
Roma,Italia
Dipertengahan jalan pulang,ada mobil yang mengikuti mobil yang sedang ditumpangi oleh Marcella dan beberapa kali menembaki mobil Marcella untuk saja kaca mobilnya anti peluru
Marcella merasa sangat ketakutan tetapi ia berusaha untuk lebih tenang
Beberapa bodyguard sudah menghalangi mobil yang sedang ditumpangi oleh marcella
"Pak bisa cepet gk sih bawa mobilnya"marah
"Maaf nona ini sudah diatas rata rata"ucap sopir
Marcella mengambil ponselnya untuk menghubungi zevano agar menyelamatkan dirinya
"Sayang kenapa kau baru mengaktifkan telfonmu ha!!kau tidak tau jika aku mengkhawatirkan dirimu ha!!"
"Aku takut Zee"
"Biarkan ponselmu tetap seperti ini,jangan sekali kali kau mematikan telfonnya,aku sebentar lagi akan sampai di lokasi kau dengar!"
"Iya"
"Kau jangan khawatir aku akan datang"
"Cepet Zee,aku sudah tidak kuat lagi"
"Lambungmu kumat lagi ha!!aku kan sudah bilang jangan pernah melewatkan waktu jam makan mu Marcella!!"
"Aku tadi ingin mampir ke restoran,tapi tidak jadi karna tiba tiba ada mobil yang mengikuti dari belakang"
"Kau harus bertahan,aku sudah berada di depanmu"
Marcella melihat kearah depan dan benar saja disana sudah ada mobil zevano dan zevano turun dari mobilnya dan berlari ke arah mobil zevano
Dan pada saat itu juga Marcella tidak sadarkan diri karna ia tidak sanggup lagi menahan rasa sakit diperutnya
Zevano membuka pintu mobil dan mendapatkan istrinya sudah tidak sadarkan diri
"Sayang bangun"menepuk pipi Marcella
"Bantu yang lainnya"ucap zevano kepada anak buahnya
"Baik tuan"ucapnya
Zevano langsung membopong Marcella menuju mobilnya dengan sedikit berlari
Zevano menidurkan Marcella dibagian kursi belakang dan ia mengitari mobilnya berlari kecil dan langsung membawa mobilnya menuju rumah sakit terdekat
Saat sudah sampai dirumah sakit,zevano langsung mempobong istrinya masuk kedalam rumah sakit
"Dokter suster tolong bantu istri saya"teriak zevano sampai mengucapak kata haram yang tidak pernah ia ucapkan selama 25 Tahun ini hany karna istrinya ia mengucapkan kata haram itu
"Dokter suster"teriak
Suster dan dokter berbondong bondong datang saat mendengar teriakan zevano,mereka mengenali siapa zevano jika tidak segera datang sama saja mereka mencari masalah dengannya
Marcella langsung dibaringkan dibrankar dan membawanya kedalam ruang UGD
"Maaf tuan anda tidak boleh diperkenankan untuk masuk mohon tunggu diluar"ucap suster
"Peraturan dari mana ha!!kau tidak lihat istri saya membutuhkan saya!!"bentak
"Maaf tuan ini sudah peraturan rumah sakit"takut
__ADS_1
"Aku bisa membeli rumah sakit ini jika perlu!!"bentak
"Tetap saja tuan,ini sudah peraturan rumah sakit"gugup
"Akhhh"frustasi
Zevano duduk di kursi ruang tunggu sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya
30 menit kemudian pintu UGD terbuka,zevano langsung bangun dari duduknya dan menghampiri dokter
"Dok bagaimana dengan istri saya??"datar dengan tersirat akan ke khawatiran
"Apa istri anda memiliki lambung??"ucap dokter
"Iya dok"datar
"Pantes saja,apa pasien telat makan??"tanya dokter
"Iya dok istri saya telat makan,padahal saya sudah mengingatkan nya untuk maka tepat waktu"datar
"Itu adalah salah satu faktornya,jika terus terusan seperti ini,itu akan membahayakan kesehatannya. Dan juga"jeda
"Dan apa dok??"datar
"Tekanan batin pasien sangat terguncang,apa pasien mendengar suara yang membuatnya merasa takut yang seharusnya pasien tidak dengar?? "panjang lebar
Zevano terdiam,sudah dipastikan bahwa istrinya mendengar suara tembakan yang diberikan oleh musuhnya
"Ia mendengar suara tembakan dok"datar
"Saya sarankan agar pasien tidak kembali mendengar suara seperti itu,bisa saja itu membuat Pasien mengalami trauma"panjang
"Sampai separah itu dok??"datar
