
Marcella terbangun dari tidurnya,ia melihat jam dinding sudah pukul 2 kurang 15 menit. Ia menoleh kesamping yang dimana zevano sedang tertidur disebelah kirinya sambil memeluk dirinya
Marcella menyingkirkan tangan zevano yang ada diatas perutnya,setelah sudah terlepas ia turun dari tempat tidurnya. Marcella melihat wadah air minumnya kosong,ia pun mengambilnya dan membawanya untuk ke dapur untuk mengisinya
Saat Marcella melewati kamar calissta yang sedikit terbuka,ia juga mendengar suara tangisan calissta. Marcella mendekat kearah pintu dan mengintip apa yang terjadi didalam sana
Dan benar saja dia sana ada suster dan juga gernald yang sedang menenangkan calissta tetapi calissta tidak berhenti juga menangis nya
Marcella memberanikan diri untuk masuk kedalam kamar calissta dan menanyakan kenapa calissta menangis seperti itu
"Maaf"dingin
Suster dan gernald menoleh kebelakang
"Aku tidak sengaja mendengar suara tangisan calissta,makannya aku kesini"dingin
"Apa telah mengganggu tidurmu??"datar
"Tentu saja tidak,aku tadi hanya ingin mengambil air minum,karna aku mendengar tangisan calissta makannya kesini"dingin
Gernald mengangguk
"Memangnya kenapa??"dingin
"Ini sudah hal biasa,calissta selalu menangis ditengah malam"datar
"Mungkin calissta merindukan ibu nya,kenapa kau tidak mengajaknya saja"dingin
Gernald terdiam begitupun juga susternya ia tidak mungkin menjawabnya jika tuan nya tidak berbicara
"Ibunya sudah tiada saat melahirkannya"Dengan pandangan kosong
"M-maafkan aku,aku tidak tahu"merasa bersalah
"It's oke"datar
"Kalian istirahat saja,biar aku saja yang mengurusnya"dingin
"Tidak perlu nanti vano akan mencarimu"datar
"Tidak,calissta membutuhkan kasih sayang seorang ibu dan aku akan memberikan kasih sayangku padanya walaupun aku bukan ibunya"panjang lebar
Gernald terdiam yang dikatakan oleh Marcella memang benar,putrinya membutuhkan kasih sayang seorang ibu dan hanya Marcella yang bisa memberikannya karna cuma Marcella yang bisa membuat putrinya merasa senang dan bahagia
"Kau mau sama aunty kan sayang"lembut
Calissta mengangguk sambil mengusap hidungnya yang memerah
"Baiklah jika itu tidak merepotkan dirimu,terima kasih"datar
"Hmm"gumam
Gernald dan suster pun keluar dari kamar calissta dan kini hanya ada Marcella dan juga calissta yang
"Sudah ya sayang,nanti cantiknya hilang loh mau cantiknya hilang hmm"lembut
Calissta langsung menghapus air matanya dan itu membuat Marcella tersenyum
"Nah kan ini cantik,lihat hidung mu seperti badut jika kau menangis"mencubit hidung mancung calissta pelan
Terkekeh"sayang aunty"memeluk Marcella
"Aunty juga sayang calissta"mengecup kening calissta
"Calissta mau aunty bacakan dongeng??"lembut
__ADS_1
"Mau aunty"berbinar
"Baiklah,calissta mau dongeng cerita apa hmm"lembut
"Cenderella"antusias
"Baiklah,sini mendekat"membawa calissta kedalam dekapannya
Marcella yang ingin memulai membaca dongeng tiba tiba ponselnya begetar
Ia mendapatkan pesan yang sama lagi dengan nomor yang berbeda,Marcella segera menon-aktifkan ponselnya dan melihat kearah sekeliling kamar takut ada seseorang yang sedang mengawasinya tetapi tidak ada
"Aunty kenapa??"mendongak
"tidak apa apa sayang,ayo aunty bacakan ya"mengecup kening calissta yang mengangguk
Marcella memulai membacakan cerita dongeng tentang cenderalla,sesekali Marcella melihat kearah calissta yang masih terjaga.
