aku tidak bisa mencintaimu karna aku masih mencintai orang lain,tapi aku juga tidak suka jika kau selalu menjadi pusat perhatian orang terutama pada wanita diluaran sana"Jedanya ia mengusap rambut zevano


"Tapi aku tidak mungkin berkata kepada mereka bahwa kau hanya milikku,karna aku tidak punya keberanian akan hal itu terutama dengan dirimu"lanjutnya


Flashback On


2 Tahun kemudian


Roma,Italia


Seorang gadis baru saja keluar dari pintu pesawat dengan kaca mata hitam yang bertengkar di hidung mancung nya


Ia adalah Marcella yang baru kembali ke negara tanah kelahirannya,ia langsung disambut oleh keluarganya dengan senyuman hangatnya


Marcella turun dari pesawat dan menghampiri keluarganya yang sedang merentangkan kedua tangannya

__ADS_1


"I Miss You baby"


"I Miss You Toi"


"How are you baby"


"i'am fine"


Marcella beralih ke kakak laki lakinya maykel yang sedang menatap dirinya denga penuh kerinduan walau dengan ekspresi datarnya


"I Miss You"


Maykel langsung memeluk Marcella dengan erat saking merindukan adik perempuan satu satunya


"Miss you Princess"


"Kak jesi dimana??"


"Dirumah sedang beristirahat,karna kakak ipar mu saat ini sedang mengandung ponakanmu"


"Seriousely"


"Yes"


"Aku senang mendengarnya,so,kado terindah kakak tahun ini adalah dianugrahkan seorang anak oleh tuhan"


"Ya sampai saat ini aku masih tak menyangka,diumur yang ke 25 aku akan menjadi seorang ayah"


"Sudah sudah,kita lanjutkan nanti jika sudah dirumah"


"Baiklah ayo"


Luish mansion,Roma,Italia


"Bagaimana kabarmu cella"


"i'am fine"


"Bagaiaman dengan keponakanku"


"baik"


"Istirahatlah kau pasti cape,nanti malam kita akan mengadakan brithday party"


"Iya"


Malam harinya..


Mansion keluarga luish sedang banyak para tamu yang hadir untuk mengucapkan selamat kepada maykel atas bertambah usianya dan diberi hadiah terindah oleh tuhan yang tidak terduga


Marcella yang baru saja keluar dari toilet tidak sengaja menabrak seorang pria yang sangat tampan yang menggunakan jas formal yang melekat pada tubuh atletisnya


"i'am sorry sir"


Pria malah terdiam memandang wajah cantik Marcella,ia merasa baru melihatnya wanita yang kini berada dihadapannya


Marcella yang merasa tidak ada tanggapan dari pria yang berada dihadapannya,langsung pergi dari sana tanpa memperdulikan pria itu


Pria yang ditabrak oleh Marcella adalah zevano,zevano menatap punggung Marcella yang sudah menghilang dari pandangannya


"Mine"dalam hati


sepanjang birthday party zevano selalu memperhatikan Marcella yang sedang mengobrol bersama teman wanitanya


Tidak ada senyuman yang terukir dibibir Marcella hanya ada ekspresi dingin saja yang ia tunjuki,itu membuat zevano merasa penasaran dengan dirinya


"Kau tertarik dengan adikku??"


"Adikk??"


"hmm,dia adikku perempuanku satu satunya"


"Kenapa aku tidak pernah melihatnya??"


"Karna ia berkuliah dispanyol,dan mulai sekarang ia akan menetap disini"


"Apa dia seperti itu??"


"Maksudmu??"


"Aku merasa seperti tidak menemui kehidupan setelah menatapnya"

__ADS_1


"Yah memang,karna orang yang paling berarti dalam hidup sudah tiada"


Zevano terdiam mendengar ucapan maykel


"Ayo,aku akan mengenalkanmu kepadanya"


Maykel pun mengajak zevano untuk menghampiri Marcella


"Cella"


"Hmm"


"Kenalkan ia zevano,rekan kerja kakak sekaligus adik senior kakak"


"Marcella"


"Zevano"


Marcella yang memang sangat cuek,ia kembali mengobrol dengan sahabatnya sherlyna


"ia memang seperti itu,jika kau benar benar tertarik dengan adikku perjuang lah"


Maykel meninggalkan zevano yang masih memperhatikan Marcella dengan tatapan tak terbaca


Saat sesi pemotretan maykel memaksa marcella untuk berfoto dengan zevano,awalnya Marcella tidak mau tetapi ia lama lama merasa jengah dengan paksaan kakaknya dan akhirnya Marcella pun menyetujuinya


"Tolong fotokan mereka dengan sebagus mungkin"


"Baik tuan"


Marcella dan zevano foto berdua dengan tangan zevano berada dipinggang Marcella,Marcella langsung mendongak karna ia terkejut tanpa sadar fotografer nya memfoto mereka


"Apa kau terlalu terpesona dengan wajah tampan zevano sampai sampai kau tidak melihat kearah kamera"


Seakan tersadar Marcella langsung menatap kearah kamera,dan fotografer Mulai memfoto mereka berdua


Flashback Off


"Arcella"panggil zevano khas orang bangun tidur


Marcella langsung tersadar dari lamunan nya,dan menoleh kearah zevano yang sudah membuka matanya


"Sejak kapan kau sadar??"Dingin


"Aoa sedang kau lamunakan??sampai sampai kau tidak mendengar panggilan dariku??"tanpa menanggapi ucapan Marcella


"Tidak ada"Bohong nya padahal dirinya sedang mengingat awal bertemunya dengan zevano sebelum ada rasa benci yang mengarang dalam hatinya


Zevano terus menatap Marcella mencari kebohongannya,tetapi Marcella langsung mengalihkan pandangannya dan itu membuat zevano semakin curiga


"Apa kau ingin minum??"dingin


"Hmm"gumam


Marcella mengambilkan air minum untuk zevano yanga sudah tersedia dimeja nakas,lalu memberikannya kepada zevano


Zevano menerimanya dan meminum air minum yang diberikan oleh Marcella dan memberikannya kembali ke marcella


"Kenapa kau menatap ku seperti itu??"menyeringit


"Apa kau baik baik saja??"datar


"Seperti yang kau lihat"dingin


"Kemari lah"sambil memeluk tempat tidur


"Ha??"bingung


"Kemarilah"mengulang nya


"Tidak mau"membuang muka


"Apa harus aku yang mengangkatmu??"ancam nya


"Selalu saja seperti itu"cibirnya


Marcella menaiki tempat tidur sebelah sisi kanan dan berbaring disana dengan berbantalan lengan kanan zevano


"Tidurlah ini sudah malam,kau juga membutuhkan istirahat aku tidak mau kau kenapa kenapa"datar


"bahkan kau masih mementingkan diriku daripada kesehatan dirimu sendiri"dalam hati

__ADS_1


Marcella menatap wajah tampan zevano,setelah itu ia memejamkan matanya karna ia juga sudah Mulai mengantuk


Zevano mengecup kening Marcella dan ikut menyusul Marcella yang sudah di alam bawah sadar


__ADS_2