Zevano terdiam mendengar penjelasan dokter,ia pernah membentak Marcella dan sampai membuat Marcella menangis walau Marcell tidak menunjukan nya secara langsung didepannya,tetapi ia bisa melihat dari cctv yang ada dikamar nya,ternyata itu alasanya kenapa jika saat ia membentak Marcella ia selalu terkejut
"Lalu kondisi istri saya bagaimana dok??"datar
"Pasien saat ini baik baik saja,pasien diperbolehkan untuk pulang hari ini"ucap dokter
Zevano mengangguk
"Kalo bgitu saya permisi"ucap dokter
Zevano masuk kedalam ruang UGD,ia melihat istrinya masih memejamkan matanya,wajahnya sangat pucat terutama bibirnya yang selalu merah merona kini sangat pucat
Zevano duduk disebelah brankar Marcella dan menggenggam tangan Marcella
"Cepatlah bangun aku ingin mendengar suara pembantahku ini"datar
Zevano mencium tangan Marcella berulang kali,setelah itu ia mengusap rambut Marcella
"Aku Mencintaimu"kembali mengecup tangan Marcella
Tanpa zevano ketahui Marcella sudah tersadar saat dirinya menggenggam tangannya. Ia sangat terkejut atas pernyataan zevano bahwa ia telah mencintainya itu membuat Marcella benar benar tidak menyangka tetapi ada rasa bahagia dari dalam hati nya
Marcella perlahan lahan membuka kedua matanya dan menyesuaikan diri dengan cahaya lampu rumah sakit
"Kau sudah sadar"ucap zevano yang melihat Marcella sudah membuka kedua matanya
"Minum"lemah
Zevano langsung mengambil air putih dimeja nakas dan membantu Marcella untuk minum
__ADS_1
"Kau harus makan biar kau cepat cepat keluar dari rumah sakit ini"datar
"Ta-"
"Sayang"dengan nada penekanan
"Aku tidak suka bubur rumah sakit"lemah
"Lalu kau mau makan apa??"datar
"Masakanmu"manja
"Kenapa kau tiba tiba manja kepadaku"heran
"Hanya ingin,apa tidak boleh baiklah"membuang mukanya kesamping
"Baiklah,tapi kita harus pulang dulu mana mungkin aku memasak disini"datar
"Ywdh ayok pulang"merentangkan kedua tangannya agar zevano menggendong nya
Zevano menatap Marcella dengan heran sekaligus bingung,ada apa dengan istrinya tidak biasanya ia manja kepadanya tetapi ia juga senang jika Marcella manja kepadanya
Zevano menggendong Marcella seperti kangguru,Marcella memeluk leher zevano dan bersandar dibahu kokoh zevano
"Mungkin mulai saat ini aku benar benar harus melupakan masa lalu ku,dan mulai mencintaimu zevano karna kau telah mencintaiku"dalam hatinya
ZM Schmitz Mansion,Roma,Italia
17:30
"Kau duduk disini jangan kemana mana"datar
Zevano mendudukankan Marcella meja makan sedangkan dirinya langsung memulai bertempur dengan alat dapur
"oke boss"hormat kepada zevano yang membuat zevano menggeleng kepala dengan tingkah aneh istrinya
Marcella menaruh kedua tangannya didagunya sambil menatap zevano yang sedang memasak menggunakan celemek,itu membuatnya semakin terpesona kapan lagi ia menyuruh zevano untuk membuatkan diri nya makanan
Ia mengambil ponselnya dan memotret zevano yang tengah mengaduk yang sedang ia masak dengan sangat lincah seperti chef profesional
Ia kemudian menaruh ponselnya kembali kedalam saku nya dan kembali menatap zevano yang masih sibuk dengan peralatan dapur nya
Tanpa Marcella sadari saking fokusnya memperhatikan zevano,ia sampai tidak sadar bahwa zevano kini sudah berada dihadapannya
"Apa aku terlalu tampan hmm??"datar
"Sejak kapan kau berada disitu"terkejut
"Sejak kau meneteskan air liur mu"datar
Dengan reflek Marcella langsung mengusap mulutnya,tetapi ia tidak merasakan apapun
"Kau mengerjaiku ya"memukul lengan zevano
"Makanlah,setelah itu kau harus minum obat"datar
"Obat lagi obat lagi aku bosan"kesal
"Jika kau merasa bosan meminum obat,kau harus menuruti perkataan suamimu selalu makan tepat waktu"datar
"Yayaya aku salah"ketus
"Habiskan"datar
__ADS_1
"Hmm"gumam