"Pada suatu malam cenderella merasa sangat sedih,karna ia tidak bisa datang ke acara istana dan peri pun datang untuk menyelamatkan cenderella"menoleh ke calissta yang ternyata sudah tertidur
Marcella menaruh buku dongengnya ditempat yang ia ambil tadi. Ia membenarkan posisi calissta agar lebih nyaman setelah itu ia menyelimuti caliasta sampai dadanya
Marcella menatap calissta yang sedang tertidur,ia merasa wajah calissta lebih mirip ibunya dari pada gernald,walaupun ia belum pernah melihat wajah ibu dari calissta
Marcella mengecup kening calissta dan mengambil wadah yang ia taruh diatas meja nakas. Setelah itu ia keluar dari kamar calissta dan menutup pintunya
06:00
Marcella sudah menyiapkan sarapan dimeja makan,kini ia akan membangunkan zevano karna pagi ini ia ada meeting dengan rekan kerjanya
Marcella duduk dipinggir tempat tidur dan mulai membangunkan zevano
"Zee bangun"menggoyakan tubuhnya
"Zee kau bilang kau ada meeting pagi ini!!ini sudah jam 7"bohongnya
"Kenapa kau tidak membangunkan aku!!!aku kan sudah bilang kepadamu aku ada meeting jam 8 pagi!!"kesal
"Masih ada sejam lagi,makannya kau cepetan mandi"menahan ketawa melihat wajah memerah zevano
Zevano langsung menyingkirkan selimutnya dan langsung ngibrit ke kamar mandi
Dan saat itu juga Marcella tertawa terbahak bahak melihat tingkah suaminya yang merutnya sangat lucu,ia merasa beban nya sedikit lebih berkurang dari pada sebelumnya
Marcella menyiapkan pakaian kerja zevano setelah itu ia kembali keluar kamar dan akan menunggu zevano dibawah
Dimeja makan sudah ada jhonas,Chelsea,gernald dan juga calissta dan tentunya saja Marcella yang sedang menyuapi calissta. Hanya tinggal zevano yang belum ada dimeja makan
"ARCELLA"teriak zevano dari lantai atas sampai suaranya yang menggelegar terdengar sampai bawah
Semua yang sedang sarapan pun terkejut mendengar suara teriakan zevano
"Kenapa dengan vano"menueringit
"Entah"santai sambil menahan tawanya,ia yakin pasti zevano sudah menyadarinya bahwa dirinya telah dikerja olehnya
Zevano datang dengan wajah kesalnya,ia menatap Marcella tajam yang ditatap hanya biasa saja
"Ada apa denganmu son??pagi pagi kau sudah berteriak"ucap jhonas
"Tanyakan saja kepada menantu kesayanganmu"datar sambil mengambil sarapannya
"Cella"panggil jhonas
"Tidak kok pi,vano nya saja yang berlebihan"dingin
__ADS_1
Zevano menatap Marcella lebih tajam dari pada yang tadi,dan itu berhasil membuat Marcella takut tetapi ia langsung mengalihkan nya
"Cella nanti temani mami ke mall ya sayang"ucap chelsea
"Tidak!!"tegas
"Loh kenapa??mami kan ingin cella menemani mami belanja"tak senang
"Aku bilang tidak ya tidak mi"datar
"Papi"mengadu
"Biarkan saja lah son,lagian istrimu pasti merasa sangat bosan dirumah terus ia kan sayang"menoleh ke Marcela
"Iya pi"melirik zevano yang langsung ditatap tajam oleh zevano tetapi ia tidak memusingkannya bagaimana pun juga ia merasa bosan jika terus terusan dirumah terus
"Kau dengar,istrimu juga butuh kesenangan biarkan mereka pergi"ucap jhonas
"Aku selalu kalah denganmu pi"sinis
"itu memang benar"terkekeh
"Aku akan menyuruh mereka untuk menemani kalian,dan aku tidak menerima penolakan"tegas
Chelsea yang merasa keberatan ditahan oleh suaminya agar menurutinya saja dari pada tidak sama sekali
Marcella lebih dulu menyelesaikan sarapannya,ia akan mengambil tas kerja zevano dan juga dasinya. Sudah dipastikan zevano tadi sangat terburu buru sampai lupa memakai dasinya dan itu memag salahnya tetapi sekali kali ia mengerjai zevano yang membuat nya selalu kesal dan emosi kepadanya
"Sekarang kau sudah berani mengerjaiku ya"datar
"Hanya sekali tapi enggak tau kedepannya"dingin
"Benar benar ya kau"menarik hidung Marcella sampai memerah
"Sakit"meringis
"Rasakan itu akibatnya sudah berani nya mengerjaiku"tidak merasa bersalah
Marcella mengusap hidungnya yang memerah akibat ditarik oleh zevano
"Nih"memberikan sebuah kartu black card
"Untuk apa??"bingung
"Untuk kau,kau akan pergi belanja berasama mami bukan??"datar
"Tidak perlu,aku masih punya uang"memberikannya kembali kepada zevano tetapi ditolak oleh zevano
"Kau sudah tanggung jawabku,uangku adalah uangmu. Jadi uangmu simpan saja"datar
"ta-"
"Enggak ada tapi-tapian,aku tidak suka penolakannya!!"datar
"Baiklah"pasrah
"Uang bulanan masih ada??"datar
"Masih"dingin
"Jika sudah habis bilang kepadaku nanti aku akan transfer padamu"datar
"Hmm"gumam
"Aku berangkat"mengecup kening Marcella
__ADS_1
"Hmm hati-hati"dingin